Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU)
Forum
,
Selamat datang di website KOTAKU.
Mohon Masukan 
Imanudin , 28 Juli 2011, jam 9:21:23
Rekan - Rekan seperjuangan ...

Saat ini P2KP dan PNPM Mandiri Perkotaan telah berjalan hampir lebih dari 10 tahun, dengan segala dinamikanya, ada keberhasilan juga ada kekurangan, melalui forum ini saya mohon masukan sebagai media diskusi,mengenai beberapa hal, diantaranya :
a. Bagaimana menjaga agar BKM tetap optimal untuk melakukan tugas dan fungsinya sebagai motor penggerak
penanggulangan kemiskinan?
b. bagaimana agar PS 2 (daftar warga miskin) menjadi penerima manfaat utama dari kegiatan PNPM Mandiri
Perkotaan?
c. Bagaimana agar penyalahgunaan dana baik di sisi Konsultan maupun masyarakat tidak terjadi?
d. Bagaimana agar program ini lebih dikenal lagi di masyarakat?

Rekan-rekan tentunya ide cemerlang dari pemikiran rekan-rekan akan sangat berharga bagi kita semua. saya yakin melalui pengalaman rekan-rekan, akan banyak sekali hal yang bermanfaat yang bisa kita sumbangkan untuk perjalanan program ini terutama menanggulangi kemiskinan. Mari kita mulai untuk memberikan solusi-solusi yang terbaik untuk program ini.

Bagi rekan-rekan yang menyumbangkan pikiran melalui forum ini tidak akan mendapatkan reward apapun dari kami, namun tentunya akan banyak manfaatnya bagi perjalanan program ini, serta semoga ide dan gagasan rekan-rekan akan menjadi catatan amal baik. Mari kita jadikan forum ini menjadi media diskusi dan bertukar pikiran.

SELAMAT BERJUANG. SAYA TUNGGU IDE DAN GAGASANNYA.

Imanudin
TA Training KMP PNPM MP Wilayah 2

[Kirim tanggapan | Kirim pesan baru]



Tanggapan 1
 
Re: Mohon Masukan
Pranacitra, 28 Juli 2011, jam 13:31:28

Untuk poin c solusinya adalah marilah kita hidupkan kembali kesalehan sosial kita.
Hal ini sepele tapi sulit untuk diaplikasikan . Utamanya di tingkatan konsultan.
Kalau nggak ada itu saya kira sulit sekali bila program ini akan berjalan sesuai harapan.
Tanggapan 2
 
Re: Mohon Masukan
agus cahyana, 28 Juli 2011, jam 13:51:46
PNPM MP akan semakin dikenal di masyarakat manakala banyak nilai manfaat yang bisa diberikan buat mereka, bukan hanya yang bersifat materiil tapi juga yang sifatnya imateriil, dan yang tidak kalah pentingnya harus semakin ditumbuhkan semangat saling asah, saling asih dan saling asuh diantara para pelaku program, sehingga kebersamaan tidak hanya sebatas konsep tapi mewarnai setiap gerak langkah para pelaku program,,,salam pemberdayaan!!ting..ting!ting..ting!ting..ting!ting..ting!
Tanggapan 3
 
Re: Mohon Masukan
Imanudin Imanudin, 29 Juli 2011, jam 11:02:38
Rekan Pranacitra dan Kang Agus Cahyana, setuju bahwa yang perlu kita pelihara dan kita tingkatkan adalah nilai-nilai kebaikan, seperti kepedulian, kesalehan sosial, saling asah, saling asuh, dll, sehingga itu akan menjaga keberkanjutan sebuah program. semoga ini bisa menjadi penguat bagi kita dalam menjalankan program.

Ayo mana dari rekan rekan yang lainnya. 'KITA PEDULI KITA BISA ATASI'.

