Jayapura, 18 Januari 2012 Jembatan Impian itu Akhirnya Terwujud
 |
Oleh: Hadi Susanto Askot CD Korkot Jayapura KMW/OSP 9 Papua PNPM Mandiri Perkotaan . |
Kelurahan Entrop Distrik Jayapura Selatan Kota Jayapura memiliki jumlah penduduk 5.425 jiwa, dan 2.350 jiwa di antaranya adalah penduduk miskin. Kelurahan ini berada dalam wilayah pusat kegiatan perdagangan dan pemerintahan. Namun, wajah berbeda akan ditemui jika kita berjalan menyusuri gang-gangnya, karena di sana banyak permukiman yang kumuh dengan sarana infrastruktur yang sudah rusak.
Salah satu sarana yang sudah rusak adalah jembatan di RT.03/RW VIII. Jembatan ini merupakan alat penghubung utama antara RT.03, RT.04 dengan RT.05. Sebagai jalur utama ekonomi, setiap hari warga melewati jalan ini untuk berangkat kerja, memanen hasil bumi dan berdagang. Anak-anak pun berangkat dan pulang sekolah melewati jalan ini.
Kondisi jembatan sebelumnya, licin dan rusak
Kerusakan jembatan tersebut cukup parah, sebab apabila hujan warga seringkali terjatuh akibat kayu jembatan sudah lapuk dan licin. Kondisi fisik jembatan sendiri tanpa pengaman. Hal seperti ini betul-betul dirasakan sangat mengganggu warga, sehingga melalui PNPM Mandiri Perkotaan, mereka berinisiatif membangun sebuah jembatan yang lebih kokoh agar memudahkan masyarakat dalam beraktivitas.
Menurut Ketua KSM Sarang Semut (Sarmut) Frans Donggori, sebenarnya masyarakat sudah lama memimpikan jembatan baru, tetapi warga belum tahu cara memulainya dan dari mana dukungan dananya diperoleh. “Syukurlah PNPM Mandiri Perkotaan mampu menggerakkan kami semua, memberikan semangat untuk berupaya merealisasikan jembatan itu,” ujar dia.
Keputusan rembug masyarakat di tingkat kelurahan akhirnya memprioritaskan pembangunan jembatan itu di antara sekian usulan lainnya. Pasca diputuskan, terbersit kekhawatiran bahwa dana yang dialokasikan tidak cukup. Jembatan dipastikan tidak akan terealisasi kalau hanya mengandalkan dana BLM, sebab harus berbagi dengan kegiatan-kegiatan prioritas yang lain.
Setelah dikalkulasi, total kebutuhan dana untuk melaksanakan pembangunan jembatan dengan panjang 13 meter dan lebar 2 meter ini adalah sebesar Rp60 juta. Sementara, dana BLM yang dapat dialokasikan adalah sebesar Rp53,9 juta, sehingga masih kurang dana sebesar Rp6,1 juta.
![Kondisi jembatan 50% tampak samping [Dok. Hadi Susanto, PNPM Mandiri Perkotaan]](bestpractice/files/bpinfra_jembkondisi50a.jpg) |
![Kondisi jembatan 50% tampak atas [Dok. Hadi Susanto, PNPM Mandiri Perkotaan]](bestpractice/files/bpinfra_jembkondisi50b.jpg) |
| Kondisi jembatan 50% tampak samping |
Kondisi jembatan 50% tampak atas |
Dengan dikoordinir oleh Frans dan Wafnan, LKM Kelurahan Entrop dan KSM Sarmut terus memutar otak mengupayakan bagaimana agar kegiatan bisa terlaksana. Mereka mengajak warga untuk membantu dan berpartisipasi dalam kegiatan.
Awalnya banyak warga yang sulit diajak berpartisipasi. Namun, dengan kegigihan dan kesabaran BKM dan Ketua KSM Sarmut yang terus mengajak tanpa kenal lelah, akhirnya terlecutlah semangat masyarakat. Dibuktikan dengan terkumpulnya swadaya sebesar Rp6,1 juta berupa bahan material, konsumsi dan tenaga.
Yang menggembirakan, setelah tahu direspon serius, gotong-royong warga untuk terlibat dan membantu, makin tinggi. Mereka bergiliran mengerjakan pembangunan jembatan ini, dikoordinir oleh Ketua KSM Sarmut Frans Donggori. Sedangkan untuk keperluan tukang, warga mendatangkannya dari luar, karena tidak memiliki tetangga yang berprofesi sebagai tukang ahli.
![Kondisi jembatan 100%. Tampak warga bercengkrama di atas jembatan [Dok. Hadi Susanto, PNPM Mandiri Perkotaan]](bestpractice/files/bpinfra_jembkondisi100a.jpg) |
![Kondisi jembatan 100% dan beberapa warga terlihat menikmati fasilitas ini [Dok. Hadi Susanto, PNPM Mandiri Perkotaan]](bestpractice/files/bpinfra_jembkondisi100b.jpg) |
Kondisi jembatan 100%. Tampak warga bercengkrama di atas jembatan |
Kondisi jembatan 100% dan beberapa warga terlihat menikmati fasilitas ini |
Berkat partisipasi warga akhirnya jembatan terbangun megah dan kuat. Kini masyarakat sangat senang, karena mimpinya menjadi nyata. Warga tidak takut lagi jatuh ketika melewati jembatan di musim hujan. Apalagi sekarang jembatan telah dilengkapi pengaman di sisi kanan dan kirinya. Benar-benar tak seperti dulu lagi. (KMW/OSP 9 Papua)
Editor: Nina K. Wijaya/Tomy Risqi (dibaca 1451) |