Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU)
Forum
,
Selamat datang di website KOTAKU.
HomeForumTL, Korkot & Ass. KorkotTA Infra OSP 8 Bergelar Spd
TA Infra OSP 8 Bergelar Spd 
Riton Abaidata, 22 Januari 2016, jam 14:02:39
Assalam...
Salam perubahan
Apa yang salah dengan program ini..?
Kok selama bertahun tahun OSP 8 memiliki Tenaga Ahli Infrastruktur yang gelarnya Spd...
Apa pihak manajemen perusahaan melalui Team Leader dan Tenaga Ahli lainnya pada OSP 8 Gorontalo sengaja menutup mata selama bertahun...?
Apa alasannya yaa..?
Apakah pihak manajemen OSP 8 Gorontalo sengaja melakukan pembohongan kepada Konsultan Manajemen Pusat..?
Kenapa juga satker program di Gorontalo tidak memproses masalah ini sesuai aturan yang berlaku..?
Apa perlu di laporkan ke pihak berwajib (kepolosian)..?
Mohon tanggapannya

[Kirim tanggapan | Kirim pesan baru]



Tanggapan 1
 
Re: TA Infra OSP 8 Bergelar Spd
andi ahmad, 25 Januari 2016, jam 6:43:20
yang bisa menjawab dan menyelesaikan persolan ini adalah dari OSP 8 khususnya PD-nya jika tdk bisa menyelesaikan juga yaaa pihak KMP-lah tdk bisa lagi dari projek saja. ini harus di cek end ricek benar tdk pengaduan ini. dan jika benar berarti harus segera ditindaklanjuti jgn lakukan pembiaran yg salah trus berlangsung. kita sbgai masyarakat difasilitasi untuk berlaku sesuai nilai-nilai (jujur, amanah, transparansi dan lain sebagainya) tetapi dari pihak osp/koorrprov malah memberi contoh yg tidak benar, jika hal tersebut memang menyalagunaan ijasah. semoga dapat terselesaikan dengan baik dan bijak. sukses slalu
Tanggapan 2
 
Re: TA Infra OSP 8 Bergelar Spd
Riton Abaidata, 26 Januari 2016, jam 14:19:20
Terima kasih banyak atas tanggapannya pak andi..
Memang sungguh ironis apa yang terjadi di OSP 8 Gorontalo..
Terlepas lagi dari masih banyaknya penyimpangan aturan lain yang tidak terekspose..
Entah apa alasannya..??
Semoga masih ada orang2 bijak,baik,dan rendah hati yang bersedia memfasilitasi permasalahan di Gorontalo
Tanggapan 3
 
Re: TA Infra OSP 8 Bergelar Spd
Riton Abaidata, 2 Februari 2016, jam 14:12:08
Salam Hormat Pak Andi Ahmad..

Saya ingin bertanya..,bagaiman cara saya memposting ijazah TA Infra OSP 8 Gorontalo yang bergelar Spd..??
Tanggapan 4
 
Re: TA Infra OSP 8 Bergelar Spd
HENDRI MATIAS, 4 Februari 2016, jam 10:08:15
Kalau bisa berkontribusi pada program dengan baik apa salahnya, kalau saya sih itunya yang penting.,
he.he.!senangnya...senangnya...senangnya...senangnya...
Tanggapan 5
 
