Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU)
Forum
,
Selamat datang di website KOTAKU.
HomeForumMimbar bebasDouble Job di Jateng
Double Job di Jateng 
kyai semar, 8 Maret 2016, jam 17:24:31
Perkenalkan saya Petruk mungkin setelah membaca tulisan ini pasti semua mengira kalo saya bagian dari barisan sakit hati karena pernah mendapatkan perlakuan yang tidak adil tapi itu tidak masalah, karena bagi saya adalah masa lalu dan tulisan saya ini hanya sekedar untuk mengingatkan saja agar para dewa tidak lupa mengasah pisaunya kembali.

Pasal 4, ayat 5 f Surat Perjanjian Kerja (SPK) antara ASKOT dengan PPKom PPPKP yang berbunyi;
PIHAK PERTAMA langsung melakukan pemutusan hubungan kerja kepada PIHAK KEDUA dan akan diajukan kepada pihak berwajib untuk diproses secara hukum serta PIHAK KEDUA berkewajiban untuk mengganti segala kerugian yang diakibatkan oleh perbuatannya, apabila :
............
PIHAK KEDUA terbukti bekerja rangkap.

Ternyata tidak selalu diberlakukan, beberapa tahun lalu kami mengalami hal serupa dan bahkan ada seorang korkot di wilayah Pantura Jateng telah di eksekusi, dicopot dari jabatannya, tidak lama setelah terbukti bekerja ganda. Beberapa bulan lalu, seorang Fasilitator yang terbukti diterima sebagai pendamping desa (baru diumumkan diterima) juga mengalami nasib serupa. Nampaknya SATKER PKP Jateng sangat menuntut kesetiaan, tidak ada tempat bagi yang menduakanů.

Beberapa waktu lalu, kembali 2 orang Fasilitator terbukti bekerja rangkap, tidak terbantahan karena namanya terpampang jelas di SK, dan mestinya disamping masih terikat dengan P2KKP, sudah beberapa kali menikmati gaji dari istri mudanya, Program NUSP. Namun kali ini penanganannya berbeda, karena sampai saat ini beliau ber-2 masih bekerja seperti biasa, ternyata pisau yang dipakai oleh SATKER kali ini pisau tumpul, tidak seperti yang lalu. Barang kali biar lebih yakin lagi HRD juga mempublikasikan SK penetapan pelaku NUSP sebelum kontrak yang sedang berjalan saat ini.

Sekali lagi Saya hanya sekedar mengingatkan aja dan tidak ada hubungannya dengan sakit hati ... Ternyata eksekusi untuk yang di duga adalah kerabat-kerabat pak tua OSP-5, SATKER punya pisau yang lain yaitu pisau tumpul yang hanya membuat rasa gel dan ternyata berbeda dengan yang di pakai untuk mengeksekusi saya.

ha..ha..ha...ha..ha..ha...ha..ha..ha...kok bengong?...kok bengong?...biarin ah!...

[Kirim tanggapan | Kirim pesan baru]



Tidak ada tanggapan
 


Kembali ke atas | Kirim tanggapan | Kirim pesan baru
Jl. Penjernihan I No 19 F1 Lantai II,
Pejompongan Jakarta Pusat
Total pengunjung hari ini: 8478, akses halaman: 9013,
pengunjung online: 523, waktu akses: 0,012 detik.
Didukung oleh: World Bank & Islamic Development Bank