Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU)
Forum
,
Selamat datang di website KOTAKU.
HomeForumMimbar bebasada apa dengan PNPM???
ada apa dengan PNPM??? 
aaa, 12 Agustus 2011, jam 1:26:46
PNPM MANDIRI/ P2KP apa sebenarnya yg terjadi denganmu kenapa semua jadi begini, dulu kita bangga dengan konsep pemberdayaan yang komiliki ternyata sekarang semua jadi proyek, semua keberhasilan yang komiliki hanyajadi kebanggggaan buat Faskel, tapi beda hanlx dengan masyarakat, mreka sudah jenuh dengan rutinitasmu, mereka butuh hal yang baru dan mereka bosan dijadikan sebagai topeng yang selalu mengatasnamakan pemberdayaan tapi justru menjadi lahan buat mereka yang berkompenten didalamnya, kasiannya dikau.

hik..hik!...hik..hik!...hik..hik!...hik..hik!...hik..hik!...hik..hik!...hik..hik!...hik..hik!...hik..hik!...hik..hik!...apa ya?...apa ya?...apa ya?...apa ya?...apa ya?...apa ya?...apa ya?...awas ya...awas ya...awas ya...awas ya...

[Kirim tanggapan | Kirim pesan baru]



Tanggapan 1
 
Re: ada apa dengan PNPM???
elda elda, 12 Agustus 2011, jam 10:39:31
Setuju komentarnya, tapi akan lebih baik jika komenya jg memaparkan contoh kondisi riil yang dimaksud biar jelas dan semua bisa memperbaiki ya minimal bisa kasih saran gitu.....ship,,,ocreha..ha..ha...
Tanggapan 2
 
Re: ada apa dengan PNPM???
yudo yusmoro, 12 Agustus 2011, jam 11:52:24
sangat setuju,, kalo boleh sharing,, ditempat saya LKM/BKM seperti kambing perah Faskel, setiap hari harus progress, setiap hari harus begini dan begitu tapi kenyataan nya ada yang beranggapan di masyarakat PNPM itu ya proyek, karena hasil akhir dari apa yang mereka lakukkan akhirnya adalah proyek fisik. + ketika faskelnya tidak bisa menyesuaikan situasi dan kondisi masyarakat bisa - bisa selalu menjadi yang ditekan LKM/BKM ini, belum lagi mereka harus menhadapi konndisi masyarakatnya secara langsung. cacian dan makian sudah menjadi makanan pembuka puasa bagi mereka. mohon diperhatikan.
Tanggapan 3
 
Re: ada apa dengan PNPM???
aoajalah, 12 Agustus 2011, jam 12:38:08
tambahan ;
Turnover faskel mengakibatkan kapasitas faskel rendah dan tidak ada tindak lanjut utk melakukan penguatan secara menerus dari para senior, terjadi proses pembiaran dampaknya kualitas pendampingan di masyarakat rendah, inovasi dan kreativitas nol, problem solving negativ malah bs menimbulkan masalah baru, militansi pejuang pemberdayaan nol yg penting gaji cair, back stoping >80% (membuatkan bukan mengarahkan), tidak ada tindakan dari senior karena kasian/temen.....atc

kemauan masy lebih dominan dari pd kemauan prog yg penting selesai, yg penting sepaham, sepakat, pada hal yg dipahami adalah kebiasaan yang salah, tp karena sudah menjadi budaya di masy/ksm/bkm faskel menuruti kemauan bkm/ksm. contoh penentuan prioritas kegiatan cukup disepakati oleh sejumlah bkm yg penting sudah korum, tanpa melibatkan tenaga ahli, cendikiawan, pemerintah desa/kel, tokoh masy, dampaknya kegiatan yang direalisasikan kurang bermanfaat bg PS2.

