Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU)
Forum
,
Selamat datang di website KOTAKU.
HomeForumPLP-BKPLPBK 2014
PLPBK 2014 
tri nofansyah putra, 12 Agustus 2014, jam 17:38:42
menurut saya ada suatu kejanggalan besar yang terdapat pada pedoman teknis PLPBK 2014 yang terbaru dimana substansi perencanaan makro (perencanaan satu desa) ditiadakan dan hanya difokuskan di kawasan prioritas...

ini dapat terlihat bahwa dokumen RPLP tidak menjadi keluaran lagi hanya dokumen RTPLP.. kalo dimata perencanaan menurut saya ini menyalahi konstelasi perencanaan....padahal menurut saya dokumen RPLP dan RTPLP tidak dapat berdiri sendiri....

sebenernya saya dapat mengambil kesimpulan bahwa dua kegiatan ini adalah 2 kegiatan yang berurutan, tidak terpisah satu dengan yang lain, hanya tekanan (tension) yang berbeda. RPLP lebih ke PENATAAN sedangkan RTPLP lebih ke PENGEMBANGAN.

Analogi sederhananya adalah mencukupi kebutuhan dasar dulu (inward looking=RPLP) baru dapat bersaing dengan sekitarnya (outward looking=RTPLP).

Inward looking (RPLP) arahnya lebih kepada penyelesaian potensi dan permasalahan yang ada di ‘dalam’ desa (terkait penataan) sedangkan

Outward Looking (RTPLP) cenderung mengembangkan potensi dan mengatasi masalah agar berdaya saing dengan ‘desa sekitarnya’ maupun dalam konteks spasial yang lebih luas.

Diharapkan dengan adanya RTPLP akan dapat mengatasi permasalahan serta mengembangkan potensi sesuai dengan tema pengembangan desa yang ada/ditentukan. bknnya malah memaksakan kegiatan penataan di kawasan prioritas..

jika seperti ini apa yang membedakan PLPBK dengan proses kegiatan reguler PNPM??? kritik ada pada internal kita..kita harus mendorong kemajuan desa... bkn hanya memenuhi targetan projek...

‪#‎inimenurutsaya‬ ‪#‎outofthebox‬ ‪#‎berfikirmagic‬ senangnya...

[Kirim tanggapan | Kirim pesan baru]



Tanggapan 1
 
Re: PLPBK 2014
rey soejana, 15 Agustus 2014, jam 21:09:05
Iki mbahas opo...??? Ngelu...aku....
Tanggapan 2
 
Re: PLPBK 2014
heri archi, 2 September 2014, jam 10:52:43
bagi saya pribadi sich bergantung pada cara menyikapi serta sudut pandang menterjemahkan; Filosofikan spt orang mau mengolah tanah sawah......
kemudian kembalikan pada filosofi perencana dalam upaya mewujudkan sebuah perencanaan yang proporsional dan maksimal dalam mewadahi maksud dr kajian wilayah sasarannya.....insyaallah akan ketemu jawabannya, seorang perencana tak mungkin gegabah dalam lakukan analisa dan cara mengambil data sekunder pendukungnya, soal outpot dokumen itu bisa di formulasikan agar tak putus maksudnya.
salam perencana.....


Kembali ke atas | Kirim tanggapan | Kirim pesan baru
Jl. Penjernihan I No 19 F1 Lantai II,
Pejompongan Jakarta Pusat
Total pengunjung hari ini: 1457, akses halaman: 2216,
pengunjung online: 6486, waktu akses: 0,031 detik.
Didukung oleh: World Bank & Islamic Development Bank