Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU)
Warta
,
Selamat datang di website KOTAKU.
HomeWartaArtikelTata Infrasruktur, Kuatkan Ekonomi dan Bangun Kapital Sosial Masyarakat
Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi: Email Redaksi

Tulisan yang dikirim berformat document word (.doc) disertai foto dan keterangan foto. Foto sebaiknya berformat .jpg atau .bmp, dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen). Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

Atau, dapat langsung dikirim melalui web (klik "kirim"), syaratnya, Anda sudah terdaftar sebagai member web KOTAKU. Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di web KOTAKU.
Gowa, 3 Januari 2017
Tata Infrasruktur, Kuatkan Ekonomi dan Bangun Kapital Sosial Masyarakat


Oleh: 
Taufit Mursad
Kepala Dinas Perindustrian
dan Perdagangan
Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan

Dalam menghadapi era globalisasi saat ini masyarakat dihadapkan dengan persaingan yang semakin ketat dan kompetitif dalam berbagai bidang kehidupan. Salah satunya adalah persaingan dari sisi aspek ekonomi. Semakin ketatnya persaingan menyadarkan kita betapa pentingnya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang andal agar dapat meningkatkan taraf hidup ekonominya. Selain itu pula, tingginya kualitas SDM suatu daerah menjadi salah satu indikator kemajuan pembangunan ekonomi di daerah tersebut. Kabupaten Gowa yang terdiri dari 18 kecamatan memiliki potensi SDM yang belum digali secara optimal. Hal ini dapat dilihat dengan tingkat kemiskinan di beberapa wilayah. Berkenaan dengan itu, kami sebagai Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang merupakan bagian dari masyarakat ingin memberikan sumbangsih nyata untuk meningkatkan keterampilan masyarakat mengolah sumber daya alam lokal yang ada untuk dijadikan sebagai sebuah peluang usaha. Sumbangsih yang kami maksud adalah pelatihan kewirausahaan melalui program RUBIK—Rumah Belajar Industri Kecil.

Program RUBIK adalah sebuah program kelompok swadaya masyarakat ini yang kami beri nama  ksm rubik rumah belajar industri kecil ‘lasiajariki, lahir dari ide cerdas kepala dinas perindustrian dan perdagangan kabupaten gowa, yang kemudian didiskusikan ke komunitas tim kotaku yang salah satu indikator yang terus menjadi dampingan  badan keswadayaan masyarakata adalah penguatan ekonomi masyarakat melalui dana bergulir ke kelompok swadaya masyarakat. Ada banyak kelompok yang sudah bisa menjual hasilnya ke beberapa tempat, toko dan pasar-pasar

Dalam Program ini,   sebagai unsur yang mewakili elemen masyarakat dalam bentuk Kelompok Swadaya Masyarakat akan memberikan pelatihan keterampilan yang dibimbing langsung oleh pelaku industri kecil yang telah berkembang dan mandiri. Pelatihan diberikan sesuai dengan minat masyarakat dan atau berdasarkan potensi sumber daya alam lokal yang tersedia di lingkungannya. Pelatihan ini diharapkan mampu menggerakkan masyarakat untuk mencontoh pelaku industri kecil yang telah terjun dan berhasil dalam membangun karirnya melalui dunia wirausaha, dan diharapkan mampu mencetak wirausaha-wirausaha baru yang mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah dan membantu usaha pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan.

Kegiatan ini merupakan langkah positif yang dapat memotivasi masyarakat dalam upaya menciptakan peluang usaha dan menumbuhkan jiwa wirausaha. Selain itu pula, kegiatan ini merupakan suatu bentuk sinergitas antara pemerintah, masyarakat, pihak akademis, dan stakeholder terkait dalam meningkatkan kualitas SDM yang nantinya berperan membangun perekonomian daerah khususnya di Kabupaten Gowa.

Maksud dan Tujuan

Maksud dari kegiatan ini adalah untuk memberikan keterampilan dan pengetahuan wirausaha kepada masyarakat agar mempunyai keahlian yang memadai untuk dapat meningkatkan kesejahteraannya.

Tujuan diadakannya Rumah Belajar Industri Kecil ini adalah: (a) Melatih masyarakat agar mampu mendirikan home industry dengan memanfaatkan peluang usaha yang ada; (b) Melatih masyarakat dalam meningkatkan jiwa, sikap, pengetahuan, dan keterampilan agar memiliki kompetensi kewirausahaan; (c) Memanfaatkan sumber daya alam lokal sebagai bahan utama dalam membangun industri kecil.

