Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan
Forum
Kamis, 9 September 2010
, Selamat datang di website P2KP!
Forum P2KP dipergunakan untuk curah pendapat pelaksanaan P2KP.
Tidak diperkenankan mengirimkan berita atau pesan yang berupa fitnah, hasutan, penghinaan, pelecehan, pornografi, narkoba, pendapat yang berbau SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan), iklan (advertising), spamming, politik, dan sejenisnya, apa pun bentuknya. Gunakanlah bahasa yang sopan dan berkaidah/beretika. Tim Website P2KP tidak bertanggungjawab atas isi atau kebenaran informasi di forum ini.
Forum:  Mimbar bebas
Kirim tanggapan | Kirim pesan baru | Daftar | Arsip | Cetak
untuk Pak Askot GesarP2KP Banget! 
claudia anridho, 28 Januari 2010, jam 19:55:13
Maaf bila tulisan saya kemarin menyinggung panjenengan Pak. saya tidak pernah merendahkan siapapun. tetapi saya sebagai anggota masyarakat wajar bila menyuarakan kekurangan didalam pelaksanaan tahapan siklus di dalam program PNPM. ini akan saya buka beberapa kegiatan yang dilakukan faskel dan bapak sebelum menjadi Askot. :
1. PJM selalu dikerjakan faskel, iya atau tidak, ndak usah dijawab Pak . semua BKM se surabaya udah tahu, dan saya gak butuh jawaban bapak, karena ayah saya pengurus BKM.
2. Dulu sebelum bapak menjadi Askot anda adalah seorang senior Fasilitator yang mendampingi di wilayah Kec. Genteng, dan sekitarnya. maaf ayah saya yang tahu. semua LPJ diborongkan ke anak buah BPK yaitu faskel infra. iya ato tidak, saya gak butuh jawaban karena semua BKM di wil Kec genteng dah tau pak.
3. Andah terlalu memandang rendah dan tidak menghormati kepada seseorang yang memberikan masukan untuk kebaikan program PNPM di Surabaya. apalagi anda merendahkan saya dengan kata2 cipika cipiki. apa layak seorang terhormat seperti anda yang punya status tinggi di program PNPM berlaku kurang sopan.

4. Apabila masukan saya dianggap salah seharusnya anda bisa cek ke lapangan dan saya akan berterima kasih,bukannya malah mengejek. karena saya ngomong berdasarkan fakkta dan data dari ayah saya ketika beliau sedang ngobrol dengan sesama PK BKM.

sebelumnya saya berterima kasih kepada anda, dan tolong semua masukkan disikapi dengan dewasa. kita tidak butuh berdebat kusir. atau mencari siapa yg salah dan benar, tetapi bgmn membuat program ini bermanfaat bagi masyrakat miskin dan tidak pada pengurus BKM yang lebih makmur jika ada program masuk. itu aja pak.

sekali lagi saya mohon maaf jika kata2 saya diatas kurang berkenan di hati faskel dan lainnya.
kami masyarakat di wilayah kec genteng siap diajak diskusi dan dialog pak gesar. kapan bapak bisa, akan saya siapkan data pendukung. agar omongan saya diatas tidak dianggap memfitnah seseorang.

[Kirim tanggapan | Kirim pesan baru]



