Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU)
Forum
,
Selamat datang di website KOTAKU.
HomeForumCapacity Buildingsemakin jauh panggang dari a
semakin jauh panggang dari a 
Agus Sudirman, 14 Juli 2011, jam 11:17:09
Salam
saya mengenang program ini dengan:
Membaca pedoman p2kp 2002
Mencermati foto2 kegiatan dimasyarakat tahun 2003-2004
Pedoman pelaksanaan, buku saku, forter, leaflet 2003, logbook
mengingat saat jadi faskel ngajak mayarakat miskin to bermimpi n berjuang bersama
merinding bulukuduk "sumpah" waktu namanya P2KP nuansanya ( sakral, revolusi, gerakan,perlawanan, kerelawanan, dermawan, militan, ideologi, perjuangan, moral, nilai, prinsip, informal, sederhana, disukai, merasa memiliki, pokonya segudang bahkan selapangan nuasa kebaikan itu terasa) jadi saat mendampingi tak kenal waktu diantara faskel dan masyarakt saking asiknya kita.
sampai-sampai saat tahu faskelnya akan dipindahkan berurai air mata, busetttt ruaarrr biasacapek!...,
saya berharap dan yakin dilapangan masih ada suasana itu.

ohhh warga miskin niat ku membantumu supaya gak terlalu susah menghadapi hidupcapek!...

Astagfirulloh
dksyuka

[Kirim tanggapan | Kirim pesan baru]



Tanggapan 1
 
Re: semakin jauh panggang dari a
boyke nugraha, 14 Juli 2011, jam 18:07:49
mentari meredup bias cakrawala warna warni kehidupan selalu berubah dan berubah terus berubah....... perlahan tenggelam perlahan menghitam....perlahan2 mulai menghilang smakin menghitam dan menghitam dalam kegelapan....... masih ada secercah cahaya untuk kita berbuat dengan spirit nilai di jiwa para revolver..

mari kita jadikan :
1. warna warni menunjukan perbedaan yang membangun kita untuk bersatu mencapai satu tujuan
kreativitas......
inovasi......
2. belajar......belajar.....dan belajar.......
3. bangun komitmen..........untuk mencerdaskan masyarakat
4. jangan pernah menyerah dengan tantangan yang ada........
5. militansi.........untuk survival

AKSI.....REFLEKSI.....AKSI....REFLEKSI
MASIH ADA DAN TERASA SUKA DAN DUKA KEBERSAMAAN

KERJA KERAS LAGI.........
PASANG BADAN LAGI......

SAYA YAKIN TEMAN - TEMAN PARA REVOLVER.... MASIH ADA.......GERAKAN ITU MASIH ADA....... SATU VISI ITU MASIH ADA........ ting..ting!ting..ting!

JANGAN LUPA BERDOA UNTUK NIAT DAN IKHTIAR UNTUK MENCAPAI TUJUAN MENINGKATKAN HARKAT DAN MARTABAT KESEJAHTERAAN MASYARAKAT MISKIN SUPAYA TERCAPAI..........AMIIIIIN


SALAM DAN HORMAT UNTUK PARA PEMBERDAYA........
JANGAN PERNAH MENYERAH.........
Tanggapan 2
 
Re: semakin jauh panggang dari a
hari prasetyo, 14 Juli 2011, jam 23:55:19
lha...apinya sudah jadi "amtenar" di Advan sih.......dan kamu syuka ....ha..ha..ha...apa ya?...awas ya...geerrrh!...
Tanggapan 3
 
Re: semakin jauh panggang dari a
jim manopo, 15 Juli 2011, jam 10:27:54
Insyaallah masih banyak kang..

Tantangan terbesar dari kita semua saat ini adalah bagaimana keluar dari rutinitas siklus BLM, dan sudah banyak rekan2 kita dilapangan yang sudah mampu dan mau melakukan itu. Banyak rekan2 kita yang sudah berusaha punya KSM2 "unggulan" yang riil eksistensinya, banyak juga yang sudah melakukan channeling dengan pihak mitra guna melakukan pembinaan KSM dan BKM, banyak pula yang sudah melakukan fasilitasi kemitraan dengan pihak BUMN, Swasta dan Pemerintah Daerah. Jadi sebenarnya spektrum upaya nangkis yang dilakukan rekan-rekan kita sudah mulai meluas, tidak sekedar asyik di desa saja. Haqqul yakin masih banyak success stories yang sudah diukir oleh rekan2 kita. Hanya sayang sekali rekan2 kita memang nggak mau riyak dan takkabur dengan menceritakannya di WEB kita ini, padahal kalo rekan2 kita mau share maka hal ini bisa jadi pembelajaran yang baik bagi kita semua.