Prinsip P2KP sudah menjadi slogan saja, nilai2 luhur tidak lagi menjadi pegangan dan semua pihak kurang peduli akan hal itu......perlu penataan ulang.

salam
senangnya...
Tanggapan 4
 
Re: ada apa dengan PNPM???
marudut kyrieleison, 14 Agustus 2011, jam 21:00:28
setuju sekali..relawan hanya dijadikan obyek penderita saja yang harus mengejar target dari bapak/ibu faskel,konsep pemberdayaan hilang sudah, substansi dilanggar, yang ada sekarang hanya proyek sajaapa ya?...apa ya?...apa ya?...apa ya?...
Tanggapan 5
 
Re: ada apa dengan PNPM???
HENDRI MATIAS, 16 Agustus 2011, jam 7:38:45
mungkin perlu refleksi bersama ....mulai dari regulasi sampai pelaku, tapi mo mulai dari mana ya......
Tanggapan 6
 
Re: ada apa dengan PNPM???
Moh. Gazali, 19 Agustus 2011, jam 8:49:55
Yang menjadikan PNPM menjadi begini... ya para pelaku yang hanya inigin mencari kesempatan tanpa niatan yang ikhlas untuk melakukan perubahan. Coba tanya pada diri kita sendiri sekarang.... (mumpung bulan puasa) Apakah kita benar-benar berniat secara ikhlas untuk melakukan perubahanapa ya?...apa ya?...apa ya?...apa ya?...apa ya?...apa ya?...apa ya?...apa ya?...apa ya?...apa ya?...apa ya?...apa ya?...apa ya?...
Atau kita hanya sebagai seorang pecundang dan menjadikan org miskin sebagai objek agar kita mendapatkan pekerjaanapa ya?...apa ya?...apa ya?...apa ya?...apa ya?...apa ya?...apa ya?...apa ya?...apa ya?...apa ya?...apa ya?...apa ya?...
Mari kita tetap merefleksikan hal-hal itu. Untuk melakukan perubahan, maka mulailah dari sekarang, dan mulailah lingkungan terkecil dan mulailah dari diri sendirisenangnya...senangnya...senangnya...senangnya...senangnya...senangnya...senangnya...senangnya...senangnya...senangnya...senangnya...
Tanggapan 7
 
Re: ada apa dengan PNPM???
sukri muh, 30 September 2011, jam 9:25:09
mungkin memang harus ada refleksi bersama ....ada apa dengan PNPM mandiri?????????????????? beginilah PNPM yg terjadi hari ini...hik..hik!...hik..hik!...hik..hik!...hik..hik!...hik..hik!...hik..hik!...hik..hik!...hik..hik!...hik..hik!...hik..hik!...hik..hik!...hik..hik!...apa ya?...apa ya?...apa ya?...apa ya?...apa ya?...apa ya?...apa ya?...apa ya?...apa ya?...apa ya?...apa ya?...apa ya?...
Tanggapan 8
 
Re: ada apa dengan PNPM???
abu royan, 30 September 2011, jam 10:19:01
kata mas faskel PNPM berdiri di 2 kaki antara pemberdayaan dan proyek,. jadi tergantung pelakunya dilapangan dehha..ha..ha..., kalo dari pihak konsultan atau management jelas ini proyek karna jelas menguntungkan perusahaan.awas ya... bagi sy setelah jalan 4 th tanpa ada perubahan nasib warga miskin, hanya perubahan lingkungan. akal-akalan negara untuk menghemat anggaran dg model pembangunan pemberdayaan, dg menaruh BLM dan faskel tanpa kontraktor, tanpa korupsi, malah ditambah swadaya,.ha..ha..ha... perlu ada revleksi dari semua unsur menyikapi ini.ting..ting!hik..hik!...
Tanggapan 9
 
Re: ada apa dengan PNPM???
febry imkotta, 30 September 2011, jam 11:29:06
terlalu di dramatisir dan ABS (asal bapak Senang)


ting..ting!ting..ting!ting..ting!ting..ting!ting..ting!
Tanggapan 10
 
Re: ada apa dengan PNPM???
Alex Papoetongan, 1 Oktober 2011, jam 19:22:26
PNPM itu proyek. titik.
Tanggapan 11
 