Tanggapan 1
 
Re: untuk Pak Askot Gesar
Furaihan Abadi, 28 Januari 2010, jam 21:11:34
Ah..jangan begitulah mbak/ibu/bapak claudia, jangan merendahkan BKM surabaya tdk semua bkm surabaya seperti di genteng lo, klu gitu pantas donk Pemkot surabaya kemrin tdk mau merekomendasikan seluruh BKM kec.genteng melakukan pencairan BLM, dan semoga ayah claudia tidak menjadi bagian dari pengurus BKM yg telah mengkorupsi dana masyarakat di BKM-BKM kec.Genteng.sy kira semua BKM surabaya sdh tahu semua kondisi BKM di kec.genteng, baru bergeliat setelah BLM pasti cair, coba lihat sebelumnya tertutup kpd semua pihak, LPJ tdk jelas, uang jutaan tdk jelas itu uang rakyat bung. Skrng mau menfitnah BKM se-surabaya setelah BKM anda dinyatakan tdk layak untuk mencairkan dana BLM 2009, lagi2 faskel dan askot anda mau dikorbankan, tp tidak apa2 resiko mereka digaji uang rakyat.
Kepada semua pihak dan claudia ngk usah menyimpulkan orang dewasa atau tidak, meremehkan atau tidak menghormati hanya karena masalah cipika cipiki, jangan terprofokasi dg orang yg suka menyimpulkan dengan pemahaman yg rendah dan suka menilai orang serba negatif, karena sebenarnya orang spt itulah yg tidak dewasa, lebih baik kita bahas jauh kedepan dari pada mempermasalahkan cipika cipiki. Ayo bangun surabaya dengan kebersamaan, budayakan musyawarah dg akal sehat jangan otot2tan, klu semunya ingin lebih baik..

FURAIHAN ABADI
Warga kelurahan Genteng skrang pindah ke Kelurahan Kenjeran
Tanggapan 2
 
Re: untuk Pak Askot Gesar
CAK GESAR, 28 Januari 2010, jam 22:27:05
Ungkapan anda sama sekali tidak menyinggung saya, karena semua yang anda sampaikan menjadi masukan dan instropeksi bagi saya selaku askot cd.
Saya selalu terbuka untuk mendiskusikan dan dialog mengenai permasalahan yang anda ungkapkan, oleh karena itu saya cantumkan informasi telepon saya. (tlp korkot 0318284497 dan mobilephne saya 03170542112)
secara struktural saya mempunyai atasan berjenjang yaitu korkot, Ta,TL dan seterusnya.
Monggo silakan di korkot atau dilokasi mana saya siap untuk menindaklanjuti.
Mohon infonya agar mempermudah kita diskusi atau dialog
Selama fakta - fakta itu ada anda tidak memfitnah tapi anda telah memberi informasi dalam kerangka untuk ditindaklanjuti
Apa benar LPJ diborong faskel? karena saya pindah, proyeknya belum dikerjakan apalagi LPJnya.
Saya baru saja konfirmasi faskel infra katanya tidak merasa memborong
okelah kita memang harus bertemu
Dengan segala kerendahan hati saya mohon maaf atas kelancangan kata - kata cipika cipiki sebagai salam penutup saya.
Sampai ketemu salam hormat saya untuk anda (claudia anridho)
Tanggapan 3
 
Re: untuk Pak Askot Gesar
Buddy Prayitno, 29 Januari 2010, jam 8:04:35
Ahh..indahnya kalau semua mau bekerjasama dabn berembug. hmm..kesalahan, kelemahan dan perbedaan pasti selalu ada, semoga semua berlanjut dalam niat positif, pikiran positif, bicara dan bertindak positif. Amien..amienn..amien..
Tanggapan 4
 
Re: untuk Pak Askot Gesar
chalsi dikmanto, 29 Januari 2010, jam 8:28:38
selamat pagi Claudi Anridho
saya sebagai faskel infra yang pada waktu itu senior faskel saya Bpk Gesar.
saya menanggapi pernyataan saudara/i diatas bahwa saya belum pernah sama sekali mengerjakan yang namanya LPJ di Kec Genteng. dan saya rasa pada waktu itu saya hanya sempat menfasilitasi pendampingan penyusunan Proposal dan itupun dikerjakan secara bersama sama dengan para KSM. dan pelaksanaan kegiatan belum sama sekali terlaksana bagaimana saya kok bisa dikatakan memborong semua LPJ, tolong dipahami itu.

