Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU)
Forum
,
Selamat datang di website KOTAKU.
HomeForumPemerhatiUtang yang Memiskinkan
Utang yang Memiskinkan 
Yuli Ahmada, 21 Juli 2011, jam 0:06:09
Judul: Utang Yang Memiskinkan (Studi Kasus Proyek Bank Dunia di Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tengah)
Penulis: Irfan Muktiono Tim Peneliti dan Penyusun: (Koordinator) Coen Husain Pontoh, Ade Irawan, Adnan Topan Husodo, Heni Yulianto, Sholihatun Kiptiyah
Penerbit: Indonesia Corruption Watch (ICW)

Buku hasil penelitian ini memang tidak tertulis berdasarkan sebuah pendekatan “menara gading akademik.” Tapi justru secara lugas mengungkapkan contoh-contoh kasus mengenai dampak negatif dari utang. Di sinilah kekuatan utama hasil penelitian ini. Yaitu, menyadarkan kita semua bahwa masalah utang pemerintah bukanlah melulu tentang angka-angka, rumus-rumus, teori-teori dan asumsi-asumsi “surga pemikiran” lainnya. Tapi justru tentang bagaimana kegagalan manajemen utang pemerintah telah melahirkan tragedi-tragedi kemanusiaan pada tingkat mikro. (DR. Dradjat H. Wibowo, Peneliti Senior INDEF)

Sebagaian besar studi mengenai dampak utang luar negeri didasarkan pada studi mikro. Buku ini mengetengahkan pendekatan berbeda, dengan penelitian studi kasus. Peneliti masuk ke desa penerima utang, dan melihat bagaimana proses/mekanisme utang berlangsung. Lewat penelitian demikian, kita diajak melihat bagaimana korupsi sudah sedemikian merusak ke tingkat paling kecil dan menjadi budaya yang dianggap wajar. Kita bisa membaca kisah-kisah penerima utang, bagaimana mereka gagal mengelola utang, mereka yang hidupnya tidak berubah setelah menerima utang, bahkan terjerat dalam lilitan utang. Kisah yang bukan hanya menyentuh tetapi juga menyadari kita betapa aneka bantuan luar negeri itu hanya menguntungkan segelintir orang lewat praktik korupsi. Terang-terangan atau sembunyi. Besar atau kecil. (Eriyanto, Penulis buku “Metodologi Polling” dan “Analisis Wacana” dan staff majalah Pantau Kajian media dan jurnalisme) - http://www.keuanganlsm.com/2011/06/21/utang-yang-memiskinkan/

Yuli Ahmada

[Kirim tanggapan | Kirim pesan baru]



Tanggapan 1
 
Re: Utang yang Memiskinkan
ngurah durya, 21 Juli 2011, jam 10:44:05
Menurut saya, Penelitian ini:
1. mis spesifikasi, seharusnya Penelitian Kuantitatif bukan kualitatif
2. pendekatannya seharusnya studi makro, bukan mikro
3. tidak punya kekuatan generalisasi karena Studi Kasus, teknik samplingnya tidak ilmiah
4. filosofi filsuf Popper tidak selalu hrs diikuti, sebaliknya seharusnya Imre Lakatos, sehingga refrensi keilmuannya jelas dan terlihat mainstreamnya. pembahasannya lebih condong ke politis dan bukan ekonomis.
5. seharusnya judulnya juga sudut pandang mikro, mukan makro...
tq



Kembali ke atas | Kirim tanggapan | Kirim pesan baru
Jl. Penjernihan I No 19 F1 Lantai II,
Pejompongan Jakarta Pusat
Total pengunjung hari ini: 18974, akses halaman: 19768,
pengunjung online: 35517, waktu akses: 0,031 detik.
Didukung oleh: World Bank & Islamic Development Bank