Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU)
Warta
,
Selamat datang di website KOTAKU.
HomeWartaCeritaKelurahan Sukamaju Jadi Lokasi Syuting Film Mitigasi Bencana PRBBK
Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi: Email Redaksi

Tulisan yang dikirim berformat document word (.doc) disertai foto dan keterangan foto. Foto sebaiknya berformat .jpg atau .bmp, dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen). Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

Atau, dapat langsung dikirim melalui web (klik "kirim"), syaratnya, Anda sudah terdaftar sebagai member web KOTAKU. Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di web KOTAKU.
Bdr.Lampung, 12 Oktober 2015
Kelurahan Sukamaju Jadi Lokasi Syuting Film Mitigasi Bencana PRBBK


Oleh:
Darsono Haryo
TA Sosialisasi 
OC 2 P2KKP Provinsi Lampung

Sebuah film, dapat dijadikan sebagai sarana pembelajaran dan edukasi. Karena, salah satunya melalui film, orang dapat mengetahui sebuah peristiwa, baik sejarah masa lalu maupun visualisasi kondisi yang akan datang.  Terkait hal tersebut, Konsultan Manajemen Pusat (KMP) Program Peningkatan Kualitas Kawasan Permukiman (P2KKP) melakukan sebuah terobosan dengan membuat sebuah film edukasi dokumenter tentang bahaya dan ancaman tsunami. Proses shooting dan pengambilan gambar dilakukan di Kelurahan Sukamaju, Kota Bandar Lampung. Wilayah ini menjadi salah satu pilot project dari World Bank untuk penanggulangan bencana melalui Program Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Komunitas (PRBBK).

Begitu seriusnya pihak KMP hingga proses pembuatan film ini melibatkan banyak pihak. Salah satunya adalah kru film dari Jakarta, yang menurut pengamatan kami cukup profesional. Lokasi pengambilan gambar sendiri dilaksanakan di tepi pantai Kelurahan Sukamaju, dimana lokasi ini sangat rawan terhadap ancaman bahaya tsunami.

Menurut Tenaga Ahli (TA) Mass Communication dan PR (Sosialisasi) Iroh Rohayati Fatah, KMP yang ikut membidani lahirnya film ini bertujuan mendokumentasikan konsep dan  proses pembelajaran masyarakat dalam program P2KKP dan program lanjutan PRBBK. Serta, mendokumentasikan kiprah pelaku program, sekaligus mempromosikan hasil-hasil kegiatan P2KKP dan program lanjutan yang telah dan sedang dilaksanakan, kepada  publik melalui media web dan media sosial lainnya.

Ditambahkan oleh Iroh, yang ditemui di sela-sela pengambilan gambar pembuatan film tersebut, diharapkan setelah selesainya proses pembuatan film ini, dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas dan juga pelaku program terkait nilai-nilai edukasi yang terkandung didalamnya, sekaligus sebagai upaya penyebarluasan mitigasi bencana.

Untuk kategori film tsunami yang dibuat, lokasi selain pantai Sukamaju di Kota Bandar Lampung, nantinya juga akan diambil beberapa lokasi lainnya. Sebagai pendukung kualitas gambar, antara lain di daerah Kalianda, Kabupaten Lampung selatan. Film tersebut nantinya akan disebarluaskan kepada khalayak ramai, serta direncanakan akan diterjemahkan dalam berbagai bahasa. Sehingga, selain dapat dipahami oleh masyarakat Indonesia, khususnya yang berada di daerah rawan ancaman tsunami, juga dapat dilihat dan dijadikan bahan edukasi bagi negara-negara lain yang memerlukan informasi terkait mitigasi bahaya tsunami.

Team Leader KMW Lampung Sujoko, yang ikut mengawal proses pengambilan gambar menuturkan, pihaknya sangat mendukung pembuatan film tersebut, dan sudah meminta seluruh komponen terkait (Tim Korkot) yang wilayahnya dijadikan sebagai tempat pengambilan gambar, agar mendukung dan mempersiapkan segala sesuatunya demi kelancaran dan kesuksesan agenda besar tersebut. “Saya berharap film ini nantinya dapat menjadi pembelajaran dan edukasi positif bagi masyarakat dan pihak-pihak lainnya,” ujar Sujoko.

Kehadiran TA Sosialisasi KMP dan TL KMW Lampung di lokasi syuting tersebut sekaligus mengawal agar substasi program tidak melenceng. Ini menjadi sangat penting dan prioritas, sehingga info dan edukasi yang diterima oleh masyarakat tetap terjaga. Dilihat dari jadwalnya, proses pembuatan film ini telah matang dan tersusun rapi. Mulai dari perencanaan sampai tahap produksi, distribusi hingga publikasi. Tentu, semua elemen terkait ikut sibuk, karena film ini diharapkan dapat diterima masyarakat luas serta menjadi konsumsi publik yang layak dan berkualitas. Aamiin. [Lampung]


Editor: Nina Razad

(dibaca 1381)
KOMENTAR ANDA:
Kembali ke atas | Kirim komentar | Kirim Warta | Indeks Cerita | Arsip Cerita | Print
Jl. Penjernihan I No 19 F1 Lantai II,
Pejompongan Jakarta Pusat
Total pengunjung hari ini: 5979, akses halaman: 6345,
pengunjung online: 1042, waktu akses: 0,031 detik.
Didukung oleh: World Bank & Islamic Development Bank