Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU)
Forum
,
Selamat datang di website KOTAKU.
HomeForumMimbar bebas KASUS DOUBLE JOB di JATENG
KASUS DOUBLE JOB di JATENG 
kyai semar, 9 Maret 2016, jam 19:05:50

Assalamualaikum wr. Wb

Perkenalkan nama saya adalah rakyat jelata yang mungkin setelah Anda, Bapak, Saudara sekalian membaca tulisan saya ini pasti menganggap bahwa saya adalah bagian dari barisan orang yang sakit hati padahal hal itu tidak benar sama sekali karena saya menyadari sepenuhnya akan kesalahan masa lalu saya, namun sebenarnya tulisan saya ini hanya ingin melurusakn sekaligus mengingatkan kepada Bapak2 yang merasa dirinya saat ini bak dewa di atas sana untuk kembali mengasah pisaunya, bahwa dalam kontrak kerja fasilitator diantaranya memuat :

Pasal 4, ayat 5 f Surat Perjanjian Kerja (SPK) antara ASKOT dengan PPKom PPPKP yang berbunyi;
PIHAK PERTAMA langsung melakukan pemutusan hubungan kerja kepada PIHAK KEDUA dan akan diajukan kepada pihak berwajib untuk diproses secara hukum serta PIHAK KEDUA berkewajiban untuk mengganti segala kerugian yang diakibatkan oleh perbuatannya, apabila :

f. PIHAK KEDUA terbukti bekerja rangkap.

Ternyata hal tersebut tidak selalu diberlakukan, beberapa tahun silam juga ada seorang korkot di wilayah Pantura Jateng telah di eksekusi, dicopot dari jabatannya, tidak lama setelah terbukti bekerja ganda. Beberapa bulan lalu, seorang Fasilitator yang terbukti diterima sebagai pendamping desa (baru diumumkan diterima) juga mengalami nasib serupa. Nampaknya SATKER PKP Jateng sangat menuntut kesetiaan, tidak ada tempat bagi yang menduakanů.

Beberapa waktu lalu, kembali 2 orang Fasilitator dan konon katanya sampe saat ini terbukti bekerja rangkap, tidak terbantahan karena namanya terpampang jelas di SK penetapan dan mestinya disamping masih terikat dengan P2KKP, sudah beberapa kali menikmati gaji dari istri mudanya, Program NUSP. Namun kali ini penanganannya berbeda, karena sampai saat ini beliau ber-2 masih bekerja seperti biasa, ternyata pisau yang dipakai oleh SATKER kali ini pisau tumpul, tidak seperti saat di gunakan kepada saya, walaupun kalau mau menelisik konon mereka telah mengikat kontrak dengan NUSP sejak tahun lalu kalau itu benar berarti ada yang fatal dalam pengendalian dan koordinasi yang di bangun di tim korkot tersebut namun demikian itu bukan urusan bagi saya dalam kesempatan ini saya hanya ingin mengingatkan saja bahwa ternyata eksekusi terkait masalah yang sama untuk terduga kerabat-kerabat pak tua OSP-5, SATKER punya pisau yang lain yang berbeda yaitu pisau tumpul yang hanya membuat rasa geli saja.

Demikian terima kasih atas perhatiannya semoga dapat membantu memberikan sedikit evaluasi dan tulisan ini tidak maknai negative.
Wasalamualaikum wr wb.

[Kirim tanggapan | Kirim pesan baru]



Tanggapan 1
 
Re: KASUS DOUBLE JOB di JATENG
Lare Alit, 13 Maret 2016, jam 14:02:21
Ngeri juga kalau melihat situasi yg sekarang ini, mereka yg melakukan double job seolah2 menganggap remeh pekerjaan ini.
mereka bisa meloncat kesana kemari dengan leluasa disini dapat disana juga dapat.
kalau seperti ini terus yang salah siapa ??? mental pelaku double job yg sudah rusak atau memang sistem yang ada di satker terlalu lemah sehingga bisa kecolongan ???

Kalau mau bekerja dng sungguh2 harus dimulai dari sekarang. Satker harus bertanggung jawab semua ini jangan hanya kerja terima gaji saja tapi harus melaksanakan tanggung jawabnya.

Ingat teman2 kita SPF bulan depan sudah OFF, itu artinya jumlah pengangguran kembali bertambah.
Satker juga harus memberikan solusi bagaimana supaya mereka bisa menafkahi anak istri mereka.

Bravo Pemberdayaan....malu...malu...malu...malu...malu...malu...malu...malu...malu...malu...malu...
Tanggapan 2
 
Re: KASUS DOUBLE JOB di JATENG
Hugo Santoso, 16 Maret 2016, jam 9:38:38
give me your best
Tanggapan 3
 
Re: KASUS DOUBLE JOB di JATENG
mohamad anwar, 16 Maret 2016, jam 20:01:17
Kepareng matur Kanjeng Sinuwun Romo Kyai Semar,...seorang korkot di wilayah Pantura Jateng yang panjenengan puniko Dalem Mohamad Anwar, sinuwun....kepareng matur sinuwun, dhalem kepareng matur wonten mimbar mriki nggih....


Kembali ke atas | Kirim tanggapan | Kirim pesan baru
Jl. Penjernihan I No 19 F1 Lantai II,
Pejompongan Jakarta Pusat
Total pengunjung hari ini: 9410, akses halaman: 10920,
pengunjung online: 6935, waktu akses: 0,031 detik.
Didukung oleh: World Bank & Islamic Development Bank