Tanggapan 4
 
Re: Mohon Masukan
abdus salam, 29 Juli 2011, jam 11:54:34
untuk poin..point A.. konsep dasar mengenai LKM perlu reorientasi,revitalisasi mengenai konsep modal sosial yang sesuai dengan kultur masyarakat C, pola rekruitmen harus diperbaiki di internal faskel,
poin d. BLM jangan jdi tujuan, ruang belajar,sosialisasi di masyarakat.. tidak shortcut,
Tanggapan 5
 
Re: Mohon Masukan
Putih Bersih, 29 Juli 2011, jam 12:02:46
sebagai org baru di pnpm sy banyak terkaget-kaget dgn kondisi poin no 3. ketika kita kritis dan idealis untuk menjaga penyampaian amanah dg jujur, malah terjadi pebenturan... sy harap terjadi pemantauan di Lap, terutama itu di tingkat konsultan (baik junior terutama senior).. jika ada isyu pun harus di cross cek, krn biasanya tidak akan ada asap kalau tidak ada api. diharapkan obektivitas & transparansi dlm penilaian atau pemantauan.manis kan?..... ternyata menjadi jujur dan kritis itu malah ditindas oleh senioritas...
Tanggapan 6
 
Re: Mohon Masukan
MOHAMMAD RUSLAN, 29 Juli 2011, jam 13:01:31
salam persahabatan.. tuk smua..senangnya...

ehem.. mas Iman, klo masukan sy untuk point a sampai d ;

a. BKM adalah manusia biasa seperti kita jg manusia biasa, so..jangan.. meminta mereka tuk bekerja "tanpa pamrih".. klo ditingkat fasilitator hingga TA-TA, masih ribut soal gaji dan kehilangan jabatan...ha..ha..ha...

b. Menghabiskan persoalan masyarakat yg ada di PS-2 jangan dijadikan penilaian keberhasilan atwpun kegagalan program ini, karena semua program atwpun proyek penanggulangan kemiskinan adalah bersifat stimulan dan akan berakhir pd jangka waktu tertentu, jadi bukan dari angka2 menilaix.. tetapi program ini adalah Program "memanusiakan manusia" dan ini tdk bisa diukur melalui progress SIM dan lain-lain..., nanti setelah konsultan pergi baru ketahuan.. apakah mereka yg di PS-2 sudah mandiri atw malah tergantung pd keberadaan kita.

c. penyalahgunaan dana adalah bagian dari sisi manusiawi kita smua.. jangan menjudge "baik burukx" seseorang dari hal tsb, nanti kita seolah-olah mencoba menjadi nabi atw malaikat yg tdk pernah salah, buatlah aturan Hukum yang jelas diatas hitam dan putih, jangan ngikutin.. "warna" penegakan hukum dinegeri ini, klo pelakux orang2 bawah.. masyarakat bawah, hukumanx jelas, tetapi klo kalangan atas.. tidak pernah dilaporkan atas nama "rahasia perusahaan"..woow!...

d. klo pihak KMP maupun KMW jarang mau terlibat di web ini, maka itu sudah tanda2 klo PNPM MP cuman "jago kandang" doank.. karena bagaimana mau dikenal luas.. diantara sesama pelaku saja..sudah malas berinteraksi apalagi mau mengajak pihak luar utk peduli.. karena kami butuh bukti "Tauladan" dari pemimpin dan bukan sekedar meyerahkan persoalan kpd bawahan...ting..ting!

hehehe.. maaf klo masukanx..kurang berkenan...senangnya...

makasih 'n salam.. "We Share.. We Care"..dari Lembah Palu.. (^_^)
Tanggapan 7
 
Re: Mohon Masukan
jasmul hapri, 11 Agustus 2011, jam 10:55:17
a. BKM harus dan butuh di motivasi jangan selalu dituntut dengan nilai kerelawanan tapi juga harus di cari peluang bagaimana LKM dapat mandiri dengan usaha-usaha yang dapat menggung perekonomian keluarga mereka!

b. Harus butuh data real yang sesuai lapangan dan dipahamkan ke Fasilitator dan masyarakat bahwa penerima manfaat hanya diperunukan yang masuk data PS2 jadi memang pada waktu melakukan siklus RK dan PS memang bener-benar dikawal jangan hanya menyerahkan Form Kosong!

c. Sistem penerimaaan fasilitator harus diperbaiki dan pengawasan lebih di perketat serta komitmen yang selalu di jaga

d. Butuh Inovasi dalam mensosialisasikan program PNPM!:
Tanggapan 8
 
Re: Mohon Masukan
tamharudin tamharudin, 11 Agustus 2011, jam 11:59:49
ikutan berbagi ya rekan-rekan seperjuangan .