Re: TA Infra OSP 8 Bergelar Spd
Riton Abaidata, 9 Februari 2016, jam 23:18:27
Seperti Yang Saya Baca Pada Kerangka Acuan Kerja Paket Lelang Konsultan Manajemen Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Perkotaan di Wilayah Kalimantan Dan Sulawesi, saya tidak mendapati satupun prasyarat utama personil Tenaga Ahli infrastruktur permukiman yang berijazahkan Spd bahkan seperti yang dimaksudkan Spd. Teknik Bangunan pun tidak masuk. Melainkan penjelasan rinci terhadap syarat ini adalah Sarjana Teknik Bidang Sipil Atau Arsitektur. Begitu pula persoalan IPK personil tenaga kerja yang tidak mengikat. Namun terlebih penting adalah Ijazah dengan gelar keteknikan murni (Non Kependidikan) yang kemudian di perkuat dengan Sertifikat Keahlian (SKA) dengan kode 201 untuk Ahli Teknik Bangunan Gedung Prasyarat Ijazah T. Sipil, T. Pengairan, Ahli Pemeliharaan dan perawatan bangunan kode 215 Ijazah Seluruh Jurusan Teknik (Non Kependidikan), Ahli Perencanaan Wilayah Dan Kota Kode 502 Sarjana Teknik Arsitek dan T. Palnologi dan Ahli Manajemen Proyek kode 602 Ijazah Sarjana Teknik (Non Kependidikan).
Perihal Peronil Ketenaga Ahlian Seperti diatas juga dijelaskan pada Panduan/Pedoman/Petunjuk Pelaksanaan/Petunjuk Teknis PNPM. Lantas apa motiv dari Saudara Rahmad Sukriyanto menggunakan gelar Sarjana Teknik pada Struktur Organisasi OSP 8 Gorontalo serta pada sambutan perkenalan secara resmi..?

Dalam hal pengetahuan/skill yang di maksudkan bermanfaat dalam pelaksanaan kegiatan pengembangan kapasitas yang sering dilaksanakan dalam program PNPM/P2KKP, seperti apa..?
Sepengetahuan saya yang bersangkutan sama sekali tidak menjalankan pengembangan kapasitas personil pada tingkatan koorkot ataupun fasilitator teknik. Semisal pada saat rapat pembahasan infrastruktur pada kantor PU Provinsi Gorontalo Tenaga Ahli Infrastruktur beserta Tenaga Ahli Pelatihan mengemukakan pendapat bahwa analisa pembongkaran bangunan tidak pernah ada dalam SNI Analisa BOQ. Tentunya perihal ini adalah sebuah kegagalan substansi yang di jalaskan pada saat forum terbuka yang dihadiri oleh seluruh pelaku PNPM/P2KKP Provinsi Gorontalo (Kegagalan Tenaga Ahli Pertama). Berikutnya pada saat kunjungan Tenaga Ahli Infrastruktur KMP Wilayah II (Bpk. Sugiyanto) jelas-jelas TA Infra tidak mengetahui persoalan penanganan masalah infrastruktur yang kemudian dapat diberikan solusi melalui Justifikasi Teknik. Dimana TA Infrastruktur hanya mengedepankan egoisme pribadi beliau sebagai UPL pada salah satu BKM Kota Gorontalo untuk mempertahankan kewenangannya dan seringkali membuat isu pada tingkatan fasilitator (Kegagalan Tenaga Ahli Kedua). Berikutnya mengenai pemahaman pembuatan peta untuk kebutuhan Base Line 100-0-100 dimana Tenaga Ahli Tidak memahami penggunaan Alat Bantu Pemetaan Berupa GPS serta Soft Ware Pemetaan Arc GIS (Kegagalan TA Infra Ketiga). Belum lagi terdapat kegagalan pemahaman lain oleh TA Infra yang kemudian tidak dapat satu per satu saya tuliskan terperinci.

Karena sesungguhnya banyak pihak yang dapat berkompeten tanpa melakukan/mengenyampingkan/memunafikkan aturan Ketenaga Ahlian infrastruktur. Semisal Asskot Infra atau Senior fasilitator yang telah memiliki pengalaman kerja di bidang PNPM/P2KKP tanpa harus melakukan pelanggaran aturan.
Jangan sampai aturan mengikat berupa TOR, KAK, Panduan/Pedoman/Petunjuk Pelaksanaan/Petunjuk Teknis PNPM adalah mata pisau yang hanya menusuk pada tingkatan pelaku bawahan dan tidak tajam pada tingkatan pelaku atasan. Dimana letak kode etik profesi kita sebagai tenaga kerja.?
Apakah keikhlasan hanya pada tingkatan fasilitator, Senior Fasilitator, Askot, dan Koorkot.?
Sehingganya Tenaga Ahli Infrastruktur OSP 8 tidak memiliki rasa ikhlas untuk memikirkan bahwasanya beliau tidak memiliki standing legal terhadap aturan Ketenaga Ahlian Infrastruktur.