Re: ada apa dengan PNPM???
sapto nugroho, 2 Oktober 2011, jam 11:57:18
Adik Aaa yg budiman,
Kegundahan serupa barangkali dirasakan juga oleh semua pelaku program di lapangan. Pada dasarnya PNPM MP tetap mengedepankan aspek pemberdayaan masyarakat ( PM )dalam implementasi prorgamnya. Kalaupun beberapa tahun belakangan ini terasa ada degradasi dan menjadi kering nuansa PM - nya tentunya ada sebab akibatnya. Akar masalahnya sebenarnya karena pelaku program tidak mengedepankan CREDO Community Organizer seperti : tinggallah bersama mereka/ masyarakat, mulailah dari apa yang mereka miliki, berilah pemahaman dengan contoh dst.
Seorang fasilitator yang bekerja sebagai CO pasti dikenal dan mengenal masyarakatnya ( bukan sekedar kenal dengan Koord. NKM atau segelintir orang saja ). Apabila fasilitator berkunjung ke kelurahan maka sepanjang perjalanannya banyak orang yang menyapanya, sering menghentikan sepeda motornya untuk menyambut jabat tangan warga atau sekedar singgah disuguhi segelas teh hangat tanda persaudaraan dll. Suasana keakraban seperti cerita di atas saat ini hampir jarang dirasakan seorang fasilitator. Situasi yang terjadi justru sebaliknya, fasilitator tidak merasa nyaman berinteraksi dengan masyarakat, datang seperlunya dan bertemu dengan orang yang itu-itu saja untuk menggerakkan program. Akibatnya tumbuh kejenuhan dalam diri fasilitator maupun pada segelintir orang yang merasa di eksploitasi membantu fasilitator.
Kegunduhan fasilitator yang dirasakan Adik Aaa tentunya harus diakomodasi oleh pelaku lainnya seperti koorkot, dan KMW sehingga seluruh pelaku merupakan team work yang saling melengkapi untuk terlaksananya PM dalam program PNPM Mandiri Perkotaan. Kata kuncinya adalah keterbukaan semua pihak menjadi seorang CO bagi masyarakat. Semoga terwujud
Tanggapan 12
 
Re: ada apa dengan PNPM???
cak koko, 2 Oktober 2011, jam 20:44:30
sebanarnya ini salah siapa sih tatkala para pelaku program dari atasan hingga bawahan nuansanya hanya berbau proyek terus, sedangkan sisi pemberdayaannya di abaikan bahkan nuansa proyeknya di paksakan. sungguh memilukan sebtulnya.kata masyarakat faskel hanya bisa mendeadline sedangkan kata faskel korkot sampe kmw selalu memberi deadline2 yang gak realistis sedangkan faskel sebagai bawahan mau gak mau harus memenuhi target2 yang sangat berbau proyek. padahal kalo berbicara pemberdayaan tidak bisa masyarakat diminta skrag harus bergerak sekarang. sebenarnya faskel hanya melaksanakan apa kata atasan. capek!...capek!...capek!...capek!...capek!...capek!...capek!...capek!...capek!...capek!...capek!...capek!...capek!...capek!...capek!... kapan masyarakat bisa berdaya kalo gini terus sedangkan faskel kapan bisa berdaya kalo soal dapur telat mengebul.......sabar adalah jawabannya( ketika faskel cari objekan lain nanti di kira double job dan ini di larang oleh program )
Tanggapan 13
 
