Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU)
Forum
,
Selamat datang di website KOTAKU.
HomeForumTL, Korkot & Ass. KorkotMITRA KERJA ATAUKAH HANYA SE
MITRA KERJA ATAUKAH HANYA SE 
Rudi Rosyidi, 27 September 2011, jam 11:36:59
Melalui mimbar bebas ini, penulis ingin melakukan otokritik terhadap permasalahan akhir-akhir ini yang begitu menghangat dan tentunya menyentak batin dan nurani kita sebagai pemberdaya di masyarakat. Langsung saja ke inti dari permasalahan . Saat ini tim-tim Korkot diwilayah IDB se Indonesia mengalami permasalahan terkait dengan tertundanya hak mereka (honor) diakibatkan DIPA di masing-masing Satker SNVT Propinsi menurut informasi yang saya peroleh dari Satker masih dalam tanda bintang (terboklir dari Pusat) hal inilah yang menyebabkan gaji dari tim pendamping terhitung bulan Agustus s/d hari ini mengalami keterlambatan. Kondisi semacam ini bagi kita yang sudah lama bergabung tentunya adalah hal yang sudah biasa bahkan seolah-olah sudah menjadi siklus tahunan. Akan tetapi yang penulis sesalkan mengapa jika ada hal-hal yang menyangkut keterlambatan progress di lapangan atau permasalahan yang menyangkut kinerja tim. Maka akan keluar sebuah surat baik itu bersifat teguran atau intruksi ke tim Korkot melalui KMW masing-masing menyangkut keterlambatan progress. Namun jika giliran gaji/BOP atau hal-hal lain yang menyangkut hak dari tim fasilitator terlambat seperti saat ini tidak ada satupun dari pengambil kebijakan yang terkait dengan hal ini. Untuk mengeluarkan selembar surat yang menjelaskan tentang masalah keterlambatan ini, apa penyebabnya dan sampai kapan gaji akan terlambat dan permohonan maaf atau pernyataan yang bisa memberi motivasi kepada tim di lapangan. Dalam hal ini berarti selama ini kita perlu menyamakan persepsi lagi apakah hubungan kerja yang terstruktur mulai dari tingkatan Satker, KMP, KMW, Korkot sampai dengan Faskel selama ini apakah sudah benar-benar terbangun sebuah hubungan mitra kerja yang sinergis ataukah hanya sebatas subyek, obyek ataukah pelengkap penderita?Kalaulah memang bahwa tim Korkot s/d level faskel sebagai ujung tombak dalam pelaksanaan program ini memang benar-benar dianggap sebagai salah satu mitra kerja dalam mengawal subtansi program, harusnya kondisi yang selalu berulang-ulang ini tidak boleh terjadi. Memang kita harus sadar dan seyakin-yakinnya..untuk menumbuhkan sikap relawan di masyarakat atau melakukan perubahan sikap di masyarakat. Harus kita mulai dari diri kita sendiri, salah satunya yaitu kita juga harus memiliki sikap relawan juga jika hak-hak kita mengalami keterlambatan. Akan tetapi kembali kepada inti dari permasalahan bahwa itu bukan suatu alasan, kita inginkan ada sebuah keseimbangan (balancing) dalam program ini. Di satu sisi kita selalu dituntut percepatan progres pencairan dan pemanfaatan BLM yang notabene DIPA BLM yang ada di masing-masing SATKER PIP tidak pernah mengalami permasalahan, bahkan di awal-awal tahun sudah efektif, akan tetapi hal yang menyangkut pencairan gaji/BOP yang DIPA nya ada di Satker Provinsi selalu mengalami permasalahan dan keterlambatan. Ini yang menjadi pertanyaan besar. Sudah hampir 12 tahun program ini berjalan mengapa permasalahan semacam ini selalu terjadi berulang-ulang. Kami hanya bisa berharap agar perlu ada perbaikan dan evaluasi bersama menyangkut hal ini. Kita dituntut bekerja professional, komitmen dan memiliki loyalitas serta tidak diperkenankan untuk dobel job harusnya juga diimbangi dengan pembayaran honor/gaji secara tepat waktu apabila tugas-tugas yang menjadi kewajiban para tim Korkot dan faskel juga sudah terpenuhi secara tepat waktu. Selama ini reward dan punishman belum berjalan dengan baik di program ini. Tidak ada perbedaan bagi mereka yang bekerja dengan dedikasi tinggi dibandingkan dengan mereka yang bekerja asal-asalan.
Diakui memang di lapangan kita sering menghadapi permasalahan yang teramat berat , mulai dari lokasi/medan dampingan yang susah dijangkau ditambah lagi dengan permasalahan yang terjadi di masyarakat dampingan. Tentunya jangan sampai lagi terbebani dengan hal-hal yang menyangkut financial karena tentunya itu akan berakibat kepada menurunnya kinerja tim, yang kita inginkan Program ini berjalan dengan baik dan di dukung dengan Stakholder yang professional untuk menjalankan peran dan fungsi masing-masing.
Sebagai mitra kerja harus ada sebuah komitmen yang terbangun antara si pemberi kerja dengan si penerima kerja menyangkut hak dan kewajiban masing-masing. Masing-masing pihak harus bisa memposisikan peran sesuai dengan tugas dan fungsinya. Serta bisa saling menghargai satu dengan yang lain. Tanpa mengurangi kredibilitas dan perannya apakah sebagai Satker, KMP, KMW, Korkot, Askot, SF maupun Faskel. Semuanya sudah memiliki peran masing-masing sesuai dalam MSAP.Sebagai mitra yang baik, tentunya harus terbangun sebuah komunikasi yang baik . Di akhir tulisan ini penulis ingin mengutip sebuah hadis :
“Berikanlah gaji kepada pekerja sebelum kering keringatnya, dan beritahukan ketentuan gajinya, terhadap apa yang dikerjakan”. (HR. Baihaqi).11