Menurut saya yang paling dibutuhkan saat ini memberikan otoritas yang lebih tinggi ke LKM agar mereka bebas untuk mengembangkan potensi dan bebas untuk berinovasi dalam menentukan banyak hal, bukan terbatasi oleh format dan aturan yang membelenggu, dengan catatan tidak bertentangan dengan nilai moral. Sekarang sadar atau tidak sadar sebenarnya LKM khawatir atau cendrung takut berbuat karena tidak mendapatkan persetujuan fasilitator, korkot dan KMW. Kalau mau jujur bahwa LKM belum "merdeka" dan alasan yang halus adalah masih proses belajar jadi harus ada intervensi. Pembelajaran yang kita lakukan pembelajaran yang membelenggu. Mari kita coba membuka semua belenggu yang selama ini masih ada.

Nah kalau Otoritas sudah benar-benar mereka miliki maka PS2 jelas akan menjadi perhatian dan otomatis program akan semakin harus seperti kembang yang sudah mekar. Kalau kembang yang mekar tentu akan banyak menjadi harapan akan berbuah dan seterusnya bermanfaat bagi semua yang ada.

Kalau semua merdeka dan sejahtera dengan penuh nilai2 bagaimana mungkin terjadi lagi penyalahgunaan dana. Persoalannya dari mana kita memulai, dari kita sendiri, kapan kita memulai sekarang waktunyamanis kan?...

Selamat beraktifitas
Tanggapan 9
 
Re: Mohon Masukan
kalla manta, 21 September 2011, jam 22:02:32
a) untuk menjaga BKM selalu optimal sesuai dengan tupoksinya, teman2 fasilitator jangan pernah berhenti untuk mendampingi BKM dan memberikan penguatan terhadap Tupoksinya dan jadikan sebagai mitra di lapangan bukan sebagai pembantu konsultan atau fasilitator dan tatkala pentingnya adalah berikan contoh kerelawanan yang baik kepada mereka

b) PS-2 adalah mutlak sebagai penerima manfaat, namun yang sering diabaikan kita kurang atau jarang melakukan Update data di PS-2 sehingga beberapa masyarakat yg seharusnya masuk dalam PS-2 sebai penerima manfaat terlewatkan, lakukan Survai langsung ke masing-masing rumah untuk memastikan itu benar adalah masyarakat miskin jangan hanya melihat data Primer atau sekunder yang ada dikantor kelurahan atau kantor Desa,,pastikan identitas, tempat tinggal mereka untuk menghindari penduduk spontan.

c) Bagimana Program ini dikenal dimasyarakat: tentunya harus tetap melakukan sosialisasi dimana dan kapan saja dan yang terpenting pastikan bahwa kegiatan yang dilakukan benar-benar meyentuh masyarakat khususnya bagi masyarakat Miskin bukan hanya sekedar menghabiskan BLM dan terakhir semua aktifitas yang dilakukan selalu melibatkan masyarakat secara partisifatif.

sukses sll PNPM

Tanggapan 10
 
Re: Mohon Masukan
askot kita, 22 September 2011, jam 11:53:35
memang mantap mantap sekali pemikiran teman teman semua tapi yang lebih penting adalah penerapannya... di tingkat lapangan.........
Tanggapan 11
 
Re: Mohon Masukan
cecep permana, 2 November 2011, jam 14:18:22
ngiringan ah kang iman

saya sempat dilatih oleh kang iman, kalo tidak lupa pembahasan TAHU-MENGERTI -MAU-MAMPU
kelemahan dilapangan kalau melihat rumusan itu ketika LKM tidak mau dan mampu menjadi motor penggerak penanggulangan kemiskinan berarti proses memberian informasi baik konsep dan tujuan program masih dianggap kurang, sehingga lkm ini tidak mengerti, yah kalau tidak mengerti boro- boro mau
usulan konkritnya hanya untuk point a saja:
1. pelaksanaan pelatihan masyarakat jangan terlambat, apalagi bentrok sana sini sama kegiatan lain seperti BLM dsb, maklum pelatihan sampai awal november ini saja baru sisa pelatihan tematik yang sedang berjalan (pelatihan, baik itu faskel maupun masyarakat kalau bisa sudah mulai sekitar bulan pebruari sampai agustus)
2. Kualitas peningkatan kapasitas fasilitator terus menerus, apalagi fasilitator yang baru yang belum pernah pelatihan tetapi sudah mendampingi masyarakat ini pasti ada dampaknya,apalagi kalo faskel tidak mengerti mmmhhh salah saya dounk sebagai askot heh
3. membangun keakraban dengan semua anggota LKM sebagai lembaga selain juga personal (kalau mau dekat dengan anggota - anggota LKM tinggal gendong aja anaknya , insya alloh mau terus terlibat...hahah terbukti )
4. efektifitas pendampingan LKM dengan jadwal yang jelas dan konsisten
5. melatih-melatih dan melatih(jangan menunggu ada dananya saja, berjenjang, TA ke askot, askot ke Faskel, faskel ke LKm atau UP , mereka ke masyarakat jangan hanya progresan, sesuai prinsip MLM anda hanya wajib melatih yang ada di bawah anda saja mungkin sudah dianggap cukup)
6. jangan remehkan permasalahan yang ada di LKM, baik itu individu ataupun lembaga bantu sampai tuntas dan sabar, jangan menunggu LKM bubar (perlu penajaman materi manajemen konflik, serta penanganan konflik).

