Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU)
Forum
,
Selamat datang di website KOTAKU.
HomeForumManajemen KeuanganDana bergulir semakin hancur
Dana bergulir semakin hancur 
bocah mumet, 4 Agustus 2012, jam 13:39:02
Dana bergulir semakin hari tidak semakin baik tetapi sebaliknya, kalau toh ada yg smakin baik juga blm tentu real dan tepat sasaran.
Strategi sudah banyak dilakukan tetapi kadang tidak bertahan lama, kenapa ???

Ini analisa saya :

Sebab :
1. Diawali dengan Pemilihan pelaku (BKM, UP, relawan, KSM) di masyarakat yang tidak tepat atau tidak mendapatkan orang yang tepat untuk mengurusi kegiatan ini (memang tidak mudah).
2. Program yang terus menerus dengan waktu yang sempit menjadi beban yang cukup berat bagi pelaku untuk melakukan kegiatan ini, sehingga banyak yang merasa lelah, bosan, dsb
3. Pemaksaan pencairan dana BLM kepada BKM, walaupun sebenarnya BKM tidak dalam konsidi siap melaksanakan (bahkan tidak memenuhi syarat).
4. Pengawasan masyarakat tidak pernah efektif karena masyarakat sudah saling mengenal dan berhubungan baik sehingga tidak mau ada konflik.
5. Tidak bisa memberikan sangsi yang tegas dan tepat kepada pelaku yang tidak mau membayar angsuran ataupun macet ( sangsi masyarakat ttp tidak digubris)
6. Pendampingan tidak fokus pada pemberdayaan masyarakat tapi pada pencapaian indicator RLF (PAD).

Akibatnya:
1. Pembentukan KSM tidak akan baik dan hanya asal asalan saja.
2. Banyak BKM, UP, relawan yang tidak aktif bahkan mengundurkan diri.
3. Pelaku hanya orang orang tertentu sehingga merasa berat dan belum tentu amanah.
4. Banyak terjadi pencairan dana yang tidak tepat sasaran.
5. Banyak terjadi penyimpangan baik oleh masyarakat, BKM, UP maupun KSM.
6. Masalah pinjaman macet dan penyimpangan dana tidak akan pernah terselesaikan, andaikan selesai akan terulang kembali.
7. Indikator RLF tidak akan pernah baik hasilnya atau mungkin baik tapi tidak real dan tidak tepat sasaran.

Kesimpulan dan saran :
1. Perlu kajian yang mendalam untuk memperbaiki sistem pendampingan, tujuan pemberdayaan dan penggantian PAD yang lebih tepat ( bukan LAR dkk).
2. Perlu ada waktu khusus beberapa bulan/thn untuk pendampingan masyarakat dan penataan administrasi tanpa BLM dan tanpa target pencapaian PAD dulu.
3. Perlu pemutihan bagi yang sudah benar2 kronis.
4. Pencairan BLM hanya pada BKM yang memenuhi syarat.

Demikian analisa kami yang tentunya tidak selalu benar dan mungkin sarannya juga tidak akan mungkin bisa dilakukan. Namanya juga unek2 untuk itu mohon untuk dikoreksi.
Terimakasih.

piss
awas ya...

[Kirim tanggapan | Kirim pesan baru]



Tanggapan 1
 
Re: Dana bergulir semakin hancur
kusdar minto, 14 Desember 2012, jam 10:22:46
Kalo mumet, ambil aja PROCOLD !! ITU YANG BENAR !!!!!!ha..ha..ha...ha..ha..ha...ha..ha..ha...ha..ha..ha...
Tanggapan 2
 
Re: Dana bergulir semakin hancur
abbas saenong, 17 Desember 2012, jam 20:07:33
Memang benar alasan diatas...alasan masyarakat tidak mengembalikan dana pinjaman bergulir:
1. tidak ada sangsi bagi yg menunggak
2. masyarakat berpendapat yang gede2 orang korupsi tdk d berikan sangsi apalagi yang kecil sepertisaya.
3. Kurang kepekaan pendampingan di wilayah Faskel hanya data ngintip kemudia pulang lagi ke Posko
4. Faskel yang diangkat kurang peduli terhadap kemiskinan
hik..hik!...
Tanggapan 3
 