contact saya 08819591859
faskel infra kec. genteng tahun 2008
Tanggapan 5
 
Re: untuk Pak Askot Gesar
Hari Prasetyo, 29 Januari 2010, jam 10:27:42

Terimakasih tanggapan temen2 kru Surabaya atas tulisan mas/mbak caludia anridho. Apapun yang ditulis, benar atau tidak, kritik dan saran dari pihak lain (diluar pelaku) sangatlah penting bagi kita semua. Jangan kedepakan emosi dan amarah dalam memberikan tanggapan, klarifikasi bila itu tidak benar, sebaliknya lakukan introspeksi dan perbaikan bila kritik itu benar. Prinsip yang harus kita pegang : yang mengetahui apa yang kita lakukan itu adalah orang lain, bukan kita sendiri !!!! Oleh karena itu, mas/mbak claudia....claudia lain perlu terus kita tunggu di mimbar bebas ini !!!


Seperti halnya tuduhan mas Wawang yang katanya saya selaku PD mengatur promosi Faskel menjadi SF dan/atau SF menjadi Askot.....tidaklah benar. Karena, saya secara teknis tidak menentukan personil di tingkat propinsi. Setahu saya, setiap ada promosi di lapangan, selalu ada usulan dari korkot kepada Team Leader Propinsi. Tetapi tidak selamanya usulan tersebut disetujui, karena di level propinsi juga sudah ada data evaluasi kinerja Faskel. Untuk menjadi SF dan Atau Askot, ada pertimbangan-pertimbangan :
1. Memiliki pengalaman di PNPM Perkotaan/P2KP yang cukup
2. Memiliki kemampuan manajerial dan kepemimpinan yang memadai
3. Mampu bekerja dalam sebuah Tim
4. Mampu mendorong, mensupport dan mengendalikan anggota/bawahannya

Salut dengan temen2 surabaya, mas/mbak claudia dan mas wawang......semoga kinerja surabaya kedepan menjadi lebih baik.


Wassalam,


Hari Prasetyo
081231340010 / 0816592535

Tanggapan 6
 
Re: untuk Pak Askot Gesar
chalsi dikmanto, 1 Februari 2010, jam 12:56:11
menanggapi pernyataan saudara diatas pada poin 2 saya sebagai faskel infra siap diajak klarifikasi kalau itu memang benar dan kalau itu memang salah. karena anda nggak tidak butuh jawaban disini.

contact saya 08819591859
terima kasihawas ya...
Tanggapan 7
 
Re: untuk Pak Askot Gesar
bimo arimbi, 1 Februari 2010, jam 15:03:27
mimbar bebas ini sebenarnya diciptakan untuk saling membangun komunikasi yang baik...bukan "hal2 negatif" P Hari sudah memberikan "ular2/pesan"..mohon diselesaikan di luar arena ini..bila sudah selesai...mari tulis yang baik2 disini...amin..damai itu indah..semoga jadi pengalaman baik untuk kita... manis kan?...manis kan?...manis kan?...manis kan?...manis kan?...manis kan?...
Tanggapan 8
 
Re: untuk Pak Askot Gesar
san dia, 2 Februari 2010, jam 15:00:27
Pak Hari said:

Untuk menjadi SF dan Atau Askot, ada pertimbangan-pertimbangan :
1. Memiliki pengalaman di PNPM Perkotaan/P2KP yang cukup
2. Memiliki kemampuan manajerial dan kepemimpinan yang memadai
3. Mampu bekerja dalam sebuah Tim
4. Mampu mendorong, mensupport dan mengendalikan anggota/bawahannya

(Sebagai gambaran ideal 100 % cocok dan setuju sekali)..
Tetapi:
Pertanyaannya sejauhmana kebijakan itu sudah dilaksanakan, sy kira kok belum.. masih jauuuh.
Ditemui dilapangan fenomena yg terbalik... seperti BKM yg didampingi SF nya masih baruuu dan gres, sedangkan yg lebih berpengalaman lebih banyak...
dan soal kapasitas, juga masih mengkawatirkan...misal: mengisi pelatihan saja tidak mampu dan tidak mau, dipekso-pekso nglatih juga tidak bisa. Public speaking didepan masyarakat juga kurang, apalagi kemampuan manajerial.
Bisa jadi sesungguhnya yang terjadi karena faktor lain: kedekatan atau mungkin semacam "kroni2 tertentu" yang harus dihindarkan karena akan membunuh potensi dan peluang yang lain.