Smoga apapun kondisi dan posisi kita, semangat pemberdayaan selalu mengiringi langkah kita.
Amiennnn
Tanggapan 4
 
Re: semakin jauh panggang dari a
aspian nur, 15 Juli 2011, jam 13:51:13
Dalam suatu agama memang ada nilai-nilai tertentu yang di nilai ria dan perasaan yang ingin di lihat-lihat amalnya namun hal ini juah berbeda dengan hal tersebut. Sebagai contoh sembahyang berjamaah itu menjadikan nilai berlipat ganda dan menghilangkan nilai ria sekelompok orang, di bandingkan dengan sholat yang sendiri. Begitu juga halnya dengan PNPM, dimana ajang ini adalah ajang untuk membagi sedikit amal yang kita lakukan di lapangan sehingga orang lain pun merasakan amalnya atas amalan sekelompok orang yang sukses yang ingin membagi amalnya, untuk itu perlunya menshare pengalamannya melalui best practice atau bahkan bad practice sehingga sekelompok yang lain tidak melakukan kesalahan yang sama, dengan kegiatan yang sama. Jangan sungkan untuk membagi ilmunya, menulis dan menulis setiap kemajuan yang bermanfaat bagi masyarakat miskin. Jika tidak ada publikasi bagaimana kita ingin belajar ?. bahkan banyak yang terjadi di lapangan data di bawa sendiri tanpa membeberkan atau mempublikasikannya, bahkan ada yang memusnahkannya karena kecewa dengan seseorang atau lembaga yang membesarkannya selama ini. Sekali lagi yo mari belajar untuk mempublikasikannya demi kemajuan kita, kemajuan tim kita, kemajuan lembaga yang di beri amanah ini......
Tanggapan 5
 
Re: semakin jauh panggang dari a
Abdus Salam, 15 Juli 2011, jam 19:38:21
Masalalu memang terasa indah dan seringkali banyak yg merasa lebih baik masa lalunya, seperti yg seringkali terucap dari para orang tua " anak jaman sekarang kok nakal2 ya tdk seperti anak2 zaman dulu"padahal tidak mesti zaman dulu tidak nakal2....kata bang haji Rhoma Irama "kalau sudah tiada baru terasa, bahwa kehadirannya sungguh berharga.......
begitu juga dg P2KP antar zaman sampai dengan bernama PNPM,,,perlu diingat dan direfleksikan, BKM bermasalah, 75% adalah BKM2 yang lahir pada tahun2 yg katanya lebih baik dari segi komitmen dan loyalitas....

Anda ditangisi karena pada zaman itu BLM gampang cair..sekarang..????????? he..he...pisss Bung Agusss...


Salam silaturrahmi buat Bung Agus Sudirman..kapan naik Bis Akas Lagi ke Pamekasan...he..he...
Tanggapan 6
 
Re: semakin jauh panggang dari a
MOHAMMAD RUSLAN, 16 Juli 2011, jam 9:03:02
saluuut..kang agus...ting..ting!

berbicara kerinduan dan kejayaan masa lalu atw masa2 awal p2kp.. memang akan menimbulkan pro & kontra.. bagi yang pernah bahagia atwpun kecewa dgn masa lalu.. maupun yg hidup dimasa skrg yg cuman mendengar tentang masa lalu tsb, btw.. apapun itu.. janganlah membuat kita terlena.. mencari kambing hitam atwpun pembenaran.. karena bisa memunculkan 'debat kusir" hingga 'pembunuhan karakter' bagi pihak2 yg merasa terganggu "status quox" maupun "penghamba" akan kepentingan atas kekuasaan semata..woow!...