Re: Dana bergulir semakin hancur
jonathan jonathan, 22 Desember 2012, jam 1:20:20
Sewaktu menjabat Menko Kesra, Aburizal Bakrie mengatakan, program ini telah banyak menyerap tenaga kerja. Itu artinya, program ini lebih bersifat politis. Dan sewaktu terpilih menjadi Ketum Golkar, Aburizal mengatakan, suara Golkar akan naik jika di tiap kelurahan kadernya yang ada di PNPM bisa menggalang sekian orang.
Tanggapan 4
 
Re: Dana bergulir semakin hancur
jonathan jonathan, 22 Desember 2012, jam 1:19:43
Sewaktu menjabat Menko Kesra, Aburizal Bakrie mengatakan, program ini telah banyak menyerap tenaga kerja. Itu artinya, program ini lebih bersifat politis. Dan sewaktu terpilih menjadi Ketum Golkar, Aburizal mengatakan, suara Golkar akan naik jika di tiap kelurahan kadernya yang ada di PNPM bisa menggalang sekian orang.
Tanggapan 5
 
Re: Dana bergulir semakin hancur
askot global, 30 Maret 2013, jam 9:07:55
Angkat di tematik KBK bro.......

ini membuktikan bahwa penerapan pelaporan MK yang sangat administratif membebani semua pihak

1.Tim Faskel just repot ngurusi administrasi
2.UPK kerepotan ngurusi permintaan fasilitator
3, pengutan dan pembangunan ksm minim pendampingan
4.akibatnya PB maceeeeettttttttt

solusi :

harus ada kajian reflektif terhadap kebijakan PB karena " jangan sampai KMP/KMW" menjadi penyebab kemiskinan tingkat Ke 3_ atau mungkin Ke empat........waaaaah NGERI

Tanggapan 6
 
Re: Dana bergulir semakin hancur
ramlah ramlah, 22 Mei 2014, jam 11:33:49
Kelurahan Maccini Sombala punya kisah Pengelolaan Pinjaman bergulir yang macet.........namun pada tahun 2011 Ibu Nurtina diangkat oleh Pimpinan Kolektif BKM Maccini Sombala menjadi Manager UPK di Kelurahan Maccini Sombala Kec.Tamalate Kota Makassar Propinsi Sul-Sel. Karakter Orangnya Tegas dan sedikit killer kepada KSM. Disamping itu Ibu ini Komitmen dan punya rasa tanggungjawab yang tinggi dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya...............akhirnya dengan karakter dan sifat yang dimiliki ini mengangkat Nama baik BKM Maccini Sombala dan pelaku UPK dimanapun berada bahwa Pinjaman Bergulir yang macet bisa tersolusikan, ketika para Pelaku memiliki karakter seperti ibu Tina............saya yakin RLF kedepan bisa lebih baik...............Keep Spirit Kawan-kawan...............Ayo tetap semangat....

Salam Hangat
Ramlah
Askot MK Korkot 1 Makassar OSP VIII
Prop.Sul-Sel
manis kan?...manis kan?...manis kan?...
Tanggapan 7
 
Re: Dana bergulir semakin hancur
Buddy Prayitno, 21 September 2014, jam 9:51:16
Kemumetan anda sangat membesarkan hati, bahwa ternyata masih banyak yang serius memikirkan jalan keluar bagi persoalan kemacetan.

Tetap semangat !!

Budi Prayitno


Kembali ke atas | Kirim tanggapan | Kirim pesan baru
Jl. Penjernihan I No 19 F1 Lantai II,
Pejompongan Jakarta Pusat
Total pengunjung hari ini: 6004, akses halaman: 6240,
pengunjung online: 31452, waktu akses: 0,031 detik.
Didukung oleh: World Bank & Islamic Development Bank