Sekali lagi tidak ada niat atau maksud dari penulis untuk mendiskriditkan atau menyudutkan siapapun dalam hal ini. Untuk itu jika ada tulisan atau kata-kata yang kurang berkenan penulis sampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Bersama Kita Bisa..!!!!!!!!
Korkot 2 Dumai Riau


Rudi Rosyidi

[Kirim tanggapan | Kirim pesan baru]



Tanggapan 1
 
Re: MITRA KERJA ATAUKAH HANYA SE
abdus salam, 27 September 2011, jam 11:53:22
mantap.. 100% saya dukung kang.. terkait dg BOP sawaun kana di JATIM
Tanggapan 2
 
Re: MITRA KERJA ATAUKAH HANYA SE
jun jhon, 27 September 2011, jam 18:39:52
Sepakat.....mantap.....semoga keluhan kita di dengar dan akan di tindak lanjuti dengan baik bukan menjadikan Korkot/ Faskel sebagai sapi perahan dengan mengenyampingkan rasa kemanusian.....manis kan?...manis kan?...manis kan?...manis kan?...manis kan?...manis kan?...
Tanggapan 3
 
Re: MITRA KERJA ATAUKAH HANYA SE
farid zuhri, 28 September 2011, jam 11:52:55
hmmmm.... masalah klasik yang terus berulang; regulasi yang tanggap dan berpihak selalu ditopang dua hal: profesionalisme dan empatI.. jika tidak walhasil seperti kata seorang kawan : it's just "PROYEK".. diatas PRO dibawah YEK!! capek!...
Tanggapan 4
 
Re: MITRA KERJA ATAUKAH HANYA SE
ARY YONDRA, 29 September 2011, jam 13:49:12
smoga ada penyelesaian dan kedepan harapan tentunya lancar sesuai dengan SPK manis kan?...
pakah ini mitra adat hanya SE, .... sulit berkomentar.... Salam
Tanggapan 5
 
Re: MITRA KERJA ATAUKAH HANYA SE
Roby Sugara, 30 September 2011, jam 0:16:25
Mantap bung Rudy, Jika anda Korkot maka saya salut kepada anda dan saya mendukung keberanian saudara mengangkat topik ini..........
Tapi sepertinya kita akan merasakan hal yang sama kembali nanti saat akan menandatangani surat kontrak baru tiap akhir tahun, biasanya sampe maret atau april tuh gaji baru turun...sudah penyakit tahunan...
Mungkin, alokasi gaji personel p2kp sudah ada dipa nya tiap tahun, tapi mungkin di pake dulu untuk post post yang mendesak di kementrian PU, makanya tuh personel p2kp dikorbankan. Maklum di PU kan sudah sering main main seperti itu waktu belum ada P2kp, dan mungkin juga ada oknum oknum di lingkungan PU yang tidak setuju jika banyak proyek infrastruktur yang di pegang oleh masyarakat sehingga mereka membuat skenario seperti ini, yang harapannya tentu p2kp di hapuskan dan semua proyek kembali ditangani kementrian PU.
Coba teman teman bandingkan mekanisme yang dilakukan oleh sesama PNPM seperti PPK Kecamatan dan PISEW, personelnya aman aman aja tuh.. apalagi setelah di pimpin oleh Mendagri Gamawan Fauzi yang cukup tegas dan berkomitmen.
Kapan ya kita ndak pusing pusing lagi mikirin gaji... ???
yang seharusnya adalah kewajiban si Pemberi Kerja untuk mikirin solusinya....
oalah rek ......piye to iki......??
Tanggapan 6
 
Re: MITRA KERJA ATAUKAH HANYA SE
Rudi Rosyidi, 30 September 2011, jam 9:14:27
@untuk admin terimaksih telah memuat tulisan ini, meski judulnya kena edit dikit he..he,,sy berusaha menulis seobyektif mungkin dan tetap mengikuti koridor/ketentuan penulisan..tidak mengandung unsur fitnah, SARA, provokativ dlll..anggaplah ini hnya sebuah bentuk apresiasi dari sebuah kegalauan hati yg mungkn dirasakan oleh hampr seluruh faskel/tim korkot di 14 Propnsi wilayah IDB yg mengalami nasib serupa.yg kami butuhkan sebenrnya adalah penjelasan /klarifikasi dr pihak yg berkopeten dalam hal ini. Dan meskipun belom gajian teman2 di lapangan pun tetep menjalankan tugas dan tanngung jawabnya semaksimal mungkin untuk mengejar progres, kita berharap semoga kedepanya lebih baik dari hari ini.
Buat teman2 terimakasih atas atensi dan pendapatnya...Badai pasti akan berlalu tetap semangat...!!!!!senangnya...


Kembali ke atas | Kirim tanggapan | Kirim pesan baru
Jl. Penjernihan I No 19 F1 Lantai II,
Pejompongan Jakarta Pusat
Total pengunjung hari ini: 1189, akses halaman: 1208,
pengunjung online: 178, waktu akses: 0,031 detik.
Didukung oleh: World Bank & Islamic Development Bank