Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU)
Forum
,
Selamat datang di website KOTAKU.
CRK apa DAYaMU ? 
agus hariyanto, 24 April 2013, jam 10:07:25
Salam EmKa, temen-temen MK apa kabar .... kok nggak ada yang sharing di forum ini .... lagi sibuk mengendalikan RLF ya ..... he .... he .... he.

Temen-temen, yang pernah saya dengar ... CRK hanya boleh digunakan untuk menghapus Debitur yang telah meninggal dunia dan tidak ada ahli warisnya .... Benarkah ?

Tapi yang jelas, sampai detik ini .... informasi itu baru saya dengar, saya belum menemukannya dalam petunjuk teknis pinajamn bergulir ataupun di pedoman umum .... mungkin ada kalimat yang terlewatkan. Bisa bantu di petunjuk atau pedoman yang mana teman-teman dan di halaman berapa ya teman-teman MK ?

Temen-temen ada pengalaman atau pendapat apa ya .... agar CRK punya Daya .... punya kontribusi dalam peningkatan capaian LAR dan/atau PAR memuaskan..... saya tunggu ya..... mari kita aktifkan untuk sharing pengalaman pendampingan

Sukses selalu, amin
hik..hik!...hik..hik!...hik..hik!...

[Kirim tanggapan | Kirim pesan baru]



Tanggapan 1
 
Re: CRK apa DAYaMU ?
sekar wangi, 24 April 2013, jam 11:31:24
tanya bung TA aja.kan ndampingi banyak tempat mas.....opo mung jalan2 tok.hehehehe
Tanggapan 2
 
Re: CRK apa DAYaMU ?
bocah mumet, 25 April 2013, jam 12:16:24

Tak ada gunanya membentuk cadangan CRK banyak2 hanya untuk yang meninggal ...
Kalau hanya untuk yang meninggal lebih baik langsung ambilkan biaya saja gak usah dicadangkan dulu, shg beban biaya tidak terlalu berat.
Kalau saja CRk benar2 diterapkan sejak dulu dengan benar mungkin KSM yang menunggak (yg benar2 gak bisa ditagih lagi) tidak sebanyak sekarang
Heran .... Mau diapaian KSM yg sudah gak mungkin tertagih lagi itu ...
ngandalin pendampingan ??? sangat tidak realistis (sudah bertahun2)
Harus Optimis ?!
Optimis itu baik tapi kalau tidak realistis sama saja dengan pembodohan ....
Setiap membuat target mmg hars selalu optimis tp hasilnya ???

Untuk para TA kalau cuma mengikuti aturan yg ada n tidak bisa memberi solusi kreatif yg bisa diterapkan lebih baik jangan menyandag gelar tenaga ahli.
Kalau cuma sekedar mengikuti SOP sih gak usah pakai tenaga ahli, UPK yg lulusan SMA asal rajin membaca pedoman juga bisa....

piss ! pemberdaya gak boleh tersinggung
Tanggapan 3
 
Re: CRK apa DAYaMU ?
agus hariyanto, 28 April 2013, jam 6:35:10
Mas /Mbak Bocah Mumet … menurut mbah-mbah kita jaman dulu … pemberian nama itu juga doa … jadi kalau nama kita Bocah Optimis, Insyallah kita akan selalu memcari jalan untuk mencapai tujuan …. Satu jalan tidak berhasil …. cari jalan yang lain …. he … he …. he …

Jadi temen-temen kita gunakan forum ini untuk menemukan gagasan … menemukan ide …. atau jalan .. nggak perlu kita menyalahkan si A … si B … atau yang lainnya. Kalau memang pedoman … petunjuk teknis kita kurang tepat … kurang bisa diterapkan di lapang, kita coba sampaikan dalam forum ini … namun dengan alas an yang bisa kita pertanggungajwabkan …. kalau bisa kita coba beri solusinya … Ya paling tidak kita coba beri masukkan (berdasarkan pengalaman lapang kita). Masalah suara kita di dengar … ditanggapi atau tidak … yang penting kita sudah coba beri masukkan.

Mas/mbak Bocah Mumet, kalau boleh menanggapi pendapat njenengan seperti berikut … “… langsung ambilkan biaya saja gak usah dicadangkan dulu, ……. Sebenarnya dalam akuntansi terdapat 2 metode yaitu metode langsung (yang njenengan usulkan) dan metode tidak langsung (pembetukan cadangan). Kalau metode langsung, justru kurang tepat … karena “dia” akan jadi beban pada periode (waktu) yang berbeda dengan waktu kejadiannnya (waktu diberi pinjaman), sehingga akan membebani biaya pada saat debitur meninggal dunia (istilah akuntansinya nggak “Matching”). Sehingga akuntansi “mensyaratkan” membentuk cadangan resiko pinjaman setiap bulan (metode tidak langsung). Hal ini dimaksudkan agar beban biaya akan ditanggung secara periodic, yaitu pada masa-masa pengakuan pendapatan bunga. Disamping itu, bukankah setiap pemberian pinjaman menanggung resiko ?.