artix.. kita kembalikan kpd pardigma masing2.. dan setiap orang berhak menjadi pribadi yg menurutx 'org baik" menurut versix masing2, kita terlahir..walaupun kembar identik pasti memiliki kepribadian yg berbeda..walaupun dibungkus dalam wadah yg sama.. jika kita memposisikan perbedaan itu (dlm menjalankan amar ma'ruf) sebagai "rahmat" maka..ini akan menjadi "pembelajaran indah" bagi kita smua.. tanpa harus sibuk mengaku-aku sbg yg paling senior atwpun paling tua & paham substansi program kita, tanpa pernah salah atw gagal.. maka kita tdk akan pernah tau.. benar atw berhasil.. karena itu merupakan "sunatullah" sang pencipta seperti penciptaan siang dan malam maupun surga dan neraka, so bijaklah.. menempatkan diri2 kita...senangnya...

akhir kata, biarlah.. waktu yg akan menyeleksi siapa orang yg betul2 "peduli" dan mana yg "sesat menyesatkan".. kita hanya manusia biasa.. yg mencoba betlayar sambil membangun kapal.. yg sesuai kebutuhan kita masing2.. apapun hasilx.. itulah "yang Terbaik" dari sang pencipta... (laa hawla wala quwwata illa billah...)manis kan?...

salam.. "we share.. we care'.. dari Lembah Palu... (^_^)
Tanggapan 7
 
Re: semakin jauh panggang dari a
Imanudin Imanudin, 21 Juli 2011, jam 8:50:00
wahh hebat dan salut bagi rekan - rekan.

Masa lalu bisa dijadikan salah satu dari refleksi, tapi jangan terus terbuai.

kebanyakan hal yang baru bagi semua orang penasaran terhadap hal yang baru, seperti dulu P2KP, masyarakat berkumpul dan berbondong-bondong, sehingga mereka menyatakan P2KP berbeda dengan program yang lainnya. Tantangan kita bagaimana memelihara agar hal tersebut tetap konsisten. justru saat ini kita bisa menilai tingkat kesadaran kritis yang dimiliki oleh masyarakat.

Mari rekan - rekan kita tetap semangat untuk fokus menanggulangi kemiskinan, bukan malah menambah kemiskinan baru.

kita peduli kita bisa atasi



Tanggapan 8
 
Re: semakin jauh panggang dari a
ngurah durya, 21 Juli 2011, jam 10:57:42
pergulatan batin
perenungan panjang
melihat dunia yang terus berputar
seperti perulangan sejarah

mana lebih penting
Program berdasar "RULE BASE"
atau "PRINCIPLE BASE"

program semakin besar dan kompleks sehingga membutuhkan lebih banyak aturan main "RULE"
sehingga konsekwensinya "sepertinya" seseorang berjalan tidak dengan hati, tapi karena tuntutan program.

"sepertinya" tidak karena militansinya dst, karena dulu kita masih "Prinsiple base" atau belum banyak diatur, diserahkan pada moral pelaku dst, sehingga "sepertinya" seseorang berjalan kerena militansinya, walaupun tidak/belum jadi tuntutan program

Bagaimanapun juga menurut saya lebih baik "Rule Base" sesuai dengan hasil banyak penelitian, dimana disarankan untuk negara yang belum mencapai kemakmuran sebaiknya menggunakan hukum yang bersifat "Rule Base".

dan saya percaya sampai sekarang, bahwa energi yang menggerakkan mereka dilapangan adalah energi militansi yang sama dengan energi masa lalu. Amin

Tanggapan 9
 
Re: semakin jauh panggang dari a
Agus Sudirman, 25 Juli 2011, jam 15:19:47
heheheh
semua komennya lucu, xixixixi mirif komen di status FB
makasih ya,dksyuka
senangnya...
Tanggapan 10
 