maaf baru bisa 6 saja

Tanggapan 12
 
Re: Mohon Masukan
bocah mumet, 8 November 2011, jam 18:12:03

kalau saya sih sederhana saja

Cari relawan sebayak banyaknya ....

Jangan bebani mereka dengan kegiatan yang penuh dengan target target proyek ....

Itu saja

Bisa ?????



ting..ting!
Tanggapan 13
 
Re: Mohon Masukan
Khairun Ab.Ib, 15 November 2011, jam 16:09:30
Salam Kesuksesan Buat Pelaku Pemberdaya Sejati
javascript:SetEmoticon('manis kan?...')
Saya mencoba memberikan masukan to point a dan b ;
terkait dg point A fakta dilapangan bahwa yg namanya masyarakat/ pengurus lembaga BKM, sangat tergantung bagaimana pendamping dalam menanam nilai-nilai di awal intervensi program " para sesepuh dulu sering berkias bahasa dalam menyebar inovasi, bahwa ketika kita datang ke suatu wilayah Desa maka tanamkan padi, karena rumput itu pasti ikut serta, namun apabila kita tanam rumput sudah sangat nyata bahwa padi tdk akan ikut serta", artinya perlu kita tunjukkan sikap teladan sesuai dengan visi dan misi program, krn kitalah yg pertama yg memperkenalkan program ini kepada masyarakat Desa.
terkait dengan point B, fakta dilapangan seringkali tidak berkesinambungan antara proses RK dengan PS, sehingga untuk memastikan data PS sampai valid saja sdh sangat sulit, namun agar lebih pas terkait dengan capacity building, perlu diperkuat lg dalam hal pendalaman rancangan kajian PS bagi tenaga pendamping, sehingga proses edukasi dapat berjalan sesuai harapan di masyarakat walaupun dg jenjang waktu yg selalu diburu-buru oleh keproyekan. dengan demikian minimal substansi dari proses dan esensi pemberdayaannya tidak terlewatkan, ini sangat mendasar, karena bagian daripada data base PS 2, baru setelah itu berbicara pengendalian lewat PJM-Pronangkis.

Demikian, mudah2an ada manfaat hanya sekedar sharing info berdasarkan fakta dilapangan.

Wassalam
javascript:SetEmoticon('senangnya...')
Khairun, Pemerhati Program
Tanggapan 14
 
Re: Mohon Masukan
A Asep, 15 November 2011, jam 17:51:22
a. bagaimana menjaga agar BKM tetap optimal untuk melakukan tugas dan fungsinya sebagai motor penggerak
penanggulangan kemiskinan?... setau saya ujung2nya diserahkan kepada pendampingan tim fasilitator dilapangan... ANDA-ANDA sih bisanya cuma buat "teori-teori" doang... emang tau gimana kondisi dilapangan? taukah bahwa sekarang kinerja pendampingan tim fasilitator menurun drastis gara2 keterlambatan gaji yg tak kunjung diterima?
b. pada dasarnya fasilitator pun banyak yang termasuk kedalam PS 2 (daftar warga miskin) yang layak menjadi penerima manfaat utama dari kegiatan PNPM Mandiri Perkotaan, kita juga tidak berdaya menghadapi kenyataan kalau mau 4 bulan belum gajian, ANDA-ANDA menyadari tidak realita ini?
c. munafik, ANDA-ANDA yang ada di tataran atas emang bener2 bersih? dimana2 penyalahgunaan dana baik di sisi Konsultan maupun masyarakat tetep ada, tidak akan ada program pemerintah yang bener2 murni tidak ada penyalahgunaan dana... saya jamin banyak fasilitator yang terjerumus kedalam penyalahgunaan dana karena belum menerima gaji...
d. ANDA-ANDA maunya program ini lebih dikenal lagi di masyarakat, ujung2nya diserahkan kepada pendampingan tim fasilitator dilapangan..