Sedangkan terkait dengan kalimat “ … mungkin KSM yang menunggak …… tidak sebanyak sekarang”, menurut saya pembentukan CRK tidak punya kaitan langsung dengan kemacetan … sebab kemacetan disebabkan oleh banyak factor …. yang menurut saya kemacetan lebih banyak disebabkan karena pendampingan kita yang belum optimal …. Mungkin karena kita terlalu banyak pekerjaaan (waktu pendampingan kita nggak cukup …. mungkin karena kita bekerja kurang optimal … mungkin karena kita di lapangan banyak mencurahkan energi untuk bergosip/ghibah soal ketidakpastian semua ini....pemborosan potensi otak fasilitator – maaf mengambil istilahnya Sekar Wangi” atau yag lainnya).

Mohon maaf pabila ada yang salah, semoga sukses selalu, amin.
Tanggapan 4
 
Re: CRK apa DAYaMU ?
bocah mumet, 5 Mei 2013, jam 22:18:50
Mumet memikirkan kaum miskin kyknya baik jg kok mas Agus drpd yg bahagia n kaya dr isu wrg miskin

Soal masukan sudah banyak tp digubriskah sm pembuat kebijakn n pembuat SOP ?

Menyalahkan orang kadang perlu jg sbg bntuk kritikan agar yg bersangkutan ingat akan kewajibannya

Soal CRk saya ttp berpendapat dibiayakan saja kalau hy untuk yg meninggal, toh mmg ada 2 metode, nilainya kan jg sedikit jd tidak membebani dan maching2 saja.
Kecuali kalau mmg bisa digunakan tuk kondisi lain (yg bnr2 gak mungkin tertagih lagi), saya setuju dgn pembentukan cadangan.

Banyaknya KSM yg macet mmg gak ada hub dgn pembentukan CRK tp maksud saya kl CRK bisa digunakan tuk kondisi yg sdh tdk mungkin ditagih lg (tdk hya yg meninggal) pasti sudah berkurang byk tu KSM macetnya.
Sy yakin byk KSM yg sbenarnya sudah dlm kondisi tdk mung tertagih, misal orangnya pergi tidk dikethui rimbany, sakit yg tdk mgkin bekerja lg, kena musibah bncana alam, dll.
KSM2 yg kyk gini byk dan tdk akan selesai dgn optimis. Sudah di optimisi 5 tahun lebih jg gak kelar2

Beda pendapat wjr saja n Berani jujur itu hebat ! hehehe







Tanggapan 5
 
Re: CRK apa DAYaMU ?
agus hariyanto, 6 Mei 2013, jam 15:50:32
Saya punya Ide Mas ... mudah-mudahan didengar dan diperhatikan teman-temen yang bisa mengambil kebijakan .... atau .... atau .... atau .... kebijakan lokal ya .... he ... he .... he .....

Usulan saya ... CRK bisa digunakan untuk menghapus bukukan selain untuk anggota KSM yang meninggal dan ahli warisnya tidak ada yang sanggup untuk menutup sisa pinjaman, yaitu untuk anggota KSM yang :

1. Ketika pinjam, prosedur maupun skim pinjaman yang ada benar-benar diterapkan (termasuk usahanya cukup menjanjikan)

2. Awal pinjaman, angsurannya lancar dan penyebab tidak lancarnya disebabkan karena masalah yang bisa ditolelir (bisa dipertanggungajwabkan). Siapa yang berhak menilai seperti ini, tentunya seluruh anggota BKM/LKM. Artinya niat awalnya tulus untuk mengansur tetapi karena kondisi menyebabkan kesulitan membayar.

3. Kondisi sekarang, secara ekonomi memang tidak mungkin dapat membayar (misalnya : usahanya pailit, sakit yang berkepanjangan sehingga tidak bisa bekerja atau yang lainnya). Atau mungkin, kalau ditagih yang bersangkutan justru menjadi ketakutan dan "mungkin" Stress

Thanks, semoga bermanfaat.
Tanggapan 6
 
Re: CRK apa DAYaMU ?
bocah mumet, 7 Mei 2013, jam 13:29:25
good idea mas Agus ....

tapi apa penentu kebijakan berani mengambil langkah ini ya ....

kita tunggu aja kecerdasan dan keberanian mereka !




Tanggapan 7
 
Re: CRK apa DAYaMU ?
agus hariyanto, 16 Juli 2013, jam 11:32:37
Gimana temen-temen KMP .............. ada masukan nggak Ya ...... yang jelas ..... yang kita dampingin adalah warga miskin ...... bukan Organisasi yang Profit Oriented .......


Kembali ke atas | Kirim tanggapan | Kirim pesan baru
Jl. Penjernihan I No 19 F1 Lantai II,
Pejompongan Jakarta Pusat
Total pengunjung hari ini: 1665, akses halaman: 1748,
pengunjung online: 5876, waktu akses: 0,031 detik.
Didukung oleh: World Bank & Islamic Development Bank