Demikian Tanggapan Saya, semoga dapat bermanfaat. Seperti saya kutip dari perkataan Yth. Bapak Arief Rahadi di sela-sela kunjungan beliau di Gorontalo “ Kita masih dapat terus berjuang untuk perubahan yang baik pada masyarakat apabila kita sebagai orang baik yang mengedepankan nilai-nilai kejujuran dan mengikuta aturan yang kita rumuskan bersama”

Salam Revolusi Mental


Riton Abaidata
Tanggapan 6
 
Re: TA Infra OSP 8 Bergelar Spd
andi ahmad, 10 Februari 2016, jam 18:00:10
Mana nih pihak KMP dan pihak project segera di tindaklanjuti klw memang melanggar sop pengadaan tenaga konsultan kenapa harus di pertahankan, ada apa? Moga pak Ilham Hamid TL yg akan bertugas di Gorontalo dapat menyelesaikan perihal masalah tersebut
manis kan?...
Tanggapan 7
 
Re: TA Infra OSP 8 Bergelar Spd
webadmin P2KKP, 11 Februari 2016, jam 15:25:25
Terimakasih Kepada Rekan-rekan...
Yang telah berkontribusi untuk merespon terhdap thread / topik yang disampaikan oleh "Riton Abaidata"...
Seperti yang telah kami sampaikan bahwa topik ini sama dengan topik dgn judul <b> "rxxxxxxxx, s.pd"</b> di forum ini, dan penulis pun memasukkan thread/topik tersebut masuk di pengaduan online.

Dari TIM PPM selaku pengelola dari pengaduan online telah melakukan proses pengecekan terkait dengan pengaduan tersebut untuk mengetahui sejauh mana hal tersebut dan hasilnya dapat rekan-rekan lihat di pengaduan online.


terimakasih


Tanggapan 8
 
Re: TA Infra OSP 8 Bergelar Spd
Nurdin M, 11 Februari 2016, jam 16:43:11
wuih seperti kopaja yang saling dahulu mendahului neh, gigih beneerrr
saya tidak tau motif dasarnya berawal dari mana sehingga muncul hal ini, kalo saya seh berpikirnya positif saja...benar memang kita harus menyampaikan yang haq dan yang bathil tetapi dalam hal ini bapak-bapak kita yang diatas sana tentunya sudah paham dan mengerti betul terhadap proses dalam perekrutan tenaga ahli yang diharapkan tentunya harus sesuai dengan petunjuk-petunjuk serta kebijakan dari KMP (pusat) dan satker setempat terhadap kualifikasi tenaga ahli yang akan direkrut tersebut.

nah sekarang masalahnya apa, jika orang yg disampaikan tersebut ternyata masuk kedalam kriteria yang dicari sesuai dengan pengalaman dan yang dibutuhkan program ? apakah orang yg dismpaikan saudaraku bang riton ini melakukan proses yang salah dilapangan sehingga merugikan masyarakat dan juga program ? Bukan kah kita memiliki penilaian evaluasi kinerja yang dikeluarkan.

nah menurut saya sudahlah mencari cari sesuatu hal yg dapat merusak hati ini (qolbu) sehingga kita terkesan mati-matian untuk mencari peluang-peluang untuk dapat menjatuhi dengan dalih berbagai hal bisa mengatakan "keadilan, kebijakan yang salah dsb..." senangnya...

begitu bang,,,,mohon maaf neh bang ini pendapat saya loohting..ting!

slam damai...piss bang
Tanggapan 9
 
Re: TA Infra OSP 8 Bergelar Spd
Danli Timisela, 1 Maret 2016, jam 10:13:24
Ini permasalahan Quality Assurance (Pemastian Kualitas). manis kan?...


Kembali ke atas | Kirim tanggapan | Kirim pesan baru
Jl. Penjernihan I No 19 F1 Lantai II,
Pejompongan Jakarta Pusat
Total pengunjung hari ini: 1458, akses halaman: 1466,
pengunjung online: 20703, waktu akses: 0,031 detik.
Didukung oleh: World Bank & Islamic Development Bank