Re: ada apa dengan PNPM???
Fauzi Amr', 3 Oktober 2011, jam 6:52:08
Ini mungkin adalah Implementasi dari Pasal yang bunyinya kurang lebih seperti ini "FAKIR MISKIN DAN ANAK TERLANTAR DIPELIHARA OLEH NEGARA..".. Sehingga Niat baik yang slah kaprah mungkin "Melarang Orang Miskin" untuk Sejahtera... Karena "DAPUR2" Para Pelaku.. "ASAPNYA" berasal dari Pundi2 Alokasi Dana dari Pos Bantuan untuk Masyarakat Miskin... Sehingga masing2 pelaku beranggapan 'APABILA ORANG MISKIN SEJAHTERA, PEKERJAAN SEBAGAI PENDAMPING AKAN BERHENTI.. DAN DAPUR AKAN "BEBAS" DARI ASAP.."
Kawanku semua.. Perbaikilah niat.. Karena Rezeki kita tidak akan Allah geser sedikitpun apapun pekerjaan kita... Berlomba2lah berbuat baik bagi Masyarakat Miskin... Mreka sejahtera.. Insya Allah kita semua akan sejahtera... Wallahu'alam bisshowab...senangnya...
Tanggapan 14
 
Re: ada apa dengan PNPM???
MARYANA AHMAD, 6 Oktober 2011, jam 21:18:58
perlu diskusi nasional untuk membedah hal ini.
perlu pelibatan pelaku di lapangan.
program sudah bagus dan memiliki arah yang baik,
tapi sistem kurang mendukung.
woow!...woow!...woow!...woow!...woow!...
Tanggapan 15
 
Re: ada apa dengan PNPM???
muamar kadhafi, 6 Oktober 2011, jam 23:29:24
ketika BKM menjadi sapi perah mungkin mereka masih mau akan tetapi ketika lembaga itu semakin dewasa dan semakin hkritis banyak muncul kendala2 dilapangnan korkot,KMW mdan KMP penekanan pada progres kegiatan sedangkan masyarakat lah yang harus berbuat banyak untuk memenuhi capaian itu!!capaian diperoleh progres bagus konsultan naik jabatan dan masyarakat tetap harus berkutat dengan Kewajiban mereka....dan semakin ironis ternyata capaian utama keberhasilan KORKOT adalah kemampuan penyerapan BLM!!siap ato tidak masyarakat harus menyerap BLM alhasil banyak penyelewengan yang terjadi, korbannya!!!!!!pasti faskel!!!sedangkan korkot bersembunyi di ketiak faskel dan mengatakan bahwa yang bertanggung jawab adalah faskelnya.....
padadasarnya masyarakat tidak pernah salah yang salah adalah ketidak mampuan konsultan untuk menghadapi masyarakat yang tidak siap untuk menyerap BLM!!banyak faskel yang tidak puas atas kondisi yang di ciptakan kekorkotan pake aja inisial kota P******N dan akhirnya tumbang satu satu faskelnya!yang nota bene itu adalah pelaku lama!yang sudah sangat paham terhadap program ini! mereka tetap bangga dan senang dengan dalih masih banyak orang yang mau jadi faskel he he he tidak semudah itu bro.....
klo seorang pimpinan basic nya bukan dari pemberdaya ngomong pemberdayaan cuma satu kata yang harus diucapkan T E O R I....implementasi dilapangan nol besar....untuk teman-teman K20 semoga kalian semakin sabar dan selalu menemukan jalan terbaik untuk kalian walau bukan di PNPM selamat berjuang karena musuh utama kalian bukalah kemiskinan tetapi KEKORKOTAN ha ha ha ha......ha..ha..ha...ha..ha..ha...ha..ha..ha...ha..ha..ha...ha..ha..ha...ha..ha..ha...ha..ha..ha...sakiiit!...sakiiit!...sakiiit!...
Tanggapan 16
 
Re: ada apa dengan PNPM???
agus riyadi, 7 Oktober 2011, jam 19:49:57
Assalamualaikum Wr. Wb.

