Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU)
Forum
,
Selamat datang di website KOTAKU.
HomeForumPemerhatiMau di Bawa Kemana...!!
Mau di Bawa Kemana...!! 
agus riyadi, 2 Oktober 2011, jam 19:18:07
Assalamualaikum Wr. Wb.

menambahkan pak, saya seorang yang deket sekali dengan fasilitator PNPM Mandiri Perkotaan, kalau saya lihat dengan apa yang terjadi sekarang "Apakah Itu Adil" terbesit dalam pikiran saya ketika suatu hari ada seorang fasilitator ditengah terik matahari datang ke BKM. Saya tanya mau minum kopi atau teh? air putih aja katanya, air putih di gelas yang lumayan besar itu habis seketika diminum oleh fasilitator, oh mungkin haus, itu yang ada dipikiran saya waktu itu. Singkat cerita setelah memeriksa berkas BKM dan arahan-arahannya terlihat jelas kalau fasilitator ini adalah orang pintar yang memahami substansi PNPM-MP dan tak kalah pintar dan cerdasnya ketika fasiliator itu presentasi di depan masyarakat kami yang disaksikan oleh Camat, Kepala Desa, Staff Desa dan Tokoh Masyarakat yang begitu lugas dan elegant, "luar biasa itu yang ada dibenak saya waktu itu". setelah presentasi selesai disela-sela waktu luang saya ngobrol banyak dengan fasilitator. dari sekian lama ngobrol panjang lebar begitu kagetnya ketika ia menceritakan sampai dengan detik ini gaji saya baru dibayar kurang dari setengahnya yang bulan Agustus. "Ini-kah penghargaan dari pemerintah yang katanya di urus oleh konsultan manajemen agar kinerjanya lebih baik karena Independensi yang di kedepankan agar tercapai hasil yang optimal, pikir saya waktu itu". pantesan waktu saya kasih minum air putih langsung habis jangan-jangan gak punya uang, untuk beli minum, kasihan sekali fasilitator ini. gak pikir panjang lebar langsung saya panggil istri saya agar masak, biar sebelum pulang fasilitator ini harus makan dulu.

Sudah gak ke hitung saya menggelangkan kepala, karena saking deketnya saya dengan fasilitator ini sudah saya anggap sodara, saya tahu keadaan fasilitator ini sebelumnya ketika gaji januari, pebruari terlambat di gaji bulan akhir Maret, ehm, mentang-mentang kerja di pemberdayaan orang miskin keadaannya pun seperti orang miskin, dalam benak saya.. sampai sekarang saya gak habis pikir kok bisa ya pemerintah kerjanya seperti ini, padahal jelas-jelas fasilitator ini sangat bermanfaat di mata masyarakat karena saya merasakan sendiri manfaatnya.

Bagi saya pribadi terkadang saya malu sendiri, kalau melihat fasilitator dengan kapasitasnya yang diatas rata-rata bentuk penghargaannya seperti ini, dibandingkan dengan pekerjaan saya di pemda yang begitu-begitu aja, jelas kalau yang honor dikantor saya pasti diangkat jadi PNS ya tinggal nunggu waktu aja. Tapi ini fasilitator ehm gak jelas kelihatan masa depannya, kasihan sekali tapi mungkin Allah punya rencana lain dibalik ini.

Bagi yang membaca tulisan ini, semoga yang bacanya pejabat NAN JAUH DISANA yang berkepentingan di program ini, inilah pak kenyataan pegawai bapak kata armada mah "mau dibawa kemana" ini tuh orang pak bukan hewan, kalau bapak merasa ini orang tolong dihargain layaknya orang. saya rasa bapak lebih tau daripada saya, kalau orang bekerja harus punya kejelasan kerja, kasihan.. saya rasa ini berlaku semuanya diseluruh Indonesia.

yang saya gak ngerti nich, kenapa ya di pemda begitu banyak orang yang kerja malahan gak efektif hampir disemua dinas tetapi ini dirasakan manfaatnya oleh masyarakat eh malah diperlakukan seperti ini. ini bukan dongeng ini kenyataan.

semoga jadi renungan dan direalisasikan demi kebaikan semuanya.

