Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU)
Forum
,
Selamat datang di website KOTAKU.
HomeForumPemerhatiBanyak kasus korupsi PNPM
Banyak kasus korupsi PNPM 
Yuli Ahmada, 20 November 2014, jam 3:36:38
HARIAN SURYA, GRESIK – Banyaknya kasus korupsi dalam bidang Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat – Pedesaan (PNPM-P) di Kabupaten Gresik, Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik memberikan pelatihan tentang pengelolaan keuangan bagi pengurus PNPM-P se Kabupaten Gresik di Gedung Putri Mijil, Jumat (7/11/2014).

Beberapa Desa dan Kecamatan yang terkena kasus dugaan korupsi yaitu Desa Metatu, Kecamatan Benjeng dan Kecamatan Kedamean. Di Desa Metatu ini dilakukan dengan cara memalsukan tanda tangan untuk mencairkan dana simpan pinjam oleh ketua kelompok tapi setelah cair dana tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi.

Sekarang tersangka atas nama Siti Maskanah, warga Desa Metatu, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, sudah menjalani persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya dengan agenda saksi-saksi.

Kemudian di Kecamatan Kedamean ini masih dietapkan seorang tersangka yaitu Selva Ayu Arisca (23), selaku mantan bendahara PNPM – P Kecamatan Kedamean.

Penetapan tersangka Ayu ini berdasarkan audit penyidik Kejari Gresik, bahwa tersangka telah merugikan uang negara Rp 220 Juta. Dalam penyelidikan, tersangka menggunakan uang titipan angsuran simpan pinjam dari ketua kelompok yang dititipkan kepada tersangka, tidak setorkan ke pihak bank.

Ada 12 kelompok di Unit Pelaksana Kecamatan (UPK) Kedamean, dalam bentuk simpan pinjam. Uangnya yang disetorkan melalui tersangkan ternyata uangnya dinikmati tersangka sendirian. Hingga ditotal mencapai Rp 220 juta.

Kasus ini diketahui setelah salah satu Ketua Kelompok simpan pinjam dan pihak BRI, tempat menyimpan uang simpan pinjam dimintai keterangan. Dari keterangan saksi-saki dan pihak BRI ada uang negara yang hilang. Sehingga bendahara harus bisa mempertanggung.

“Kesalahan prosedural ini yang menjerat orang-orang yang bekerja sosial di PNPM terjerat hukum sehingga perlu diberikan pelatihan di Kelembagaan PNPM. Peningkatan kapasitas bagi pelaku PNPM ini sangat penting karena berhubungan langsung dengan uang negara,” kata Wahyudiono.
Yuli Ahmada

[Topik ini telah ditutup... Kirim tanggapan | Kirim pesan baru]



Tidak ada tanggapan
 


Kembali ke atas | Topik ini telah ditutup... Kirim tanggapan | Kirim pesan baru
Jl. Penjernihan I No 19 F1 Lantai II,
Pejompongan Jakarta Pusat
Total pengunjung hari ini: 10327, akses halaman: 10939,
pengunjung online: 13468, waktu akses: 0,016 detik.
Didukung oleh: World Bank & Islamic Development Bank