"INTINYA UJUNG2NYA FASILITATOR ITU ADALAH UJUNG TOMBAK PROGRAM, PERHATIKANLAH NASIB KAMI YANG BELUM GAJIAN HOI, JANGAN CUMA BIKIN TEORI DOANG!" geerrrh!...
Tanggapan 15
 
Re: Mohon Masukan
vespa boy, 17 November 2011, jam 12:40:17
tanggapan saya bisa diterima dan baiknya dikritisi :
hal-hal terjadi dari tingkat pusat sampai kabupaten adalah KEBIJAKAN YANG BERUBAH-UBAH
dalam 1 hal begini dan tiba-tiba terus begini alias plin plan
sedangkan kita sudah berumur 10 tahun, yang perlu dipertanyakan : apakah kita masih mencari bentuk/pola dalam mengelola amanah ini.....................?
Tanggapan 16
 
Re: Mohon Masukan
MARYANA AHMAD, 18 November 2011, jam 7:01:00
jika betul dan tidak berubah2 utk pelaksanaan sampai 2014, maka di awal tahun 2012 atau desember 2011, semuanya harus sudah tergambar secara detail tentang desain pnpm mp ke depan seperti apa.
sehingga seluruh pelaku, mulai dari atas (PU) sampai bawah (masyarakat), mengetahui dan memiliki rencana aksi yang cukup matang. jika memang PNPM akan terus diperpanjang, misalnya sampai 2050, hendaknya blue printnya telah dibuat dan mengangkat seluruh pelaku untuk di PNS kan. fasilitator PKH sudah terbukti ada yang menjadi PNS di kemensos.
salah satu tidak matangnya perencanaan kita, tahun 2011 tidak temu/konsolidasi pemanas. padahal 2 tahun ke belakang ada. yang matang malah pertemuan di batam...kenapa batam terus ya?
salah satu tidak tertibnya administrasi di tingkat atas, usulan untuk pemandu pemda sudah diajukan jauh hari, e yang muncul daerah kota/kab lainnya.
setuju, bahwa ke depan bkm jangan terlalu 'dipagari' - 'dibatasi'.
setuju bahwa pihak atas juga harus mulai berbagi di media ini. harus ada kontribusinya.
setuju bahwa hal pokok yg harus dibenahi adalah JANGAN BERUBAH-UBAH.
punteun bilih teu nyambung.
nuhun.

senangnya...senangnya...senangnya...senangnya...senangnya...senangnya...
Tanggapan 17
 
Re: Mohon Masukan
mu2 _, 24 Januari 2012, jam 19:27:51
urun rembug a,,,,

sebelum poinr a s/d d dilaksanakan, maka Fasilitator khususnya dan konsultan pada umunya, terlebih dahulu menguasai "subtansi" dan "teknis operasional" daripada "program; BLM; Prencenaan Partisipatif (termasuk didalamnya PS2; dan kelembagaan BKM". Jika sudah maka untuk point:

a. jalankan instrument "matriks perkembangan BKM" dengan baik dan benar (secara periodik tentunya);
b. lakukan review PS2 dengan baik dan benar (secara periodik juga tentunya) dan biila sudah, jadikan hasil-hasil
kajian PS2 sebagai bahan penyusunan PJM Pronangkis dan Review Tahunan;
c. untuk pint ini 1) untuk konsultan..... tergantung oknum konsultannya; 2) untuk masyarakat ......?
d. jika point a dijalankan, kayanya point ini akan berjalan juga.

kalo masih belum berhasil, ya.... takdirnya mm begitu x.....
hehehehe.....