Betuul?
Tanggapan 9
 
Re: untuk Pak Askot Gesar
Hari Prasetyo, 3 Februari 2010, jam 16:19:21

Mas San Dia, terimakasih atas masukan dan infonya terkait kapasitas perosnil Jatim di lapangan....misalnya ada faskel baru yang langsung menjadi SF...dst. Saya perlu jelaskan sejarah PNPM Perkotaan di Jawa Timur. Pada awal tahun 2009, di Jawa Timur ada 3 KMW (KMW Jatim-KMW 15 dan KMW 6), kemudian pada pertengahan April 2009, KMW-KMW tersebut digabung menjadi satu, yaitu KMW VI Propinsi Jawa Timur. Pada saat yang sama di Jawa Timur juga mendapat program ND (PLPBK), yang faskelnya/Askot/Korkotnya harus diambil dari Faskel reguler (mengurangi jumlah faskel reguler yang berpengalaman)

Dari sisi lokasi sasaran di Jawa Timur :
Pada Januari-Maret 2009, Kab/kota sasaran sebanyak 27 Kab/Kota, mulai April 2009 sasaran menjadi 36 Kab/Kota (ada 9 kab/Kota baru). Jumlah Kecamatan sasaran jan-April 2009 sebanyak 94 kec, Mulai April 2009 menjadi 152 kec (tambahan 58 kec baru). Jumlah Kel/desa sasaran Jan-Maret 2009 sebanyak 869 kel/desa, mulai April 2009 kel/desa sasaran menjadi 1.893 kel/desa (tambahan 1.024 kel/desa baru)

>>> mulai April 2009 terjadi penambahan Kel/desa yang cukup banyak, implikasinya akan menambah jumlah Tim Faskel (SF dan Faskel)

Dari Sisi Personil Lapangan di Jawa Timur :
Januari - Maret 2009 : Korkot = 6 org. Askot CD = 7 org, Askot MK = 7 org, Askot Infra = 7 orang
Mulai April 2009 menjadi : Korkot = 25 org, Askot CD Mandiri = 11 org, Askot CD = 11 org, Askot MK = 34 org, Askot Infra = 34 org

Januari-Maret 2009 : Jumlah SF = 127 org, Faskel CD = 146 org, Faskel EK = 126 org dan Faskel TEK = 125 org.
Mulai April 2009 : jumlah SF menjadi 241 org, Faskel CD = 379 org, Faskel EK = 244 org dan Faskel TEK = 337 org

>>> mulai April 2009, banyak SF/Faskel yang naik menjadi Askot di Jawa Timur serta banyak Faskel yang naik menjadi SF

Ketika KMW-KMW di Jatim (KMW Jatim-KMW 15 dan KMW 16) melakukan rekrutmen faskel baru pada bulan Januari-Maret 2009, pendaftarnya adalah calon faskel yang kebanyakan belum berpengalaman di P2KP....akibatnya yang diterima pastilah kebanyakan yang belum berpengalaman P2KP

Konsekwensi logisnya : untuk memenuhi kebutuhan SF yang berpengalaman P2KP pun menjadi tidak cukup, sehingga kebijakan saat itu adalah Faskel baru, meskipun belum berpengalaman P2KP tetapi hasil pengamatan pada waktu pelatihan dasar memiliki kelebihan DENGAN TERPAKSA di promosikan menjadi SF.