Peserta yang terlibat dalam program RUBIK adalah masyakarat miskin, yatim piatu, para pemuda, dan masyarakat umum. Kegiatan ini bersifat terbuka bagi siapa saja yang berminat untuk membentuk usaha industri kecil dan mengembangkannya.

Pada tahap awal, Kegiatan Rumah Belajar Industri Kecil (RUBIK) dilaksanakan selama 2 (dua) bulan mulai dari bulan September hingga Oktober tahun 2016, yang dilaksanakan di enam kecamatan yang ada di Kabupaten Gowa, yaitu Kecamatan Somba Opu, Kecamatan Barombong, Kecamatan Bontomarannu, Kecamatan Manuju, Kecamatan Tinggimoncong, dan Kecamatan Tombolopao.

Bentuk kegiatan berupa pelatihan/kursus singkat yang diberikan melalui metode ceramah, tanya jawab, dan praktek. Terdapat delapan jenis pelatihan ketrampilan wirausaha yang dilaksanakan di enam kecamatan. Dalam hal ini, disebut lasiajariki, karena metode yang digunakan adalah warga pintar mengajar warga yang ingin berwirausaha, langsung di tempat industri-industri tersebut.

Rinciannya sebagai berikut: (1) Pelatihan Pembuatan Kue Kering di Kecamatan Somba Opu, (2) Pelatihan Kerajinan Tangan Bahan Limbah di Kecamatan Somba Opu, (3) Pelatihan pembuatan tas kulit di Kecamatan Somba Opu, (4) Pelatihan pembuatan kue pia di Kecamatan Bontomarannu, (5) Pelatihan jahit-menjahit di Kecamatan Barombong, (6) Pelatihan Kerajinan Tangan di Kecamatan Manuju, (7) Pelatihan Kopi Luwak di Kecamatan Tinggimoncong, dan (8) Pelatihan Pembuatan Dodol di Kecamatan Tombolopao.

Kegiatan ini harapannya   dari komitmen para pihak, zakat harta dan beberapa komitmen lainnya dalam rangka bersama pemerintah mewujudkan program penguatan  umkm usaha mikro kecil dan menengah di Kabupaten Gowa. Untuk tahap awal kegiatan ini mendapat bantuan hibah dari CSR bank Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat senilai Rp50 juta. 

Dalam sambutannya, Bupati Gowa mengatakan harapannya melalui KSM RUBIK Lasiajariki warga mengajar masyarakat Gowa tidak lagi kesulitan untuk menjadi enterpreneur atau pengusaha di bidang ekonomi kreatif. Program ini lahir dari niat  baik, tulus dan ikhlas untuk mengapresiasi antar sesama dalam upayapeningkatan kesejahteraan masyarakat. Bupati mengajak kepada pihak lain untuk turut berkonstribusi dalam program semacam ini. Saya berharap tidak hanya Disperindag dan Tim KOTAKU semata yang berperan dalam menjalankan program ini, tetapi ada stakeholder lain yang mampu untuk meneruskan program ini di semua kecamatan di Gowa. Saya berharap HIPMI juga mampu melahirkan IKM hingga tingkat kecamatan, bahkan tingkat desa dan kelurahan, tambahnya di hadapan ketua HIPMI yang hadir, Muh. Omar Sahar, yang baru saja terpilih.

Untuk membangun kota dan desa dalam berbagai aspek pembangunan memang harus dilandasi dengan komitmen dari para pihak, terutama komitmen pemerintah dan kelompok-kelompok peduli.

Kabupaten Gowa menuju Kota Layak Huni dan Sejahtera. [PL-Sulsel]

Editor: Nina Razad

(dibaca 855)
KOMENTAR ANDA:
Kembali ke atas | Kirim komentar | Kirim Warta | Indeks Artikel | Arsip Artikel | Print
Jl. Penjernihan I No 19 F1 Lantai II,
Pejompongan Jakarta Pusat
Total pengunjung hari ini: 1011, akses halaman: 1059,
pengunjung online: 2241, waktu akses: 0,016 detik.
Didukung oleh: World Bank & Islamic Development Bank