salam
Tanggapan 18
 
Re: Mohon Masukan
Mujono Teguh, 2 Februari 2012, jam 17:48:09
ikut komentar om,
1. Perlu adanya peningkatan pemahaman berorganisasi di anggota BKM agar terbentuk kesadaran kritis bahwa lembaga tersebut dibentuk karena kebutuhan masyarakat dan dirinya bukan hanya karena kebutuhan program setelah itu didukung dengan pelatihan keorganisasian yang dipantau perkembangannya kemudian pelatihan pengelolaan organisasi agar berkelanjutan dari sisi pelaksanaan tahapan siklus kegiatan dan pembiayaannya secara mandiri.
kendala :
- kurang pengendalian dari manajemen mengenai tahapan pengembangan capacity building yang diharapkan dari anggota BKM sehingga outputnya kurang terukur dan cenderung tidak dapat dipertanggungjawabkan.
- setelah BKM terbentuk berikut pengelolanya, anggota BKM masih belum paham mengenai keorganisasian sehingga visi misi lembaga hanya sebatas acuan proyek atau bahkan hanya sebagai sarana untuk menjalankan kepentingan pribadi atau kelompok saja.
- sisi konsultan di lapangan masih belum bisa membuat pola kerja yang mendukung berjalannya proses pemberdayaan di masyarakat terutama karena pola pemberdayaan kurang menjadi acuan dalam setiap pelaporan atau dapat dikatakan pengendalian nya minim. Terbukti dari lokasi yang baik ataupun buruk masyarakatnya tidak memiliki konsep keberlanjutan yang jelas dalam proses penanggulangan kemiskinan secara mandiri.
2. Dapat di analisis lewat siklus pendataan/pemutakhiran data, data penerima manfaat langsung tepat sasaran sesuai pemilahan acuan intervensi penerima manfaat LSE, update laporan perkembangan kondisi penerima manfaat setelah diintervensi.
- Tahapan siklus pendataan dan pemutakhiran data dilaksanakan secara optimal dari sisi peningkatan pemahaman tenaga pendamping dan masyarakat, waktu yang diberikan dalam setiap tahapan realistis yang dikendalikan dgn update pelaporan sesuai dengan capaian target yang diharapkan, diharapkan ukurannya dibuktikan dengan kondisi fisik dilapangan sehingga pertanggungjawabannya kuat dan terlihat jelas.
- Ada pengendalian/manajemen informasi yang jelas PS2 yang diintervensi oleh kegiatan LSE sesuai dengan kebutuhannya sehingga prosesnya dapat berjalan sesuai harapan/rencana di PJM dan mengacu pd kebutuhan masyarakat. (siapa penerima manfaat ekonomi, sosial dan lingkungan?)
- Ada target yang jelas dan pelaporan perkembangan data penerima manfaat yang sudah diintervensi dibuktikan dengan kondisi fisik dilapangan sehingga pertanggungjawabannya kuat dan terlihat jelas.
3. Penyalahgunaan dana akan terjadi pada lokasi yang didampingi oleh konsultan yang tidak memiliki konsep pemberdayaan yang jelas apalagi karena didukung oleh sistem pelaporan peningkatan kapasitas/pemahaman masyarakat menuju kemandirian yang kurang terukur dengan pasti.
- Jaminan/kepastian tenaga pendamping untuk keberdayaan keluarganya hidup karena dia tidak memberdayakan lingkungannya tapi di wilayah yang tidak menjadi lingkungan tempat hidupnya. sehingga dia akan bekerja dengan hati nuraninya bukan hanya untuk perut keluarga dan dirinya saja.
- Pola/sistem yang mengakar dalam pemberdayaan dan peningkatan kapasitas pelaku program dalam pelaksanaan tugas dan pelaporan yang simultan.
- Pengendalian yang kuat pada saat proses pemberdayaan dan pemahaman masih rendah
4. Program sudah dikenal dan menjadi harapan semua pihak..syukur kpd tuhan
semua masih menunggu dan ingin melihat akhir dari perjuangan kita semua...
khususnya saya sebagai pelaku, ingin program ini menjadi awal dari sebuah perubahan baik di masyarakat ataupun tataran pembuat kebijakan,
bekas hujan akan hilang oleh sinar matahari, namun tanah dan tanaman yang subur karena diguyur hujan akan menumbuhkan buah yang manis dan bunga yang sedap dipandang...jangan menjadi hujan besar yang dikenang krn banjir dan merusak segala namun jadilah hujan yang ditunggu petani dan indah di pandang karena ada pelangi.
Tanggapan 19
 
