| http://www.pnpm-perkotaan.org - Bestpractice kita
|
||||||||||||||
| Potret Kreatif Sinergi BKM Kabeloa Pantoloan Palu Palu, 7 Maret 2012
Adalah sebuah keniscayaan jika penanggulangan kemiskinan memerlukan kerja sama dan koordinasi lintas sektor. Terkait hal ini, menarik untuk mengambil sejumlah pelajaran penting dari Kelurahan Pantoloan yang terletak di ujung utara Kota Palu. Dokumen Perencanaan Jangka Menengah Program Penanggulangan Kemiskinan (PJM Pronangkis) yang dihasilkan kelurahan tersebut tidak hanya berhasil memotret aneka persoalan dan potensi aspek tridaya—lingkungan, ekonomi dan sosial—melainkan juga sinergi. Dalam PJM Pronangkis Kelurahan Pantoloan, akumulasi anggaran yang dibutuhkan untuk mengentaskan kemiskinan berjumlah sekitar Rp24,6 miliar dalam waktu tiga tahun yang berakhir di ujung tahun 2012. Kebutuhan anggaran ini cukup besar, sementara dana stimulan yang disediakan oleh Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) PNPM Mandiri Perkotaan per tahun hanya berkisar Rp0,5 miliar. Jika konsekuensi penganggaran dari seluruh kebutuhan dana di PJM Nangkis Kelurahan Pantoloan, totally hanya mengandalkan dana BLM PNPM Mandiri Perkotaan, maka PJM Nangkis mustahil dicapai, alias mission impossible. Agar kembali menjadi possible, maka diperlukan sumber pendanaan alternatif melalui sinergi dengan berbagai pihak.
Untunglah, BKM Kabeloa tidak hanya kompak, tapi juga produktif melahirkan solusi. Kebijakan melakukan sinergi program seringkali menjadi jalan keluar mengatasi keterbatasan anggaran untuk pendanaan PJM Pronangkis. Salah satu yang menarik adalah pola sinergi program pada spot kawasan pantai yang menjadi sentra penangkapan dan pelelangan ikan tradisional. Spot kawasan yang berlokasi di sebelah utara Pelabuhan Pantoloan tersebut saat ini cukup produktif membantu peningkatan pendapatan para nelayan miskin yang terdaftar dalam list pemanfaat (PS-2). Hasil kunjungan di lapangan menunjukkan spot kawasan penangkapan dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) merupakan hasil sinergi beberapa program, di luar dana BLM PNPM Mandiri Perkotaan maupun dana Penanggulangan Kemiskinan Terpadu (PAKET), yaitu dana SKPD, dana Program Daerah Pemberdayaan Masyarakat (PDPM), dana Program Pengembangan Wilayah Perdesaan (PPWP). Secara nominal, jumlah dana yang didapatkan dari hasil kemitraan para pihak sebesar Rp420.290.700, terdiri dari sumber dana APBN PAKET dan BLM sebesar Rp124,2 juta, sharing Pemda melalui kemitraan dinas terkait (PDPM dan PPWP) Rp261,5 juta, serta kontribusi swadaya masyarakat sebesar Rp34.590.700.
Dari sinergi beberapa program tersebut, alhasil spot kawasan TPI Pantoloan saat ini sudah dilengkapi dengan rumpon, perahu, mesin katinting, perangkat penangkapan ikan tradisional, anjungan wisata pemancingan, bantaya (area pertemuan beratap), MCK, dan icebox set (boks tempat penyimpanan ikan) serta talut penahan abrasi pantai sepanjang 150 meter. Fakta yang tidak kalah penting adalah terbentuknya sejumlah kelompok masyarakat yang bertugas menjaga dan mengoperasikan perangkat-perangkat tersebut agar berkelanjutan. Jenis-jenis ikan tangkapan para nelayan di TPI Pantoloan sangat beragam, mulai dari Ikan Teri (rono) sampai jenis Barakuda Laut. Semua itu dijual langsung kepada para penjaja ikan beroda dua yang selalu antri pada pagi hari menunggu hasil tangkapan nelayan. Selain menjadi pasar ikan pagi, TPI Pantoloan juga menjadi rest area di sore dan malam hari. View alam yang menawarkan pemandangan pelabuhan dan pintu masuk Teluk Palu menjadi sense nature yang khas kota pelabuhan saat memancing atau bersantai di TPI Pantoloan.
Sinergi program yang digagas oleh BKM Kabeloa, Kelurahan Pantoloan di PNPM Mandiri Perkotaan merupakan refleksi dari perpaduan spirit pengentasan kemiskinan dengan pendekatan kreatif, sehingga hasil karya yang dibuat tidak hanya dinikmati income-nya oleh para warga miskin, tapi ke depan bisa menjadi ikon kedua Kelurahan Pantoloan, setelah dijuluki sebagai Kota Pelabuhan. Untuk sementara, pendanaan yang terbatas dapat diatasi oleh BKM Kabeloa Kelurahan Pantoloan dengan melakukan sinergi program, sehingga sejumlah kesempitan justru merangsang lahirnya ide-ide kreatif. Ke depan, sejumlah optimisme dan kreatifitas yang lain telah “terhimpun” dengan baik di BKM Kabeloa, tinggal menunggu masa untuk menumpahkannya. Berbekal kunci untuk tak bekerja sendiri, BKM yakin sanggup melintasi berbagai aral. Sepintas melihat potret BKM Kabeola, terlihat kesuksesan BKM ini menjalin mitra. Untuk detail kegiatan-kegiatan tersebut, berikut pendanaannya per event, dapat menghubungi KMW 8 Sulawesi Tengah. Kita Peduli Kita Bisa Atasi! (OC 8 Sulteng) Editor: Tomy Risqi/Nina K. Wijaya |
| Komentar:
|
| Tidak ada tanggapan |
|
|