Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU)
Forum
,
Selamat datang di website KOTAKU.
HomeForumPemerhatiTersangka Korupsi PNPM
Tersangka Korupsi PNPM 
Yuli Ahmada, 20 November 2014, jam 3:32:00
Yuli Ahmada
BOYOLALI - Joko Mardiyanto SH, pengacara Supriyanti (37), tersangka korupsi dana bergulir Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd), Kecamatan Mojosongo senilai Rp 1,2 miliar, membantah kliennya melarikan diri ke Jakarta.

Selain itu pihaknya juga membantah kerugian dugaan korupsi mencapai Rp 1,2 miliar mengingat kliennya sudah mengembalikan sebesar Rp 1,125 miliar.

Kepada wartawan Joko menegaskan, kliennya beritikad baik mengembalikan uang PNPM yang digunakannya, di antaranya dengan uang tunai serta hasil penjualan aset tanah. Sehingga menurut Joko, kerugian akibat kasus ini tinggal Rp 75 juta.

“Pengembalian dana juga ada kuitansinya dan disaksikan baik camat setempat maupun unsur Bappeda, jadi tinggal Rp 75 juta saja,” ungkap Joko, Selasa (28/10/2014).

Dijelaskan lebih lanjut, lantaran harta dan aset yang dimiliki Supriyanti sudah habis, kliennya tetap beritikad untuk mengembalikan sisa kekurangan dana, yakni dengan bekerja di Jakarta. Itu pun menurut Joko, menyusul adanya tawaran dari salah satu rekan yang memberikan job di Jakarta. Sehingga Supriyanti pun meminta izin berangkat ke Jakarta untuk bekerja.

Namun ternyata di perjalanannya, pekerjaan yang didapat tidak sesuai yang diharapkan. Sehingga Supriyanti pun fokus bekerja keras agar bisa mengganti kekurangan dana yang digunakannya. Imbasnya, diakui Joko, Supriyanti sempat hilang kontak dengan keluarga.
Meski demikian menurut Joko, sekitar sebulan lalu kliennya sempat mengontak keluarga dan hendak pulang bulan depan. Hanya Supriyanti keburu ditangkap tim Kejaksaan Boyolali pekan kemarin.

“Jadi sebenarnya tidak melarikan diri, bahkan dia hendak pulang dan beritikad menyelesaikan kekurangan dana yang digunakannya,” ujar Joko.

Dijelaskannya lebih lanjut, kasus ini bermula saat kelompok yang dibentuk Supriyanti hendak membuka bengkel dengan memanfaatkan dana bergulir PNPM senilai Rp 250 juta. Namun kenyataannya usaha tersebut tidak berjalan, sehingga Supriyanti akhirnya tutup lubang gali lubang dengan menggunakan dana simpan pinjam PNPM dan akhirnya malah terperosok dalam kasus ini.

Mengenai kasus yang menjerat kliennya tersebut, Joko menyatakan tetap berupaya mengajukan penangguhan penahanan ke Kejari. Alasannya, kliennya sudah beritikad baik mengembalikan dana yang digunakan dan sisa kekurangannya hanya sekitar Rp 75 juta saja.

“Tetap kami upayakan penangguhan penahanan,” terang dia.

Seperti yang diberitakan sebelumnya Supriyanti, mantan ketua Unit Pengelola Kegiatan (UPK) PNPM-MPd Kecamatan Mojosongo ditangkap tim Kejari Boyolali di Jakarta Timur setelah masuk daftar pencarian orang (DPO) kasus dugaan korupsi dana bergulir PNPM-MPd kecamatan setempat.

Kajari Boyolali, Andi Murji Machfud melalui Kasi Intel, Faetony Yosy Abdullah, saat ini tersangka sudah ditahan. Sedangkan modus korupsi yakni peminjaman dana oleh kelompok fiktif yang dibuat tersangka. Tersangka juga meminjam nama kelompok tertentu untuk mengajukan pinjaman. Namun uang pinjaman tersebut kemudian digunakan sendiri oleh tersangka.
http://www.soloblitz.co.id/2014/10/28/ditangkap-tersangka-korupsi-pnpm-bantah-berniat-kabur/

[Topik ini telah ditutup... Kirim tanggapan | Kirim pesan baru]



Tidak ada tanggapan
 


Kembali ke atas | Topik ini telah ditutup... Kirim tanggapan | Kirim pesan baru
Jl. Penjernihan I No 19 F1 Lantai II,
Pejompongan Jakarta Pusat
Total pengunjung hari ini: 1045, akses halaman: 1122,
pengunjung online: 541, waktu akses: 0,031 detik.
Didukung oleh: World Bank & Islamic Development Bank