Re: Mohon Masukan
yb hudaya, 4 Februari 2012, jam 9:06:21
Ikut nimbrung ya,
a. Bagaimana menjaga agar BKM tetap optimal untuk melakukan tugas dan fungsinya sebagai motor penggerak
penanggulangan kemiskinan?..... Klo Kelembagaannya perlu legalitas formal birokrasi ke kesbanglinmas di pemkab/kota (sekedar menguatkan awalnya, selanjutnya bisa inovasi), ..... klo personil BKM-nya sudah berjalan dalam transformasi sosial dan istiqomah aman kali yaa.
b. bagaimana agar PS 2 (daftar warga miskin) menjadi penerima manfaat utama dari kegiatan PNPM Mandiri
Perkotaan? sempat terlintas PS2 terintegrasi dengan data hasil sensus kemiskinan 2010 yang selalu diupdate oleh BPS, BKKBN jg dgn program2 lain yg masuk ke desa/kel ybs.
c. Bagaimana agar penyalahgunaan dana baik di sisi Konsultan maupun masyarakat tidak terjadi?.... terbuka dan konsultatif gmn?
d. Bagaimana agar program ini lebih dikenal lagi di masyarakat?.... menumbuhkan jiwa besar dan paradigma terbuka (belajar dari kesalahan, kekurangan, badpractice tanpa harus di/memvonis salah, kurang atau buruk)
ma'af jk tdk berkenan.
Tanggapan 20
 
Re: Mohon Masukan
panutan asmara, 8 Maret 2012, jam 12:10:33
Dalam ilmu sosial
biasa dilakukan pengukuran
indikatornya diturunkan dari konsep yg sudah ada
kalau saya lihat, hanya bp. Boyke yg punya kemampuan kuantitatif itu
yang lainnya harus belajar dulu
minimal 4 semester

artinya semua konsep yg luar biasa
harus bisa diukur
dari berapa
menuju ke berapa

jangan ngomong (konsep) doang
ngga ada data
dengan metodologi yg baik
bohong semua

tq
Tanggapan 21
 
Re: Mohon Masukan
ex faskel faskel, 8 Maret 2012, jam 21:24:02
ini tulisan dah udzur kenapa baru pada comen ya udah bazi 1 tahun yg lalu bodohnya lagi kok q ya ikut2an ya he2ha..ha..ha...ha..ha..ha...ha..ha..ha...ha..ha..ha...ha..ha..ha...ha..ha..ha...ha..ha..ha...
Tanggapan 22
 
Re: Mohon Masukan
nurhaji madjid, 9 Maret 2012, jam 2:09:11
agar BKM optimal maka : 1.BKM harus melakukan jejaring dengan Pihak manapun otomatis di butuhkan faskel yang punya kemampuan lobi dan negosiasi serta mampu melalukan manejemen konflik ini dikarenakan syarat dengan berbagai kepentingan.2. BKM harus punya usaha produktif dan anggaran dasar-dan anggaran rumah tangga BKM harus di fasilitasi jangan AD/ART BKM dari awal sampai akhir tidak berubah itu saja copy paste. 3. diusahakan dana fiscost di gunakan dengan baik bukan di rampok korkot dan askotnya saja tapi di gunakan untuk pengutan BKM dan materinya jangan di patok dari pusat yang jelas materinya lebih pada pengorganisasian kelompok yang sistem pelatihannya harus lebih rapi bukan sekedar ceramah tapi lebih pada penggalian masalah,pemetaan potensi (Analisis SWOT).

warga miskin menjadi penerima manfaat jika team korkot mau bekerja lebih produktif dan tidak kaku dengan data sim atau SOP, yang perlu di tekankan data sim dan SOP bukan kitab suci, kitab suci saja perlu penafsiran dan penyusaian tindakan apalagi data sim dan SOP yang sepengetahuan saya copy paste dari program luar. mestinya PNPM hari ini sudah mulai lebih produktif membangun kewirausahaan sosial dan manajemen pemasaran sosial dan peka terhadap issu sentral seperti dampak pasar bebas terhadap akses SDA dan SDM, MDGS. kalau program ini masih selalu menjadikan indikator dana bergulir sebagai sebuah keberhasilan sulit kita bicara banyak hal karna kita akan menjadi lembaga simpan pinjam bukan lembaga pemberdayaan....pemberdayaan....yaitu memberdayakan dimana masyarakat miskin ini miskin gagasan,miskin jaringan,miskin percaya diri dan hal itu harus di perkaya...tapi apakah para pelaku tidak miskin seperti diatas?