Mungkin hal inilah yang sekarang dirasakan dan yang ditulis oleh Mas San Dia....ada yang menjadi SF tetapi belum berpengalaman P2KP (kaluk dilihat uraian di atas, pastilah Mas San Dia dapat memahami kebijakan saat itu). Karena cukup banyak SF yang naik menjadi Askot, begitu juga banyak Faskel yang harus dipindahkan ke Faskel Advance).

Kondisi ini saya tulis agar, korkot2 di Jatim....melakukan langkah-langkah penguatan kepada SF (baik yang berpengalaman P2KP maupun yang belum, karena kondisi memang memaksa harus menjadikan SF yang belum berpengalaman P2KP)

Demikian penjelasan saya, agar para pihak memahami kondisi pada saat itu.......sehingga keputusan yang diambil oleh Team Leader saat itu (KMW Jatim-KMW 15 dan KMW 16) ya menyesuaikan kondisi saat itu........

Penjelasan saya kok mirip kasus Century yaaa.....sistemik saat itu, tapi belum tentu sistemik saat ini ??????? he...he....he....


hari prasetyo


Tanggapan 10
 
Re: untuk Pak Askot Gesar
rina suprabowo, 3 Februari 2010, jam 18:29:02
san dia itu Mas apa Mbak, sih?

(komentar ga penting! lupakan)
Tanggapan 11
 
Re: untuk Pak Askot Gesar
Furaihan Abadi, 3 Februari 2010, jam 22:17:31
NGApain ngurus mbak apa mas...wah..wah..itu aja kok bikin repot...malu...
Tanggapan 12
 
Re: untuk Pak Askot Gesar
DIKA, 4 Februari 2010, jam 11:42:32
Betul itu mas PRAS, apa yang dikatakan SAN DIA adalah gambaran realita dilapang.
Kalau gak percaya bisa di-cross chek, rata2 yang jadi SF karena faktor kedekatan atau sekedar titipan, karena ada tuh yang pengalaman lebih dari 5 tahun di P2KP cuma jadi faskel aja, sampai2 pada waktu penanda-tangan SPK bulan april 2009 yang lebih senior mundur karena dijadikan faskel, padahal ybs cukup berpengalaman.
Atau mungkin KMW mencari figur SF yang bisanya hanya "SENDIKO RATU" alias nurut,gak ngeyelan.
Terus yang bisa jadi SF apa dari CD saja, bagaimana yang dari Ekonomi,Tehnik.
Karena yang jadi SF dari CD, ngomongnya blekok2 dan tidak bisa membuat perencanaan dalam TIM (action plan) yang disesuaikan dengan siklus kegiatan PNPM.
Apa gak malu2-in kalau ditertawai dan bahan rasan2 masyarakat yang menjadi dampingannya.
Bila perlu adakan seleksi di-tiap TIM Faskel untuk memaparkan pemahaman tentang siklus PNPM dan Rencana Kerja TIM, siapa yang pantas jadi SF.
Semua itu bukan semata-mata ingin mendapat gaji lebih tinggi (cuma rp. 500.000 bedanya kok), tapi mau dibawa kemana masyarakat ini agar memahami program yang telah dicanangkan Pemerintah.
Saya sih gak tahu kalau ini yang diinginkan, dengan moto yang penting proyek jalan terus dan kantong tidak kosong.
Bagaimana mas PRAS, usulan saya dipertimbangkan ya (demi kebaikan bersama)

thankyou
Tanggapan 13
 
Re: untuk Pak Askot Gesar
imbaspower, 4 Februari 2010, jam 15:13:53
Luar biasa lah pokoknya Pak Hari Pras. Cerdas, detil, taktis dan rendah hati. Seandainya seluruh SF dan Faskel sekualitas Pak Hari pastilah aman dunia P2KP... Salam Takzim..

