Banyumas Deklarasikan Gerakan Rp1.000 per Bulan
Banyumas, 10 Januari 2012


|
Oleh: Media Indonesia (koran) edisi Senin, 9 Januari 2012
dan
Redaksi Web P2KP/PNPM Mandiri Perkotaan
|
|
Masyarakat miskin di Banyumas, Jawa Tengah (Jateng), yang tergabung dalam Forum Prasejahtera 2 (FPS 2) dan Forum Badan Keswadayaan Masyarakat (FBKM) melakukan gerakan pengumpulan uang Rp1.000 per bulan (Gerbulan).
Gerakan yang dinamakan Lumbung Kesejahteraan Rakyat (GLKR) dideklarasikan di Banyumas, Jateng, pada Sabtu (7/1).
Ketua Panitia Deklarasi Nursito Karsoputro mengungkapkan, kegiatan tersebut tercetus dalam Kongres Nusantara Lumbung Kesejahteraan yang menelurkan GLKR.
![[Dok. Anang Fahmi]](warta/files/gerbulan2.jpg)
“Sebelum ada kegiatan ini, sebetulnya sudah ada gerakan dari bawah dulu yang diikuti seluruh warga miskin di tiap-tiap RT di Banyumas. Meski belum semuanya, gerakan warga miskin yang kemudian membentuk FPS 2 ini membuat gerakan menabung Rp1.000 per bulan.”
Nursito menyebutkan kegiatan itu bisa disebut simpan pinjam, tetapi ke depannya bisa diarahkan untuk menjadi modal bagi usaha kreatif untuk memberdayakan ekonomi warga.Menurutnya, gerakana itu sebenarnya diinspirasi dari keberadaan lumbung padi di masa lalu. “Karena saat sekarang tidak seluruh warga memiliki sawah, kemudian dibentuk Lumbung Kesejahteraan. Isinya adalah tabungan dari setiap warga dan pengelolaannya diserahkan kepada pengurus FPS 2.”
Salah seorang warga Kelurahan Pabuwaran, Kecamatan Purwokerto Utara, Soni, mengaku sebelum ada deklarasi GLKR,gerakan menabung Rp1.000 di lingkungannya telah dilaksanakan sejak awal Desember 2011.
Dikelola Bersama
Anggota Advisory PNPM Mandiri Perkotaan Pusat Anang Fahmi mengungkapkan ide pembentukan Lumbung Kesejahteraan berawal dari pertemuan rutin di setiap desa dalamkegiatan PNPM.
“Dari pertemuan itu, kemudian muncul inisiasi dari bawah untuk membuat upaya secara mandiri dalam menanggulangi kemiskinan. Kemudian ada ide untuk membuat gerakan Rp1.000 per bulan yang nantinya dikelola bersama untuk kemaslahatan warga. Ide ini benar-benar datang dari bawah.”
![Anang Fahmi, dalam Kongres Nusantara "Lumbung Kesejahteraan" di Purwokerto, pada 7 Januari 2012 [Dok. Anang Fahmi]](warta/files/gerbulan1.jpg)
Menurut Anang, di Banyumas sudah ada satu desa yang memulai dan cukup berhasil dalam mengumpulkan gerakan Rp1.000 per bulan, yakni di Desa Kalisube, Kecamatan Banyumas. “Dana tersebut dikelola oleh FPS 2 di tingkat desa. Kesadaran warga di desa setempat cukup baik,” tambahnya.
Anang mengungkapkan saat ini telah dibentuk Dewan Lumbung Kesejahteraan di tingkat kabupaten.
“Anggotanya terdiri dari utusan setiap kecamatan yang bakal bertugas mengelola dana dari masyarakat tersebut. Dana itu nantinya akan digunakan untuk advokasi dan pemberdayaan warga miskin secara mandiri.”
Dalam empat bulan mendatang, kata Anang, dana yang terkumpul ditargetkan mencapai Rp1 miliar. “Dana sebesar itu bakal digunakan untuk mendukung program-program penanggulangan kemiskinan sesuai kesepakatan bersama. Program itu akan dirumuskan bersama dalam Dewan Lumbung Kesejahteraan,” kata dia.
Di sisi lain, Bupati Banyumas Mardjoko berharap kegiatan tersebut dapat memotivasi upaya penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Banyumas.
“Persoalan kemiskinan merupakan masalah yang dihadapi oleh seluruh daerah. Kegiatan ini diharapkan sebagai salah satu upaya penanggulangan kemiskinan yang komprehensif, sistemik dan berkelanjutan,” katanya.
Di Banyumas, jumlah penduduk miskin hingga akhir 2010 masih sebesar 20,20% dari jumlah total penduduk atau sekitar 1,5 juta jiwa.
Adapun tahun sebelumnya tercatat 21,52% dan 2008 sekitar 22,93%. Hingga akhir 2011 masih belum dihitung secara pasti berapa persentase penduduk miskin.
Target Rp1 Miliar dan Gelar Raker
Pada kesempatan berbeda, Anang Fahmi kembali mengungkapkan target Dewan Lumbung mengumpulkan Rp1 miliar di bulan April 2012. Saat itu pula akan digelar Raker untuk Advokasi dan industri rakyat.
![Para peserta Kongres Nusantara "Lumbung Kesejahteraan" di Purwokerto, pada 7 Januari 2012 [Dok. Anang Fahmi]](warta/files/gerbulan3.jpg)
|
![Bertekad bangkit dari kemiskinan, ditandatangani oleh wakil dari Desa Kejawar [Dok. Anang Fahmi]](warta/files/gerbulan4.jpg)
|
Para peserta Kongres Nusantara "Lumbung Kesejahteraan" di Purwokerto, pada 7 Januari 2012 |
Bertekad bangkit dari kemiskinan, ditandatangani oleh wakil dari Desa Kejawar |
“Pada kongres kemarin mereka sudah mengumpulkan tekad, yang ditandatangani di spanduk saat RWT masing-masing kelurahan/desa. Jadi sudah ada yang mulai dengan Lumbung Desa masing-masing. Spiritnya konsumen adalah investor,” jelas dia kepada Redaksi Web PNPM Mandiri Perkotaan melalui jejaring sosial, pada Selasa, 10 Januari 2012.
Konsep tersebut disempurnakan dengan paparan budayawan Ahmad Tohari—penulis novel film Sang Penari, Bekisar Merah, Ronggeng Dukuh Paruk, dan lain-lain—yang merupakan warga Banyumas, bahwa Lumbung adalah Kedaulatan Ekonomi.
Mitologi dan etos LUMBUNG kembali didekonstruksi oleh Ahmad Tohari untuk memaknai Gerbulan menuju kedaulatan ekonomi. Kemudian, muncul spirit "TOBAT MLARAT" (semangat bangkit dari kemiskinan) yang dipahami sebagai revolusi mentalitas. Dengan membangun kemakmuran/aset kolektif (bukan kekayaan individual).
“Jadi target Rp3 miliar per tahun itu sangat realistis, dan tekad untuk melindungi PS2 dari kerentanan sosial ekonomi,” tegas Anang. (Sumber: Media Indonesia oleh Liliek Dharmawan/N-1 dan Redaksi Web PNPM Mandiri Perkotaan)
Lampiran:
 Klik gambar guna memperbesar tampilan (format .jpg, ukuran 502 KB)
Berita terkait:
- Gerakan Seribu Rupiah Per Bulan di Banyumas
- Banyumas Deklarasikan Gerakan Menabung Rp1.000 per Bulan
Editor: Nina K. Wijaya
|