Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU)
Warta
,
Selamat datang di website KOTAKU.
HomeWartaKliping & Media Warga11 Pemukiman Dinilai Kumuh
Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi: Email Redaksi

Tulisan yang dikirim berformat document word (.doc) disertai foto dan keterangan foto. Foto sebaiknya berformat .jpg atau .bmp, dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen). Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

Atau, dapat langsung dikirim melalui web (klik "kirim"), syaratnya, Anda sudah terdaftar sebagai member web KOTAKU. Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di web KOTAKU.
Tegal, 10 Januari 2017
11 Pemukiman Dinilai Kumuh

Diinformasikan oleh:
Hendro Priyo Susanto, SP
Askot Mandiri
Kota Tegal
OSP 5 Prov. Jawa Tengah
Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU)

Judul: 11 Pemukiman Dinilai Kumuh

Sumber: Radar Tegal

Edisi: Selasa, 20 Desember 2016

DINAS Permukiman dan Tata Ruang (Diskimtaru) mencatat ada 11 titik kawasan di Kota Tegal yang dikategorikan kumuh sepanjang 2016. Hal ini sesuai Surat Keputusan Wali Kota nomor 650/155.A/2014. Rencananya, hasil pemetaan yang dilaksanakan fasilitator kelurahan dan Badan Keswadayaan Masyarakat tersebut menjadi obyek prioritas penataan. Sekaligus penanganan Program Kota Tanpa Kumuh pada 2017 mendatang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskimtaru Nunik Pratiwi melalui Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman P. Herdiyanto mengungkapkan, pemetaan kawasan kumuh tersebar di tiga kecamatan. Yakni Kecamatan Tegal Barat meliputi Kelurahan Debong Lor 5 hektare, Kemandungan 7,1 hektare, Kraton 10,9 hektare, Muarareja 15 hektare, Pesurungan Kidul 12,3 hektare, Tegalsari 31,4 hektare. Sementara di Kecamatan Tegal Timur meliputi Kelurahan Kejambon 22,6 hektare, Mangkukusuman 11,8 hektare, Mintaragen 21,2 hektare, Panggung 35,6 hektare. Kecamatan Margadana di Kelurahan Pesurungan Lor seluas 15,7 hektare.

"Jika ditotal, 188,7 hektare tersebut belum memenuhi syarat dalam UU 1/2011 tentang permukiman kumuh dan tidak layak huni," jelasnya.

Lebih lanjut Herdiyanto menuturkan kriteria verifikasi dan validasi kategori permukiman kumuh meliputi ketidakteraturan bangunan, tingkat kepadatan bangunan yang tinggi, dan kualitas bangunan. Selain itu aksesibilitas kawasan, layanan air minum, drainase, air limbah, pengelolaan sampah, pengamanan kebakaran, serta sarpras yang ditentukan dalam UU 1/2011.

Kepala Seksi (Kasi) Permukiman Diskimtaru Nurrochman menambahkan, penanganan kawasan kumuh tersebut akan disinergikan dengan program Pemerintah baik dari pusat, provinsi maupun Kota Tegal.

"Realisasi program penanganan kawasan kumuh bisa dilaksanakan melalui Dana Alokasi Khusus pusat, anggaran Satker provinsi, didukung program APIK," tandasnya. (syf/ela)

 

 

Askot Sosial KOTAKU

Kab Tegal

(dibaca 534)
KOMENTAR ANDA:
Kembali ke atas | Kirim komentar | Kirim Warta | Indeks Kliping & Media Warga | Arsip Kliping & Media Warga | Print
Jl. Penjernihan I No 19 F1 Lantai II,
Pejompongan Jakarta Pusat
Total pengunjung hari ini: 6492, akses halaman: 6661,
pengunjung online: 9046, waktu akses: 0,031 detik.
Didukung oleh: World Bank & Islamic Development Bank