Tetap semangat
manis kan?...manis kan?...manis kan?...
Tanggapan 14
 
Re: untuk Pak Askot Gesar
Hari Prasetyo, 5 Februari 2010, jam 18:52:39

Mas Dika,

Terimakasih, atas info terkait kemampuan SF yang belum optimal di lapangan. Insya Allah, saya secara bertahap akan melihat lapangan (sudah beberapa Kab/Kota) di Jatim dan di luar Jatim yang saya datangi dan selalu saya sempatkan untuk berkumpul dan berdiskusi. sekaligus ingin mengetahui dan menakar kapasitas personil di lapangan.

Ada 2 aspek yang ingin saya lihat dari personil lapangan :

1. kapasitas memahami substansi program (level masyarakat dan level kota)
2. kapasitas dalam memberikan teknik fasilitasi kepada sasaran (level masyarakat dan level pemerintah daerah)

Memang dalam beberapa hal, saya merasakan adanya kelemahan-kelemahan dan tentu ini sangat penting dan menjadi pertimbangan dalam menelurkan kebijakan-kebijakan yang selanjutnya secara teknis-operasional akan dieksekusi di lapangan oleh Team Leader Propinsi dan Korkot.

Tentu kita semua tidak sependapat, bila PNPM MP ini hanya dijalankan secara ritual mekanistis dengan tolok ukur keberhasilan dangkal yang semata-mata hanya bermuara pada : siklus sudah selesai, BLM 100 % telah cair dan atau BLM telah termanfaatkan 100 %, timesheets personil 30 hari terisi semua,....dst...dst

Prinsip yang harus terjadi dalam sebuah program pemberdayaam adalah (1) terjadi sebuah perubahan sikap dan perilaku kolektif di level masyarakat dan level pemda kearah yang lebih, (2) peribuhan sikap dan perilaku tersebut harus didasari oleh adanya kesadaran kritis secara kolektif di 2 level sasaran program dan (3) kesadaran kritis harus terjadi sebagai akibat adanya proses pembelajaran atau edukasi.

Pertanyaannya : seberapa jauh fasilitasi yang kita berikan mengarah kepada terjadinya (1), (2) dan (3) seperti tersebut diatas ????
Pertanyaan ini tidak memerlukan jawaban dalam bentuk (1) sudah-belum, (2) dijamin-tidak dijamin, (3) terjadi-belum terjadi....dst. Tetapi yang dibutuhkan hanya berupa jawaban tanpa suara - tanpa kata !!! Apa itu ????? Review/Refleksi atas apa yang telah-sedang dan akan kita lakukan sebagai sosok manusia yang sudah mendeklarkan diri sebagai FASILITATOR ........

Terimakasih...kepada para pihak, atas semua masukan.....


hari pras (surabaya-jatim)



Tanggapan 15
 
Re: untuk Pak Askot Gesar
ardian zamzamy, 5 Februari 2010, jam 19:14:06
harus diakui BKM yang dikatakan mandiri dan madani masih jauh dari mimpi sehingga seharusnya ini menjadi intropeksi kita bersama, bukan hanya bagi faskel saja tapi bagi BKM juga sampai sejauh mana nilai-nilai kerelawanan mereka setelah menjadi anggota BKM serta seberapa besar mereka memiliki SDM dan kreativitas bagi penanggulangan kemiskinan ...... mari kita renungkan bersama.............capek!...


Kembali ke atas | Kirim tanggapan | Kirim pesan baru
sebelumnya... 1 2 selanjutnya...
 
Tim pengelola website
PNPM Mandiri Perkotaan
Jl. Penjernihan 1, No. 19 F,
Pejompongan - Jakarta Pusat 10210
Telp: (021) 70912271, (021)-70952271
Home | Warta | Media | Best practice | Forum | Pustaka | Aplikasi | Laporan | F A Q | Kontak
Total pengunjung hari ini: 2017, akses halaman: 2292, pengunjung online: 711, waktu akses: 0,016 detik.