Re: semakin jauh panggang dari a
Dursasana, 10 Agustus 2011, jam 10:18:07
Waduh..., komennya berat lho mas...
koq dibilang lucu?
coba simak apa kata mereka
tentang Apakah kita sudah jauh panggang dari api, atau agar tidak jauh panggang dari api
Boyke bilang bahwa kita harus militan
Jimmi bilang supaya kita dapat melakukan yang lebih dari sekedar gugur tugas
Aspian meminta kita saling berbagi, sesuai agama katakan
Abdul Salam mengingatkan mungkin anda terlalu romantism dalam menilai
Imanuddin mengingatkan supaya kita tetap komit
Ngurah memastikan bahwa semangat tersebut ada.
salut untuk teman-teman
Tanggapan 11
 
Re: semakin jauh panggang dari a
bocah mumet, 30 April 2012, jam 17:52:47


(sakral, revolusi, gerakan,perlawanan, kerelawanan, dermawan, militan, ideologi, perjuangan, moral, nilai, prinsip, informal, sederhana, disukai, merasa memiliki, pokonya segudang bahkan selapangan nuasa kebaikan itu terasa)

masih banyak mas Agus yg kayak gitu , tapi gak bisa berbuat banyak karena dibatasi target proyek

kayaknya harus ganti program !

ha..ha..ha...
Tanggapan 12
 
Re: semakin jauh panggang dari a
Danli Timisela, 1 Mei 2012, jam 14:19:35
Proyek - Program.
Bedanya apa ya? kedengarannya seperti 2 hal yg berbeda seperti langit dan bumi, atau sesuatu yang "jelek" dengan yang "baik". Bolak-balik baca forum ini isinya dikotomi "proyek-program". Satu hal yg saya tangkap bahwa Proyek punya Target (waktu?), Program tidak. Ini naif. Seolah-olah program ini tidak punya target.

Target program tidak tercapai, kita menyalahkan target pencairan BLM (baca: proyek).
Siklus PM tidak optimal, kita menyalahkan target pencairan BLM.
Banyak anggota BKM tidak aktif, kita menyalahkan target pencairan BLM.
Turnover Faskel tinggi, kita menyalahkan target pencairan BLM.
Faskel melaksanakan tugas administrasi BKM dan UP-UP bahkan KSM, kita menyalahkan BLM.
Ketergantungan masyarakat sangat tinggi terhadap Faskel, kita menyalahkan BLM.
BKM belum mampu mandiri, kita menyalahkan BLM.
KPI tidak tercapai, kita menyalahkan BLM.
....masih panjang daftar pembelaan atas ketidakmampuan kita...

Pergeseran yang dirasakan, sumbernya adalah pergeseran pada Sikap Pelaku. Yang masih belum bergeser, tularkan kepada yang baru, tarik yang sudah mulai bergeser.
Jangan menyalahkan Pedoman Umum, Pedoman Teknis, atau SIM dengan KPI-nya, atau sibuk protes tentang Alokasi dan Lokasi BLM, lakukan kegiatan sesuai TOR jangan hanya sekedar mengejar kewajiban administratif, jangan ngeles, jangan cuma mengeluh.
Mari ubahlah sikap kita, semoga "BKM" kita segera Mandiri.

“Jika Anda tidak menyukai sesuatu, rubahlah, jika Anda tidak mampu mengubahnya, rubahlah sikap Anda. Jangan mengeluh!”
“If you don’t like something, change it. If you can’t change it, change your attitude. Don’t complain!”
(Maya Angelou)
Tanggapan 13
 
Re: semakin jauh panggang dari a
laksamana aji, 22 Januari 2013, jam 1:50:06
makana jangan kelamaan kang agus.. dah harus Masa Persiapan Pensiun , kalo banyak mengenang itu biasanya pensiunan..ha..ha..ha...ha..ha..ha...ha..ha..ha...ha..ha..ha...ha..ha..ha...woow!...senangnya...senangnya...senangnya...manis kan?...manis kan?... sesuatu juga kalo kelamaan jadi gosong atau panggangannya menjauh takut gosong .. ha..ha..ha...ha..ha..ha...ha..ha..ha...ha..ha..ha... peace ah


Kembali ke atas | Kirim tanggapan | Kirim pesan baru
Jl. Penjernihan I No 19 F1 Lantai II,
Pejompongan Jakarta Pusat
Total pengunjung hari ini: 12379, akses halaman: 13017,
pengunjung online: 18393, waktu akses: 0,031 detik.
Didukung oleh: World Bank & Islamic Development Bank