Wassalamualaikum Wr. Wb.


Agus Riyadi

[Kirim tanggapan | Kirim pesan baru]



Tanggapan 1
 
Re: Mau di Bawa Kemana...!!
budiman arif, 22 Oktober 2011, jam 6:59:19
Mohon izin pak agus kalau bapak berkenan mengizinkan coretan bapak akan saya kirimkan ke Media umum nasional, biar para penguasa ini tahu nasib para Fasilisator..


TKS
Tanggapan 2
 
Re: Mau di Bawa Kemana...!!
agus riyadi, 30 Oktober 2011, jam 18:47:04
mangga,, kalau mau di muat
Tanggapan 3
 
Re: Mau di Bawa Kemana...!!
Ari Lanang Arfiyanto, 29 Januari 2012, jam 23:03:34
Ya begitulah pak Agus

Saya tidak paham pak agus itu BKM atau bukan. Hanya mungkin kalau itu cerita faskel bisa beneran, ada yang lebih bener lagi, sehingga ada yang dipertanyakan lagi oleh saya selaku Koordinator Forum Antar BKM "BKM juga mau di bawa kemana"
Betapa tidak, tugas BKM yang seabreg, katanya RELAWAN SEJATI selama lamanya. Rapat kesana kemari ninggal istri katanya mewujudkan masyarakat untuk sejahtera. Lha kalo yang ngurus belum sejahtera sendiri gimana.

Sementara para konsultan, katanya seabreg uang...
Wah...jadi bingung nih....
Tanggapan 4
 
Re: Mau di Bawa Kemana...!!
ja'far shodiq, 30 Januari 2012, jam 11:44:47
salut dan apresiasi yg tinggi atas segala bentuk kepedulian dan perhatian pak agus riyadi terhadap para fasilitator pendamping disaat sebagian yang lain mencoba menyorot pada sisi kekurangannya memang kami jauh dari segala kesempurnaan namun kami berusaha untuk pendamping masyarakat yang setia selama tergabung dalam program ini, perhatian terhadap kami tersebut akan menjadi celah pemicu usaha menutupi segala kekurangan kami bersama dengan teman-teman Relawan, PK BKM dan seluruh kelompok peduli program untuk kemajuan bersama.

Demikia dan Terimakasih.
Tanggapan 5
 
Re: Mau di Bawa Kemana...!!
Alvi Sumantri, 3 Februari 2012, jam 2:26:47
seharusnya di era sekarang orang2 yang bekerja di pemerintahan daerah, sama sama turun ke masyarakat terdekatnya.membantu tanpa pamrih agar program-program kemasyarakatan bisa cepat dipahami oleh masyarakat,karena konsepnya saya rasa lebih cepat sampai ke orang-orang pemerintahan sebelum kemasyarakat,jadi seorang fasilitator yang sudah bulat dengan kerelaannya akan merasa terbantu bukan hanya dengan materi.Hingga saat ini masih sedikit orang-orang pemda yang mau dengan tulus membantu jalannya program kemsyarakatan di lingkungan terdekatnya............siapakah pemerintah itu?
Tanggapan 6
 
Re: Mau di Bawa Kemana...!!
bachrul ulum, 17 Januari 2014, jam 15:20:39
Pak Agus ... saya terharu.. semoga SEMUA fasilitator kita punya kepedulian seperti itu... dan semoga SEMUA bisa lebih baik pendapatannya...dan kepedulian SEMUA masyarakat seperti bapak Agus.. sakiiit!...sakiiit!...:capek!...


Kembali ke atas | Kirim tanggapan | Kirim pesan baru
Jl. Penjernihan I No 19 F1 Lantai II,
Pejompongan Jakarta Pusat
Total pengunjung hari ini: 1410, akses halaman: 1901,
pengunjung online: 3840, waktu akses: 0,031 detik.
Didukung oleh: World Bank & Islamic Development Bank