menambahkan pak, saya seorang yang deket sekali dengan fasilitator PNPM Mandiri Perkotaan, kalau saya lihat dengan apa yang terjadi sekarang "Apakah Itu Adil" terbesit dalam pikiran saya ketika suatu hari ada seorang fasilitator ditengah terik matahari datang ke BKM. Saya tanya mau minum kopi atau teh? air putih aja katanya, air putih di gelas yang lumayan besar itu habis seketika diminum oleh fasilitator, oh mungkin haus, itu yang ada dipikiran saya waktu itu. Singkat cerita setelah memeriksa berkas BKM dan arahan-arahannya terlihat jelas kalau fasilitator ini adalah orang pintar yang memahami substansi PNPM-MP dan tak kalah pintar dan cerdasnya ketika fasiliator itu presentasi di depan masyarakat kami yang disaksikan oleh Camat, Kepala Desa, Staff Desa dan Tokoh Masyarakat yang begitu lugas dan elegant, "luar biasa itu yang ada dibenak saya waktu itu". setelah presentasi selesai disela-sela waktu luang saya ngobrol banyak dengan fasilitator. dari sekian lama ngobrol panjang lebar begitu kagetnya ketika ia menceritakan sampai dengan detik ini gaji saya baru dibayar kurang dari setengahnya yang bulan Agustus. "Ini-kah penghargaan dari pemerintah yang katanya di urus oleh konsultan manajemen agar kinerjanya lebih baik karena Independensi yang di kedepankan agar tercapai hasil yang optimal, pikir saya waktu itu". pantesan waktu saya kasih minum air putih langsung habis jangan-jangan gak punya uang, untuk beli minum, kasihan sekali fasilitator ini. gak pikir panjang lebar langsung saya panggil istri saya agar masak, biar sebelum pulang fasilitator ini harus makan dulu.

Sudah gak ke hitung saya menggelangkan kepala, karena saking deketnya saya dengan fasilitator ini sudah saya anggap sodara, saya tahu keadaan fasilitator ini sebelumnya ketika gaji januari, pebruari terlambat di gaji bulan akhir Maret, ehm, mentang-mentang kerja di pemberdayaan orang miskin keadaannya pun seperti orang miskin, dalam benak saya.. sampai sekarang saya gak habis pikir kok bisa ya pemerintah kerjanya seperti ini, padahal jelas-jelas fasilitator ini sangat bermanfaat di mata masyarakat karena saya merasakan sendiri manfaatnya.

Bagi saya pribadi terkadang saya malu sendiri, kalau melihat fasilitator dengan kapasitasnya yang diatas rata-rata bentuk penghargaannya seperti ini, dibandingkan dengan pekerjaan saya di pemda yang begitu-begitu aja, jelas kalau yang honor dikantor saya pasti diangkat jadi PNS ya tinggal nunggu waktu aja. Tapi ini fasilitator ehm gak jelas kelihatan masa depannya, kasihan sekali tapi mungkin Allah punya rencana lain dibalik ini.

Bagi yang membaca tulisan ini, semoga yang bacanya pejabat NAN JAUH DISANA yang berkepentingan di program ini, inilah pak kenyataan pegawai bapak kata armada mah "mau dibawa kemana" ini tuh orang pak bukan hewan, kalau bapak merasa ini orang tolong dihargain layaknya orang. saya rasa bapak lebih tau daripada saya, kalau orang bekerja harus punya kejelasan kerja, kasihan.. saya rasa ini berlaku semuanya diseluruh Indonesia.

yang saya gak ngerti nich, kenapa ya di pemda begitu banyak orang yang kerja malahan gak efektif hampir disemua dinas tetapi ini dirasakan manfaatnya oleh masyarakat eh malah diperlakukan seperti ini. ini bukan dongeng ini kenyataan.

semoga jadi renungan dan direalisasikan demi kebaikan semuanya.

Wassalamualaikum Wr. Wb.