penyalahgunaan terjadi dikarenakan adanya peluang dan akses...ada baiknya untuk pelaku jangan melebih 4 tahun berada dalam satu wilayah karna akan mudah melakukan penyalahgunaan ini dikarenakan akar yang dibngun bisa menjadi alat untuk semena-mena...perlu rooling kepemimpinan dan faskel tapi yang utama adalah pimpinan faskel bisa saja tidak rooling jika di anggap dia baik dan dapat rekomendasi dari BKM setempat. untuk masyarakat perlu kiranya faskel melakukan monitoring yang sifatnya berkala dan faskel selalu melakukan rapat team setisp bulannya minimal 2 kali untuk memaparkan masing-masing lokasinya saya kira inilah fungsi SF yang harus jeli melakukan pemetaan serta askot cd harus terus menganalisis setiap perkembangan yang ada yang pada akhirnya melahirkan rekomendasi dan rencana kerja tindak lanjut

kalau mau dikenal buat program yang rill yang sifatnya mengarah ke ekonomi produktif, ekonomi kreatif, ....faskel harus setiap saat punya gagasan atau ide yang sifatnya menjawab masalah-masalh yang ada di lapangan....tapi tentunya dimulai dengan pemetaan akan potensi SDA,sDm dan budaya lokal masyarakat. kalau selama ini hanya dana bergulir yang di banggakan...saya heran apanya yang menarik...koperasi juga melakukan, usaha simpan pinjam juga ada, bank juga ada dan LSM yang sifatnya simpan pinjam bagi masyarakat miskin juga sudah banyak.....kalau pembangunan fisik tanpa inofatif apa bedaanya dengan PU melakukan hal itu. contoh saya pernah merancang membangun GOT/Saluran air di tengah jalan bukan di sisi kiri dan kanan, membuat arang dari sekam padi yang selama ini limbah, membentuk team penanggulangan bencana dan kemarin bencana di sidrap sudah jalan, melatih membuat kertas daur ulang dan plastik goreng, membangun jembatan yang menurunkan 1/2 ongkos transport petani mengangkat gabah dengan biaya 1/2 di tanggung BLM di desa takkalasi, pelatiahan Pembauatan pemetaan partisipatif (Peta kelurahan Majelling) dengan melatih menggunakan GPS, pelatihan penyaringan air sungai dengan melatih masyarakat dan 4 dinas di kabupaten enrekang, kampanye sayur kelur sebagi sayur dengan gizi sangat tinggi dan murah di enrekang dan kelurahan majelling sidrap, waktu dekat melatih pembuatan air minum (konsumsi) untuk usaha galon jika itu jadi...............nah semua itu mendapat respon besar dari masyarakat dan pemda......tapi sekali lagi bagi kalangan korkot dan askot itu bukan indikator keberhasilan karna yang menjadi indikator bagi dia adalah dana bergulir dan data sim. data sim juga selama ini membunuh kreatifitas dan menggugurkan semua aktifitas...saya kira tidak perlu ada asmandat karna ada SF yang mengirim data...asmandat terlalu merasa sibuk padahal menyibukkan diri saja karna data dari SF. bisa ADA ASMANDAT JIKA ASMANDAT INI ANALIS DATA DALAM ARTIAN ASMANDAT MAMPU MELAKUKAN KOMPILASI ANTARA DATA SIM (SIFATNYA PROYEK) DAN REALITAS UNTUK PEMBERDAYAAN...

MUNGKIN ITU SEDIKIT MASUKAN BANG...MOHON MAAF JIKA ADA YANG TIDAK MENGENA DIHATI SAYA HANYA MENGAMATI DAN MENGANALISA SELAMA JADI FASKEL CD...SAYA DARI AWAL SUDAH YAKIN BAHWA PNPM TIDAK AKAN PERNAH MENCAPAI PADA TITIK DIMANA MEREKA BERHASIL MELAKUKAN PEMBERDAYAAN KALAU SISTEM KITA TIDAK RUBAH....TAPI APAKAH INI BISA SEDANGKAN KEPENTINGAN BEGITU BESAR DIDALAMNYA YANG MANA PENGAMBIL KEBIJAKAN SUDAH BERADA DALAM ZONA NYAMAN.....

SALAM DARI SAYA
MANTAN FASKEL CD SIDRAP DAN ENREKANG


Kembali ke atas | Kirim tanggapan | Kirim pesan baru
Jl. Penjernihan I No 19 F1 Lantai II,
Pejompongan Jakarta Pusat
Total pengunjung hari ini: 10489, akses halaman: 11240,
pengunjung online: 4099, waktu akses: 0,031 detik.
Didukung oleh: World Bank & Islamic Development Bank