Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU)
Forum
,
Selamat datang di website KOTAKU.
HomeForumPaket/ChannelingSTUDI KASUS DI PURBALINGGA
STUDI KASUS DI PURBALINGGA 
edo damaraji, 19 Desember 2013, jam 6:15:12
Ada kasus menarik ..di sebuah Kelurahan kab.Purbalingga ...dan mungkin terjadi juga di daerah lain dalam konteks yang MIRIP...
Ketika istilah Phassing OUT /Passing Out ? bergulir maka ada Opini di tingkat BKM bahwa program sudah GAME OVER.. nah masalahnya Dana dari PLPBK masih Banyak.( ratusan juta ) .terus gmn?
Belajar dari evaluasi tahap awal..ada nuasa KELELAHAN.. SYSTEMIK di tubuh BKM..untuk mulai tahap merencanakan lagi..dan Rapat lgi rapat lagi...
Pertanyaannya adalah "Apakah keterbatasan waktu bisa dipakai sebagai alasan MENGEKSEKUSI SISA DANA? tampa melalui tahapan PLPBK yg tahun kemarin dilakukan ?

[Kirim tanggapan | Kirim pesan baru]



Tanggapan 1
 
Re: STUDI KASUS DI PURBALINGGA
SURYA W SIAGIAN, 19 Desember 2013, jam 15:21:38
Kalau alasan adanya nuansa KELELAHAN SYSTEMIK di tubuh BKM, maka tidak cukup dengan MENGEKSEKUSI SISA DANA (PLBK), kalau perlu dilanjutkan dengan MENGEKSEKUSI BKM sekalian, dijamin tidak akan ada Rapat, rapat dan rapat.

Pertanyaan saya sebetulnya adalah apa yang anda pahami tentang phasing out itu sendiri???? dan khususnya tentang BKM itu juga???? hik..hik!...hik..hik!...hik..hik!...
Tanggapan 2
 
Re: STUDI KASUS DI PURBALINGGA
edo damaraji, 20 Desember 2013, jam 17:20:24
COPAS DARI SEBELAH Maslah Phassing Out
Ttg definisi Phashing Out program (konteksnya PAKET) terminologinya sesungguhnya pengakhiran intervensi program. Namun ternyata makna itu salah kaprah, dengan ini akan kami jelaskan sbb.:
Menurut Rogers and Macias (2004: 8), strategi pengakhiran (exitstrategy) suatu program adalah rencana khusus yang menggambarkan bagaimana suatu program akan ditarik dari suatu wilayah sementara pencapaian tujuan pembangunan dapat dipastikan tidak akan terganggu dan perkembangan tujuan lebih lanjut akan dicapai.
Tujuan strategi pengakhiran program adalah untuk memastikan keberlanjutan dampak dan kegiatan setelah program berakhir. Oleh karena itu, strategi pengakhiran program merupakan bagian penting dari suatu program.
Ada tiga jenis strategi pengakhiran suatu program, yaitu phasedown (fase penurunan), phaseover (fase pengalihan), dan phaseout (fase penghentian)(Rogers and Macias 2004: 4). Phasedown adalah pengurangan aktivitas program secara bertahap dalam rangka persiapan phaseover atau phaseout. Phaseover adalah tahap penyerahan tanggung jawab kegiatan/pengelolaan program kepada lembaga atau individu yang berada di wilayah pelaksanaan program. Sementara itu, phaseout adalah kegiatan menarik atau menghentikan sumber daya sebuah program tanpa menyerahkan tanggung jawab kepada lembaga atau kelompok lain.

PAKET di tahun 2010, memasuki pengakhiran program di 47 kota/kabupaten karena intervensinya melalui BLM PAKET sudah selesai. Sehingga kategori pengakhiran program PAKET sendiri menurut Rogers dan Macias sesungguhnya masuk kategori Phaseover. Okelah, kalo kita sulit mengatakan istilah itu ... enaknya kita sebut 47 kota/kabupaten yg pengakhiran program ini dengan sebutan aktivitas kegiatan 'PASKA PAKET 2010' begitu mawon.

Beberapa isu-isu strategis pada pengakhiran kegiatan Paska PAKET antara lain (1) diperlukan upaya perbaikan kualitas kemitraan secara menerus, dan (2) keberlanjutan program kemitraan dalam penanggulangan kemiskinan di kabupaten/kota lokasi PAKET. Maka, diperlukan beberapa pendekatan untuk memperkuat pembelajan kemitraan dengan melakukan pendampingan tambahan, dengan lebih memfokuskan pada upaya internalisasi pembelajaran dengan melakukan refleksi dan memperkuat aksi upaya penanggulangan kemiskinan pada wilayah kabupaten/kota khususnya lokasi P2KP/PNPM dan PAKET.

Aktivitas pendampingan yang dilakukan antara lain:
1. Evaluasi Partisipatif Kota
2. Review Siklus Kota (pendampingan bersama PNPM - Advance)
3. Integrasi Program Nangkis dalam Musrenbang (pendampingan bersama PNPM - Advance)
4. Channeling/Kemitraan/Replikasi PAKET
Tanggapan 3
 
Re: STUDI KASUS DI PURBALINGGA
Yuli Muryanto, 20 Desember 2013, jam 17:55:37
Assalamm'alaikum Wr. Wb

Yth. Mas Edo Damaraji

Perlu kami klarifikasi dan tanggapi kepada Mas Edo bahwa bila di Kab Purbalingga masih ada sisa dana (Ratusan Juta) di lokasi PLPBK (kalau yg dimaksud lokasi th 2009), TIDAK PAS juga. Pemanfaatan BLM 2 dan 3 (Fisik) sudah termanfaatkan 100%. Mas Edo bisa diskusi dan melihat data di Basecamp kami di Kel Kalikabong. Demikian juga untuk sisa dana Perencanaan dan Pemasaran sesuai arahan KMW OSP 5 juga telah termanfaatkan untuk kegiatan fisik sebagai pengembangan di Kawasan Prioritas yang ada di RPLP dan sebagian lagi apabila masih ada sisa digunakan untuk aktifitas Pemasaran Lanjutan. Clossing dana Sisa untuk kegiatan pemasaran lanjutan sudah kami sepahamkan dengan para pendamping desa/Kel PLPBK (fasilitator ) dan hasilnya sudah kami kirim ke OSP 5 pada MInggu ke -2 Bulan Nopember 2013. Kalau saja panjenengan ingin mendapat informasi yang lengkap, sekali lagi bisa silaturahmi ke Basecamp Korkot Purbalingga, di RT 2/RW 5 Kel Kalikabong sekaligus nanti bisa diskusi tentang passing out dan bersama-sama bagaimana solsuinya ketika terjadi "Kelelahan sytemik" di BKM yang Mas Edo maksud, sehingga bisa menjadi rekomendasi dan rindak lanjut bagi teman-2 pendamping dan pelaku program

Demikian tanggapan dan klarifikasi, semoga bermanfaat.

Wassalam


Kembali ke atas | Kirim tanggapan | Kirim pesan baru
Jl. Penjernihan I No 19 F1 Lantai II,
Pejompongan Jakarta Pusat
Total pengunjung hari ini: 9383, akses halaman: 10121,
pengunjung online: 12499, waktu akses: 0,047 detik.
Didukung oleh: World Bank & Islamic Development Bank