Agus Riyadi
Tanggapan 17
 
Re: ada apa dengan PNPM???
agus riyadi, 7 Oktober 2011, jam 19:51:15
Assalamualaikum Wr. Wb.

menambahkan pak, saya seorang yang deket sekali dengan fasilitator PNPM Mandiri Perkotaan, kalau saya lihat dengan apa yang terjadi sekarang "Apakah Itu Adil" terbesit dalam pikiran saya ketika suatu hari ada seorang fasilitator ditengah terik matahari datang ke BKM. Saya tanya mau minum kopi atau teh? air putih aja katanya, air putih di gelas yang lumayan besar itu habis seketika diminum oleh fasilitator, oh mungkin haus, itu yang ada dipikiran saya waktu itu. Singkat cerita setelah memeriksa berkas BKM dan arahan-arahannya terlihat jelas kalau fasilitator ini adalah orang pintar yang memahami substansi PNPM-MP dan tak kalah pintar dan cerdasnya ketika fasiliator itu presentasi di depan masyarakat kami yang disaksikan oleh Camat, Kepala Desa, Staff Desa dan Tokoh Masyarakat yang begitu lugas dan elegant, "luar biasa itu yang ada dibenak saya waktu itu". setelah presentasi selesai disela-sela waktu luang saya ngobrol banyak dengan fasilitator. dari sekian lama ngobrol panjang lebar begitu kagetnya ketika ia menceritakan sampai dengan detik ini gaji saya baru dibayar kurang dari setengahnya yang bulan Agustus. "Ini-kah penghargaan dari pemerintah yang katanya di urus oleh konsultan manajemen agar kinerjanya lebih baik karena Independensi yang di kedepankan agar tercapai hasil yang optimal, pikir saya waktu itu". pantesan waktu saya kasih minum air putih langsung habis jangan-jangan gak punya uang, untuk beli minum, kasihan sekali fasilitator ini. gak pikir panjang lebar langsung saya panggil istri saya agar masak, biar sebelum pulang fasilitator ini harus makan dulu.

Sudah gak ke hitung saya menggelangkan kepala, karena saking deketnya saya dengan fasilitator ini sudah saya anggap sodara, saya tahu keadaan fasilitator ini sebelumnya ketika gaji januari, pebruari terlambat di gaji bulan akhir Maret, ehm, mentang-mentang kerja di pemberdayaan orang miskin keadaannya pun seperti orang miskin, dalam benak saya.. sampai sekarang saya gak habis pikir kok bisa ya pemerintah kerjanya seperti ini, padahal jelas-jelas fasilitator ini sangat bermanfaat di mata masyarakat karena saya merasakan sendiri manfaatnya.

Bagi saya pribadi terkadang saya malu sendiri, kalau melihat fasilitator dengan kapasitasnya yang diatas rata-rata bentuk penghargaannya seperti ini, dibandingkan dengan pekerjaan saya di pemda yang begitu-begitu aja, jelas kalau yang honor dikantor saya pasti diangkat jadi PNS ya tinggal nunggu waktu aja. Tapi ini fasilitator ehm gak jelas kelihatan masa depannya, kasihan sekali tapi mungkin Allah punya rencana lain dibalik ini.

Bagi yang membaca tulisan ini, semoga yang bacanya pejabat NAN JAUH DISANA yang berkepentingan di program ini, inilah pak kenyataan pegawai bapak kata armada mah "mau dibawa kemana" ini tuh orang pak bukan hewan, kalau bapak merasa ini orang tolong dihargain layaknya orang. saya rasa bapak lebih tau daripada saya, kalau orang bekerja harus punya kejelasan kerja, kasihan.. saya rasa ini berlaku semuanya diseluruh Indonesia.

yang saya gak ngerti nich, kenapa ya di pemda begitu banyak orang yang kerja malahan gak efektif hampir disemua dinas tetapi ini dirasakan manfaatnya oleh masyarakat eh malah diperlakukan seperti ini. ini bukan dongeng ini kenyataan.

semoga jadi renungan dan direalisasikan demi kebaikan semuanya.

Wassalamualaikum Wr. Wb.


Agus Riyadi


Kembali ke atas | Kirim tanggapan | Kirim pesan baru
Jl. Penjernihan I No 19 F1 Lantai II,
Pejompongan Jakarta Pusat
Total pengunjung hari ini: 8490, akses halaman: 8873,
pengunjung online: 5211, waktu akses: 0,047 detik.
Didukung oleh: World Bank & Islamic Development Bank